efect bunga berjatuhan

Senin, 07 November 2016

Bandung, I'll be back

Suatu hari kak Bela salah satu sahabat saya di komunitas agen fkip mengajar mengirimkan sebuah pesan lewat line yang berisi “dek, kamu direkomendasikan untuk mengikuti lomba debat pendidikan sebagai perwakilan dari agen fkip mengajar, apakah km bersedia?”
saya balas “kapan kak dan dimana?” , “akhir Oktober ini dek, di Bandung.”
Saya langsung melek ketika mendengar kata Bandung, hal pertama yang saya tanyakan setelah itu adalah “itu pakai biaya sendiri atau gratis ka?”  spontan di jawab “dibiayai oleh fakultas”.
Tambah melek lagi lah mata saya ketika membaca kata “ dibiayai alias Gratis” hahaa..

Awalnya saya ragu untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba debat pendidikan di Bandung itu, mengingat banyaknya tugas dan kerjaan pada saat itu.
Dengan bismillah saya terima, walaupun ketua BEM, kak Ihsan menanyakan kembali apakah saya yakin atau tidak untuk mengikuti lomba ini. Spontan saya jawab “memang pengalaman saya dalam berdebat baru satu kali dan 3 tahun yang lalu, tapi kalo kakak percaya dengan Zulfa , InsyaAllah Zulfa akan melakukan yang terbaik”
Entah dalam keadaan sadar atau tidak saya mengucapkan kalimat itu haha
. Hari-hari pun saya lalui. Saya mulai saling berkomunikasi dengan para panitia di Bandung.  Saya pun mendapatkan daftar mosi yang akan di debatkan nanti nya. Ada 13 mosi yang akan di debatkan dan semuanya berkaitan dengan  pendidikan.

Sebenarnya saya masih meragukan kemampuan saya, saya pun kurang serius dalam mendalami mosi. Banyaknya tugas dan urusan kampus membuat saya seolah-olah mengabaikan hal ini.
Dalam lomba ini saya akan bersama 2 rekan saya dari fkip mengajar juga.
Hari demi hari kami lalui, aku akui kami latihan seadanya, karena terlalu banyak mosi yang dibahas.

Hari itu pun tiba, Kamis, 27 Oktober 2016 kami berangkat menuju Bandara Syamsudin  Noor didampingi oleh bapak Zulkifli sebagai pendamping.
Waktu yang ditempuh cukup lama, 1 jam 30 menit dari Banjarmasin ke Bandung. Setelah sampai di Bandung kami langsung menuju Universitas Islam Sunan Gunung Djati  Bandung.
Pertama kali masuk di kampus nya saya langsung terkagum-kagum.  Suasana kota Bandung yang sejuk kala itu membuat saya  bersyukur betapa beruntung nya saya bisa melangkahkan kaki di kota ini dengan gratis. Suasana kampusnya sangat asri, mahasiswa nya mayoritas menggunakan busana Syar’i.
Kami di bantu panitia untuk beristirahat di asrama. Teman-teman yang lain telah istirahat dikamar masing-masing.
Kami beristirahat di ma’had (asrama mahasiswa) ,,tempatnya nyaman dan bersih.  Disaat teman-teman yang lain memutuskan untuk beristirahat, saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kampus dan sholat di masjid kampus.
Ketika masuk ke masjid, saya melihat begitu banyaaakkk mahasiswa yang sholat disana, tempat wudhu untuk akhwat pun sangat tertutup dan bagus.
Setelah sholat saya melihat banyak mahasiswa yang berjualan disekitar kampus.
Mereka sangat kreatif, ada juga komunitas sukses muda. Komunitas itu khusus untuk perempuan yang ingin mengembangkan dirinya dan belajar soft skill.
Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dari rumput sendiri, terlintas dibenak saya untuk bisa kuliah disana. Dari dulu sebenarnya saya mengidamkan belajar di kampus dimana dunia dan akhirat nya ada alias di kampus Islam, walaupun masih belum tercapai saya sangat bersyukur sudah bisa kuliah dan full tanpa biaya.
Hari kamis malam seluruh peserta mengikuti TM. Panitia membacakan peraturan dan terakhir mengundi mosi.
Alhamdulillah kami mendapatkan mosi yang lumayan menantang :D tentang sertifikasi guru, dan lawan kami adalah Universitas Negri Solo.
Setelah  mendapatkan mosi kami langsung  latihan dan begadang . kami masih belum tau akan mendapatkan pro atau kontra karena penentuan pro kontra akan di undi keesokan harinya.
Kami berlatih keras untuk materi pro. Kami latihan cara menyampaikannya sampai dengan pengaturan waktu, karna setiap pembicara hanya di beri waktu 4 menit.
Pada hari penentuan pro dan kontra,, kami berunding dengan kelompok lawan dan ternyata tidak ditemukan kesepakatan karena kami sama-sama ingin di pihak kontra. Akhirnya panitia melakukan undi dengan uang koin. Finally, kami mendapatkan kontra.
 Padahal sudah kerja keras latihan buat materi pro dan ternyata dapat kontra. Alright kami pun kembali kerja keras dan begadang lagi. Sampai tiba waktunya saya pun merasa deg-deg an luar biasa.
Jantung berdetak kencang. Ini adalah lomba pertama kali saya ikuti di status mahasiswa, rasanya sudah terlalu lama tidak merasakan suasan kompetensi.
Saya terus berdoa dan berdoa, tibalah giliran saya sebagai pembicara pertama.  Awalnya gugup lama kelamaan gugup nya berkurang dan Alhamdulillah lancar karena memang sudah latihan semaksimal mungkin.

Setelah beberapa jam menunggu 16 tim lainnya yang bertanding, tibalah waktu untuk pengumuman 8 besar. Jantung dag dig dug tidak karuan, apakah kami berhasil masuk 8 besar atau tidak.
Panitia mengumumkan dari point yang paling bawah,,, ketika panitia menyebutkan urutan ke 6 ternyata mereka menyebutkan UNLAM masuk 8 besar dan urutan ke 6 .. Alhamdulillah luar biasa kami sangat bahagia dan sama sekali tidak menyangka, kemudian bagi yang masuk 8 besar akan dipilih lagi menjadi 4 besar pada hari itu juga. Kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk belajar. Kami melakukan pengundian mosi dan posisi. Akhirnya dalam babak menuju 4 besar kami mendapatkan mosi “pendidikan gratis berdampak negative bagi pendidikan” dan posisi kami sebagai pihak kontra.
Setelah dapat mosi dan posisi kami langsung meninggalkan ruangan dan mencari tempat yang nyaman buat latihan, karna kami hanya memiliki sedikit waktu. Ini sangat berbeda dengan babak penyisihan dimana kami memilik waktu 24 jam untuk latihan.
Setelah selesai kami pun langsung kembali keruangan dan bertanding kembali.
Kali ini kami melawan anak-anak dari Universitas Negri Semarang, mereka sangat bagus,cakap dan tegas. Mereka juga teman kami di asrama. Kami sebenarnya agak kesulitan dengan mosi ini. Selain waktu yang disediakan cukup sedikit, materi nya pun kurang ada di internet. Yang penting kami selalu memberikan yang terbaik dan maksimal ketika tampil.
Hari mulai gelap dan bintang-bintang pun bertaburan dilangit, waktu menunjukan jam 8.30 WIB waktu nya pengumuman 4 besar yang akan bertanding kembali untuk keesokan paginya.
Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaa… jeng,,jeng,,jenggggggggggggggggg Finally!!!!!!!!!!!!!!!
Masuk 4 besar yeayyyyy J
Pokoknya hari itu  2 kali bahagia deh,sama sekali gak nyangka bisa sejauh ini. Yang ada dalam pikiran kami waktu itu adalah “yang penting kita pulang bawa piala” haha….
Karena lelah banget seharian udah 2 kali debate, finally kami memutuskan untuk beristirahat dan akan kembali latihan esok shubuh. Oh iya btw ketika pengundian kembali, kami mendapatkan mosi tentang UKG (Uji Kompetensi Guru)  yang notabene UKG ini berkaitan erat dengan sertifikasi guru. Alhamdulillah ini memudahkan kami dalam menguasai materi. Kami pun beristirahat dan memutuskan untuk besok saja latihan.
Pada hari itu saya hanya tidur beberapa jam saja, lelah sangat. Ketikan jam 4 pagi kami langsung bergegas untuk mandi dan sholat shubuh, sebelum matahari terbit kami langsung keluar asrama untuk latihan. Awalnya acara akan dimulai jam 7 tapi di undur ke jam 9.
Untuk babak ini kami melawan tim STIKIP Garut. Dari 4 tim akan dipilih 2 tim untuk masuk ke babak final dan memperebutkan Juara 1 dan 2.

Setelah berdebat ria hehe langsung diumukan point, again Alhamdulillah UNLAM masuk di 3 besar alias juara 3, sedangkan yg 2 besar akan bertanding kembali memperebutkan juara 1 dan juara 2.
Kami bersyukur juara 3 karna pada waktu itu kami sangat lelah dan mungkin tidak akan sanggup lagi untuk berdebat lagi jika masuk 2 besar.
Hari itu adalah hari bahagia kami sekaligus sedih juga karna pada hari itu kami harus kembali ke Banjarmasin. Jadi, setelah pengumuman dan penyerahan piala jam 1 siang kami langsung ke Bandara tanpa melepas almameter sangking takut ketinggalan pesawat.
Alhamdulillah, kami kembali ke Banjarmasin dengan selamat dan bahagia, membawa piala dan mengharumkan nama UNLAM. Walaupun saya agak kecewa karena tidak bisa jalan2 ke tempat wisata di Bandung karena fokus belajar dan latihan, tetapi saya juga bersyukur bisa ke Bandung dengan gratis dan melihat situasi kota Bandung selama 4 hari. Setidaknya 4 hari yang berkesan itu membuat saya ingin kembali kesini lagi. InsyaAllah J
-Zulfa-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar