efect bunga berjatuhan

Rabu, 30 Agustus 2017

FKIP MENGABDI Desa Jelapat Baru









Setelah persiapan kurang lebih 3 bulan, akhirnya pada tanggal 24-27 Agustus 2017 Unit Kegiatan Mahasiswa Fkip Mengajar melaksanakan kegiatan program kerja FKIP Mengabdi di desa jelapat baru selama 4 hari 3 malam. Kegiatan ini merupakan program kerja terakhir dari departemen pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berbeda dengan program kerja sebelumnya yaitu Fkip mengajar. Jika program kerja fkip mengajar fokus kepada anak sekolahan, maka program fkip mengabdi ini lebih fokus kepada anak,sekolah, dan masyarakat. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari kota Banjarmasin. Perjalanan dilalui melalui perjalanan darat dan menyebrang memakai feri. Sebenarnya kegiatannya dimulai hari Kamis-Minggu, tetapi aku tiba disana sejak hari Jumat karena memiliki kesibukan di hari kamis. Aku berangkat hari Jumat pagi jam setengah 7 pagi menuju gerbang Unlam, sambil menunggu teman-teman dari ormawa lain yang berangkat bersama-sama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya sampailah kami di desa yang asri, desa jelapat baru.
Teman-teman ormawa langsung menuju sekolah, sedangkan aku menuju kerumah yang kami sewa disana untuk meletakkan barang-barang bawaan. Kami menyewa 2 rumah untuk laki-laki dan perempuan. Rumahnya dingin,nyaman, dan di pinggir sungai. Setelah menaruh barang aku lanjut ke sekolah. Aku membantu dikelas 4 yang kekurangan anggota untuk mengajar keterampilan. Pada waktu istirahat mahasiswa JPOK ikut berpartisipasi dengan memberikan materi senam dilapangan. Anak-anak terlihat gembira dan bahagia apalagi senamnya menggunakan lagu india hehe.. dan ternyata disana tidak pernah diajarkan senam, makanya anak-anak terlihat sangat antusias. Setelah selesai senam, semua murd dikumpulkan di aula dan diberi materi tentang bahaya obat-obat an terlarang oleh mahasiswa bimbingan konseling. Wah.. alhamdulillah banget bisa bekerja sama dengan ormawa tersebut. Mereka sangat pandai mencairkan suasana dan membuat anak-anak semangat. Karena hari Jumat maka anak-anak pulang sekitar jam setengah 12, para panitia perempuan bersiap-siap kembali ke basecamp dan yang laki-laki siap-siap untuk sholat Jumat. Setelah selesai sholat kami semua berkumpul di basecamp dan makan siang bersama panitia serta ormawa. Setelah makan kami mengadakan evaluasi. Alhamdulillah semua ormawa merasa puas dan senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan FKIP mengabdi ini. Setelah selesai evaluasi, para ormawa pulang ke Banjarmasin. Pada sore hari agenda kami adalah memancing, dan ternyata setelah para wanitanya menunggu lama  dan berharap para lelaki fkip mengajar datang membawa ikan untuk disantap, ternyata mereka hanya membawa 3 ikan kecil dan tidak bisa dimakan haha... okee, finally kami memutuskan untuk membeli tahu,tempe, dan jagung untuk dibakar pada malam harinya. Malam sabtu aku kurang bisa tidur karena aku selalu menganggap setiap kegiatan di fkip mengajar adalah tanggung jawabku, maka aku pantang tidur sebelum semua anggota fkip mengajar (terutama perempuan) sudah tidur. Keesokan harinya kami bangun pagi jam 4 shubuh. Kami sholat tahajud, sholah sunnah dan sholat shubuh dan dilanjutkan kultum. Ketika matahari mulai menampakkan cahayanya kami bergegas untuk menikmati pemandangan sunrise yang masyaAllah indahnya, oh ya btw karena rumah yang kami sewa dipinggir sungai maka kami tidak ada air PDAM disana, jadi kami mandi dan beraktivitas lainnya menggunakan air sungai dan ini merupakan pengalaman yang menarik dan benar-benar merasakan hidup didesa yang bergantung pada sungai. Next, setelah makan pagi kami langsung menuju sekolah dan agenda hari ini adalah games. Hari ini kami mngadakan lomba estapet kelereng, estapet gelang karet dan lomba rangking 1 untuk siswa siswi MI dan MTS. Hari ini full dengan kegiatan lapangan kecuali lomba rangking 1. Sekitar pukul 11 kami mengumpulkan anak-anak di aula untuk mengumumkan juara sekaligus pembagian hadiah. Setelah kegiatan disekolah selesai, kami kembali ke basecamp. Kami melanjutkan agenda yang ada di rundown. Para wanitanya kerumah kepala desa untuk melaksanakan demo cara membuat kue akar pinang kepada ibu-ibu PKK didesa jelapat baru. Sementara lelakinya bersiap-siap membeli bahan bangunan dan perlengkapan lainnya untuk renovasi sekolah, tetapi ada sebagian anggota yang tertidur karena kelelahan. Agenda membuat kue dan persiapan renovasi sekolah sudah rampung, kami memiliki waktu luang sekitar jam 3-jam 6 sore. Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincang-bincang dengan anak-anak disana. oh ya btw anak-anak disana ramah sekali, hampir tiap hari mereka datang ke basecamp kami, kadang aku tunjukan video-video motivasi kemereka sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya pendidikan. Aku melihat tangan mereka penuh dengan coretan henna, akhirnya aku tanya apakah merekan suka memakai henna kemudian aku ceritakan bahwa aku bisa mengukir henna hehe. Anak-anak langsung antusias minta dihennakan, tapi mereka minta dihenna dikaki karena kata mereka kalau ditangan akan dimarahin guru mereka hehe.. finally, di teras basecamp aku ngehenna anak-anak dan tak kusangka banyak anak-anak yang lain datang wkwk. Tapi aku senang dan bahagia, kayanya setiap pengabdian aku selalu ngehenna anak-anak haha..
Sorenya aku masih melakukan pendekatan dengan anak-anak, teman-teman yang lain kelelahan dan tertidur, aku duduk di pinggir sungai bersama anak-anak sambil melihat teman-teman yg laki-laki berenang dan melakukan atraksi-atraksi lucu disungai hahaa,, karena di rumah yang disewa laki-laki tidak ada kamar mandinya, maka mereka semua mandi langsung nyebur disungai hehe..
Pada sore itu aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Biasanya kalau dirumah aku selalu merasa bosan menikmati sore yang hanya dirumah, nonton tv, sedangkan disini aku bisa bermain dengan anak-anak, menikmati pemandangan sungai, melihat kapal yang lewat. Aku merasa bahagia jika didesa, aku bahagia bisa bermain bersama anak-anak.
Hari sudah mulai gelap, kami pun kembali kerumah masing-masing. Pada malamnya setelah sholat isya kami melakukan muhasabah diri. Hampir semua anggota menangis, malam itu suasana sungguh mengharukan dan berlimpahan air mata. Setelah selesai, kami istirahat dan tidur.
Keesokan harinya, hari Minggu adalah hari terakhir kami didesaaaaaaaaaaa. Setelah sholat shubuh kami langsung briefing , makan pagi dan langsung berangkat ke sekolah. Semua anggota berpartisipasi dalam merenovasi sekolah. Kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih gotong royong bersama warga disekolah dan disekitar halaman warga, mencat bangunan yang terlihat kusam, mengganti kawat di pinggiran jendela kelas dan membuat gorong-gorong untuk tempat membakar sampah.
Setelah kegiatan selesai kami makan bersama dengan warga, dan kembali ke basecamp untuk bersiap-siap membereskan barang-barang pribadi dan segera pulang.
Pukul 17.18 kami meninggalkan desa, berpamitan dan menuju Banjarmasin.
Ada banyak hal yang aku dapatkan setiap pengabdian ke desa, aku selalu merasa kurang puas dengan waktu 3 atau 4 hari. Itu menandakan aku sangat betah tinggal didesa, aku merasa tenang dan aku menemukan kepuasan hati dan kebahagiaan tersendiri didesa.

Semoga kegiatan selanjutnya aku bisa lebih lama tinggal didesa hehe #betahdidesa






Rabu, 16 Agustus 2017

Wanita

Wanita
Menjadi seorang wanita bukanlah hal yang mudah, namun menjadi seorang wanita adalah sebuah anugerah. Islam telah menempatkan wanita pada posisi istimewa. Islam memperlakukan wanita sebagai Ratu yang harus dihormati. Sayangnya ada beberapa pendapat yang menilai bahwa ruang gerak wanita itu terbatas sehingga sering terdengar istilah emansipasi wanita. Istilah ini terlihat menuntut wanita agar bisa sejajar dengan laki-laki. Wanita bisa memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki dll. Mulailah terjadi perbedaan pendapat antara wanita pekerja dan wanita rumah tangga. Mulailah terjadi perbedaan pendapat wanita harus sekolah yang tinggi melebihi laki-laki. Saya adalah seorang wanita yang jujur saja baru menyadari bahwa Islam memperlakukan wanita sebegitu istimewanya. Dulu saya memang ngotot ingin menjadi wanita yang hebat melebihi laki-laki, ternyata setelah saya belajar, membaca dan memahami Al-Quran dan hadist, apa yang ada di benak saya pada saat itu sangatlah salah. Sampai kapanpun wanita dan laki-laki itu berbeda kodrat dan hakikatnya, wanita dan laki-laki memiliki masing-masing kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi, sampai kapanpun wanita dan laki-laki tidak akan pernah sama.
1.     Wanita harus berpendidikan tinggi
Saya setuju 80% dengan pendapat ini. Namun ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan. Saya setuju jika seorang wanita harus berpendidikan tinggi namun hal yang selalu saya tekankan dalam diri saya pribadi adalah bukan sekolahnya yang penting namun belajarnya. Kalau memang kita memiliki kesempatan,waktu dan rezeki maka kuliah sampai sarjana bagi seorang wanita boleh-boleh saja, niatkan dari awal bahwa kuliah ini adalah sebagai ladang ibadah sehingga proses yang kita jalani selama di bangku perkuliahan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah. Hal yang bisa didapatkan ketika dibangku perkuliahan adalah saya melihat bahwa orang yang berpendidikan dan orang yang kurang berpendidikan akan terlihat bedanya saat dia menghadapi masalah, mengatur emosi, cara memperlakukan orang lain dan cara menilai sesuatu. Yang saya maksud berpendidikan disini adalah orang-orang yang memang benar-benar niat menuntut ilmu karena tidak semua orang yang berpendidikan benar-benar niat dalam belajar sehingga hasilnya tidak semua sarjana itu memang benar-benar “terdidik”. Semua tergantung niat awal, jika niat awalnya baik maka akan terlihat di akhir. Jika niat awal untuk kuliah adalah untuk memperbaiki diri, mencari wadah untuk terus berkarya dan haus akan ilmu, memanfaatkan ilmu yang kita dapat untuk kepentingan masyarakat sehingga kita menjadi pribadi yang bermanfaat maka hal ini harus diutamakan. Sedangkan kita tau bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama, kita memiliki rezeki yang berbeda-beda. Jika memang kita tidak memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, kita tidak memiliki kesempatan atau memang bukan rezekinya untuk berkuliah, maka janganlah kecewa. Menurut saya, wanita harus berpendidikan tinggi bukan berarti wanita harus kuliah, karena sesuai yang ada dipikiran saya tadi bahwa bukan sekolahnya yang penting, namun belajarnya. Toh yang namanya sekolah tidak selalu diinstitusi formal kan? Yang namanya belajar tidak mesti harus di bangku perkuliahan kan? Maka dari itu seorang wanita harus memiliki skill, wanita harus memiliki kelebihan yang akan membuat mereka dihargai dan dihormati sebagai seorang wanita. Maka dari itu wanita harus memiliki ilmu akademik maupun nonakademik. Bagaimana caranya?
a.     Ikut kursus: kalau memang tidak sanggup untuk kuliah jangan biarkan diri kita stuck tanpa prestasi. Kita harus tetap terus mengembangkan diri kita, kita harus tetap memiliki sikap haus akan ilmu dan terus belajar. Kita bisa ikut kursus menjahit, kursus masak, dll sesuai dengan hobi dan kesukaan kita. Intinya at least wanita harus memiliki 1 skill yang membuat mereka menjadi produktif dan mandiri.
b.     Ikut komunitas: ikut komunitas juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Kita juga bisa nambah teman, nambah relasi bahkan banyak info-info dan kesempatan yang bakal kita temukan jika ikut dalam sebuah komunitas, tentunya komunitas yang memang benar-benar tujuannya untuk menebar manfaat.
c.      Membaca buku/akses internet: dizaman yang serba teknologi saat ini, kita diberikan kemudahan untuk belajar, membaca buku pun bisa melalui gadget yang kita punya, kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan membaca, aksesnya udah mudah, tinggal ngumpulin niat buat belajar. Kalau mau bikin sesuatu tinggal ketik keyword nya di google atau mau liat tutorial something tinggal akses di youtube. Intinya dengan zaman yang serba mudah sekarang kita harus benar-benar teliti dan bijak dalam menggunakannya untuk manfaat.
2.     Wanita harus bekerja
Kalau ditanya tentang apakah wanita harus bekerja atau tidak maka jawaban saya adalah TIDAK. This is my opinion , bagi saya wanita tidak harus bekerja tetapi wanita harus memiliki penghasilan sendiri. Beda loh ya antara bekerja dengan berpenghasilan sendiri walaupun kata bekerja intinya memiliki penghasilan, tapi kalau berpenghasilan sendiri caranya tidak mesti bekerja. Teringat sebuah nasehat, setinggi apapun pendidikan wanita ia tetaplah akan menjadi ibu rumah tangga. Ini berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Dalam Islam, ketika wanita sudah menikah maka ia wajib berbakti kepada suaminya. Persoalan wanita harus bekerja atau tidak akan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan jika seorang wanita sudah memiliki suami apalagi memiliki anak. Ya kalau bagi saya sih karena passionnya bisnis jadi saya mencari penghasilan sendiri berdasarkan hobi yang saya suka. Tidak terkekang, tidak dibatasi, dan bekerja sesuai hati yang penuh cinta. Do what you love and love what you do. But, everyone has their opinion and their own reasons why she needs to work. Saya juga tidak menyalahkan wanita yang bekerja, saya malah kagum dengan wanita tersebut yang bisa membagi waktunya. Intinya semua orang punya perspektif cara pandang, dan  alasan tentang hal diatas.

Kesimpulannya adalah bagi saya wanita yang berpendidikan bukanlah wanita yang telah menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya, wanita berpendidikan adalah wanita yang hebat, mandiri, produktif, berpikir cerdas, serta selalu melibatkan Allah dalam segala urusannya. Semoga kita menjadi wanita yang hebat ya yang bukan hanya bisa berpoles riasan make up, yang bukan hanya mengandalkan fisik semata namun yang bisa berpikir cerdas sehingga wanita ini akan menghasilkan generasi-generasi yang cerdas pula dimasa depan.

Di suatu malam,16 Agustus 2017
Zulfa

Rabu, 09 Agustus 2017

Experience is the best teacher


If you read all of my previous blog, maybe you’ll find story about my dreams that always come true. However, it doesn’t mean my life is always good, my dreams are always come true. BIG NO!
Yang namanya kegagalan itu udah mentok di hidup aku. Aku bersyukur selama hidup 21 tahun ini aku dikasih cobaan, kegagalan yang selalu menjadi pelajaran dihidupku. Entah sudah berkali-kali aku menghadapi situasi kegagalan, aku lupa bahkan tak terhitung. Jadi mungkin aku akan ceritakan momen-momen kegagalan yang sangat membekas dihati hehe.
Aku mulai dari kisah perjalanan hidupku dari kecil yaa.
Sejak kecil aku dianggap anak yang cakap karena rajin dan suka membaca, maka dari itu orang tua ku memutuskan untuk menyekolahkan ku di TK pada umur 3 tahun yang normalnya anak masuk TK berumur 4 tahun pada waktu itu. Sejak TK aku sudah bisa membaca, aku menjadi anak murid yang paling muda dan bergaul dengan anak-anak diatas umurku. Ketika hendak masuk SD , ternyata aku tidak diterima karena umurku yang muda. Minimal berumur 6 tahun kalau mau masuk SD, alhasil aku tetap tinggal di TK dan menjalani proses belajar di TK selama 3 tahun (sangking rajinnya wkwk).
Setelah berumur 6 tahun aku masuk SD, aku dan orang tua memilih masuk SD yang dekat dengan rumah. Setiap hari aku jalan kaki untuk kesekolah dengan uang jajan 2000 per hari setiap harinya. Sejak kelas 1 SD aku membantu orang tua ku berjualan kue. Kalau di sekolah aku membantu dengan menitipkannya ke kantin sekolah, jadi setiap bel pulang berbunyi aku langsung menuju kantin untuk mengambil uang dan tempat kue yang aku titipkan. Setelah pulang sekolah aku kembali berjualan kacang telur buatan ibu ku berkeliling gang dengan meneriakan “kacang, kacanggg”, tidak pernah ada rasa malu untuk berjualan, jika dagangan habis maka aku diberi upah es kero. Ada rasa bahagia ketika mendapatkan hasil dari sebuah jerihpayah. Sejak itu jiwa dagang ku mulai tumbuh. Aku mulai sadar orang tua ku tidak akan selalu bisa memberikan apa yang aku inginkan karena ekonomi kami yang terbatas pada saat itu. Sejak kecil aku diajarkan jika ingin mendapatkan sesuatu harus ada usaha dulu. Ketika kelas 4 sd aku mulai tertarik untuk ikut ekskul paduan suara, aku senang bernyanyi hingga ikut grup musik panting di sekolah, aku ikut lomba paduan suara namun gagal, kemudian aku lebih fokus d grup musik panting. Suatu hari SD ku di undang salah satu stasiun televisi lokal untuk menampilkan berbagai macam jenis ekskul disekolah sekaligus promo sekolah pada saat itu.  aku sangat semangat karena masuk tv haha.. kami pun rajin berlatih untuk menampilkan yang terbaik, aku pun mulai menjaga pola makan ku agar suara ku tidak hilang saat tampil. Pada hari H semuanya berkumpul, guru-guru dan orang tua murid mendampingi ke studio, semua para pemain di dandani secantik mungkin, dan kami pun diberi arahan oleh produser tentang melihat ke kamera wkk.. pada hari itu semua rempong namun ketika sudah selesai kami pun bahagia bisa menampilkan yang terbaik apalagi masuk tv hehe..
Sejak kelas 5 SD aku terkenal tomboi loh.. parah deh tomboinya tapi tetap tomboi syariah wkwk karena sejak kelas 4 SD aku memutuskan untuk memakan kerudung ke sekolah karena menutupi rambut yang berwarna kuning wwkw. Dari kecil senang berteman dengan cowok karena asik aja.. ketika di akhir-akhir semester kelas 5, aku mendapatkan surprise dari pelatih musik panting ku beliau mengatakan bahwa grup musik kami mendapatkan kesempatan sebagai perwakilan dari Kalimantan Selatan dalam ajang festival musik tradisi nusantara di Jakarta. Kami pun berlatih hingga berbulan-bulan.. itu adalah kali pertama saya naik pesawat gratis hehe pada tahun 2006. Itu adalah pengalaman pertama saya bertemu dan berkumpul dengan teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Asrama kami bersebelahan dengan anak-anak Maluku Utara, mereka sangat ramah dan friendly. Sayangnya, walau kami sudah berusaha maksimal berlatih ternyata yang menjadi juara adalah dari Medan hehe.. meski begitu kami tetap bersyukur karena sudah menampilkan yang terbaik. Sejak itu semangat saya bertambah untuk bisa jalan-jalan gratis lagi.
Hal-hal yang selalu aku ingat saat SD adalah ketomboy-an ku, aku senang berteman dengan laki-laki, uang jajan Cuma 2000, pulang sekolah jalan kaki rombongan, sejak kelas 4 suka bahasa inggris dan bahasa arab, selalu ranking 1 berturut-turut paling mentok masuk 3 besar,senang bernyanyi , dulu pernah ikut lomba nyanyi disekolah, ah terlalu banyak lomba karena sejak kecil aku suka menambah pengalaman,dan terkenal dikalangan guru hee sangking lincahnya.
Okeh, kisah diatas adalah kisah singkat perjalanan hidupku saat SD. Now we move to SMP.
Ketika SD aku memang dikenal sebagai murid yang berprestasi, namun ketika Ujian Nasional nilai ku lumayan jeblok dan hanya mendapatkan nilai rata2 6,3. Karena menyesuaikan dengan nilaiku , akhirnya aku bersekolah di SMP Negeri dekat rumah. Ya, jarak adalah prioritas nomor 1 saat memilih sekolah alhasil dari TK sampai SMP aku selalu memilih sekolah yang dekat rumah. Kalau diSD aku jalan kaki nah kalau di SMP ada peningkatan dikit lah wkwk. Ketika kelas 1 SMP aku beli sepeda yeay.. sepeda cewe berkeranjang, ya awalnya bahagia memakai sepeda kesekolah sampai akhirnya aku mendapatkan kejadian yang membuat ku trauma memakai sepeda berkeranjang. Kejadian apakah itu???????
So, kejadian itu bermula saat pagi hari ketika aku ingin pergi berangkat ke sekolah, aku berangkat dengan wajah bahagia dan semangat yang tinggi, ditengah perjalanan seseorang berteriak diarah berlawanan “Zulfaaaaaaaaa” akupun spontan melihat kebelakang karena penasaran siapa yang memanggil namaku tersebut, saat melihat kebelakang aku ceroboh tidak melihat lagi kedepan dan finally “brukkkkkk” sepeda kesayanganku menabrak truk yang sedang parkir dijalanan. Keranjang sepeda ku hancur, daguku berdarahan. Jleb sakittt rasanya namun aku harus tetap kuat dan melanjutkan perjalanan ke sekolah. Kejadian tersebut bisa dibilang konyol sih masa truk diam ditabrak wkwk tapi aku bersyukur truk tersebut tidak dalam keadaan menyala. Sejak kejadian tersebut entah kenapa aku agak sedikit trauma naik sepeda yang ada keranjangnya. Akhirnya setelah sepedaku rusak, aku kembali jalan kaki saat pergi dan pulang sekolah.
Ketika kelas 1 SMP semester 2 aku ditunjuk sebagai KETUA OSIS,, whahahaaaa sumpah deh ini pengalaman yang agak loco sih, aneh tapi nyata. Ketika MOS aku memang dikenal sebagai murid yang aktif, entah kena angin apa saat pemilihan ketua osis aku ditujuk sebagai salah satu kandidat dan gatau kenapa terpilih. Entah nasib atau takdir wkwk. Akupun menjalani masa-masa SMP ku dengan sibuk berorganisasi bukan hanya 1 periode tapi 2 periode. Yap! 2 tahun berturut-turut aku menjadi ketua osis. Kerjaan ku tiap Jumat pergi ke kelas-kelas untuk meminta sumbangan sukarela untuk kegiatan sekolah, atau sumbangan orang tua murid yang meninggal. Kalau sudah giliran masuk kekelas kaka tingkat kelas 3 adudududuhhh kerjaannya di bully karena ada kaka kelas yang “katanya” suka he. Anaknya pendiam dan super super intovert tapi ganteng juga hehehe.. sempat dekat dan SMS an ala-ala anak alay maklum masa-masa virus merah jambu he. Btw saat SMP aku ikut lomba story telling antar kelas aja sih. Saat itu aku membawakan kisah Timun Mas. Dan alhamdulillah juara 1 hehe, ketika menjabat sebagai ketua osis aku juga pernah mengadakan acara jumat bertaqwa, acara motivasi islami buat remaja yang di isi oleh ustad Abay abu hamzah. Aku agak sedikit lupa darimana aku kenal beliau. Beliau penulis buku “melawan dengan cinta”. Sejak SMP aku suka membaca buku-buku motivasi, ikut seminar motivasi yang mampu membangkitkan semangat belajarku. Btw dulu pas SMP kreatifitasku agak terhambat, akses informasi yang aku dapat sangat minim, sehingga ketika SMP aku hanya eksis sebagai anak organisasi. Kalau soal akademik, alhamdulillah aku juga masih masuk dalam jajaran 3 besar rangking dikelas. Walau sebenarnya gak pinter2 juga sih mungkin karena lebih rajin aja hehe. Selain dikenal sebagai anak organisasi aku juga dikenal sebagai otak dagang. Ya, jiwa dagang sejak SD masih terbawa sampai SMP. Aku jualan gorengan resoles, roti goreng, bakpao dll. Aku senang berjualan, aku senang mendapatkan uang dari hasil jualan sendiri. Bukan hanya berjualan makanan, dulu aku juga berjualan buku motivasi loh, sejenis buku motivasi islami dan aku jual sebesar 3000. Sejak kecil aku memang senang mencari uang sendiri, bagiku mendapatkan uang hasil jerih payah sendiri adalah hal yang sangat menyenangkan. Aku bisa membeli barang-barang dan jajan dengan uangku sendiri. Bisa menikmati apa yang sudah aku usahakan. Ternyata memiliki penghasilan sendiri itu menyenangkan, walau selalu ada pengorbanan dibalik semua yang kita dapatkan.
Then, moment yang paling aku ingat saat SMP adalah pengalaman menjadi ketua osis 2 periode, kesemsem sama kaka kelas wkwk dan oh iya satu lagi dulu aku pernah di hina sebagai cewek yang bermental kerupuk loh oleh pelatih gerak jalan. Dulu aku ikut lomba gerak jalan nah saat latihan dihina dan di ejek mental kerupuk. Lupa juga kenapa. Yang pasti kata-kata itu sangat menusuk dan aku ingat sampai sekarang hahaa.. aku gak pernah dendam namun kata-kata itu aku ingat dan aku jadikan acuan untuk bisa membuktikan bahwa aku bukan wanita yang bermental kerupuk.
So, let’s move to SMA. Setelah selesai di SMP aku bingung apakah mau melanjutkan ke SMA atau SMK. Karena saat memilih SMA atau SMK sama saja dengan menentukan masa depan, kalau masuk SMK aku bisa memiliki keahlian dan bisa juga melanjutkan kuliah. Jujur, dulu aku pengen banget masuk SMK jurusan menjahit tapi apa daya biaya masuk SMK pada saat itu sangat mahal sedangkan orang tua ku memiliki keterbatasan biaya. Akhirnya aku masuk SMA saja karena biayanya lebih ringan. Seperti biasa aku masuk disekolah yang tidak jauh dari rumah dan alhamdulillah masuk sekolah negeri jadi biaya yang dikeluarkan cukup ringan. Awal masuk SMA aku mendapatkan kelas yang sangat rusuh haha.. orang-orangnya bisa dikatakan cukup bandel. Ketika ada lomba kebersihan antar kelas pun, kelas ku lah yang mendapatkan kelas terkotor. Dulu waktu kelas X aku pernah mendapatkan kegagalan yang luar biasa dala mata pelajaran Fisika. Aku mendapatkan nilai 2 dalam ulangan, ahaha shock berat dan membuat ku anti IPA hhee. Awalnya sejak masuk SMA aku sudah mengatur mimpi dan masa depanku untuk bisa berkuliah di jurusan kesehatan. Dulu cita-citaku  adalah menjadi dokter atau gak yaa perawat lah. Dulu aku sangat mencintai dunia kesehatan bahkan dulu aku membuat SMS motivasi “klinik cinta Zafa” dimana hampir setiap hari aku mengirimkan sms yang berisi tentang informasi kesehatan sangking ambisinya ingin menjadi dokter. Namun setelah mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran fisika aku mengurungkan niat untuk berkecimpung didunia kesehatan dan perlahan mulai meninggalkan mata pelajaran IPA. Kalau mata pelajaran IPA aku paling tinggi di mapel KIMIA, aku senang dengan mata pelajaran kimia karena gurunya baik dan pelajarannya sangat menantang, sedangkan biologi aku kurang berminat karena terlalu banyak nama ilmiah yang sangat sulit untuk aku ingat . nah sedangkan untuk fisika ini benar-benar mematikan. Padahal aku senang matematika tapi untuk hitungan fisika aku menyerah!.  Tibalah penjurusan. Ketika pembagian raport, again alhamdulillah aku selalu mendapatkan rangking 3 besar. Btw walaupun sejak SD aku selalu masuk rangking 3 besar aku tidak pernah merasa diriku pintar loh, karena aku tau betul aku tidak terlalu serius dalam belajar hanya saja rajin, gesit dan selalu tekun mengerjakan tugas dari guru, mungkin itu kuncinya kalau masalah pintar gak juga sih buktinya aku dapat nilai 2 saat ulangan haha..
Oh ya btw saat SMA again aku jualan sambil sekolah, jualan bapkpao, gorengan , jualan pulsa dll. Pokoknya semua aku jual deh asal bisa dapat duit jajan lebih karena uang saku ku 5rb saja perhari, beda dengan teman-teman lain yang rata2 10.000 per hari. Makanya buat uang jajan tambahan, aku jualan makanan kalau ada sisa ya dimakan sendiri itung2 hemat hehe, selain itu aku juga membawa botol minum setiap hari untuk menghemat. Trust me it works! Kita itu pasti perlu minum setiap hari kan, nah daripada beli mending bawa sendiri dari rumah dan ini benar2 membuat kantongku hemat haha..
Kalau masalah kegagalan wah banyak hal-hal di masa SMA yang sulit untuk dilupakan. Ketika diakhir semester kelas 1 sekitar tahun 2012 aku melihat pengumuman di mading tentang beasiswa belajar bahasa inggris selama 2 tahun di lab bahasa Universitas Lambung Mangkurat dan program itu benar-benar gratis dan mendapatkan biaya akomodasi setiap pertemuan, jadi setiap kita belajar disana kita malah dibayar bukan membayar. Akupun semangat jika melihat program yang gratis, akhirnya lewat guru bahasa inggrisku aku bertanya dan mengajukan diri untuk ikut seleksi. Aku mulai mengisi formulir dan menulis essai motivasi. Aku sangat semangat mengikuti program apalagi yang fullyfunded hehe. Ketika sudah menyelesaikan berkas, aku menitipkan berkas ku ke teman yang juga ikut seleksi program itu. ketika pengumuman tiba, Alhamdulillah aku lolos mendapatkan beasiswa belajar Bahasa Inggris selama 2 tahun di Lab Bahasa Unlam, sedangkan temanku yang mengantarkan berkas ku belum berhasil. Sedih, tapi apa daya Allah yang mengatur semua.
Sejak diterima di program Access English Microscholarship, kegiatanku mulai bertambah selain sekolah yaitu belajar bahasa inggris setiap Seni dan Rabu dari jam 3 sore sampai setengah 6 sore. Setiap datang kami diberi uang jajan sebesar 10.000 per pertemuan namun uang tersebut dibayarkan sebulan sekali. Semenjak mengikuti program itu mindset, polapikir ku berubah. Banyak hal yang bermanfaat yang aku dapatkan dari program itu. aku mulai senang dengan Bahasa Inggris, aku mulai mengenal budaya Amerika yang membuat ku semangat untuk ke luar negri, program ini juga membuka mata hatiku bahwa pentingnya mendapatkan pendidikan yang tinggi. Aku sangat sangat bersyukur bisa ikut ACCESS, setiap tahunnya selalu ada program yang menarik dan selalu saja ada program dimana kami berkumpul dengan bule-bule kece. Mereka datang untuk memperkenalkan budaya Amerika mulai dari permainannya, sejarah hingga makanannya. Suatu saat ada pengumuman tentang Access Camp. Access Camp itu program camping di Jakarta dimana semua anak-anak Access berkumpul dari Access di seluruh Indonesia dan kegiatan ini gratis. Nah salah satu syarat untuk bisa mengikuti Access Camp di Jakarta ialah jumlah kehadiran 100% nah pada saat itu aku hanya tidak hadir 1 kali karena ada acara keluarga di Martapura, finally aku gagal ikut Access Camp. Kisah lebih lengkapnya ada di blog sebelum-sebelumnya wkk, walaupun gagal di Access Camp, tidak lama kemudian akupun berangkat ke Jakarta gratis karena memenangkan lomba poster.
Ketika SMA aku juga mengikuti Bina Taqwa Pelajar Indonesia program pembinaan mental jasmani dan rohani. Program ini dilaksanakan di Kapal KRI Banda Aceh 451 bersama murid-murid SMA yang terpilih diseluruh Indonesia dan bersama TNI Angkatan laut. Kami tinggal dikapal perang dan berkegiatan di kepulauan seribu tepatnya di Pulau Tidung.
Aku juga mengikuti ekskul Greenschool yang berfokus pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Aku bukanlah orang yang pintar, otak ku biasa-biasa aja, maka dari itu aku berprinsip untuk selalu menonjolkan diriku diluar akademik agar bisa dikenang dan selalu diingat oleh guru-guru disekolah.
Setiap kegagalan yang aku dapatkan selalu menjadi pelajaran dalam hidupku yang sangat berharga dan pelajaran tersebut membuat ku sadar bahwa setiap kegagalan yang kita dapatkan akan selalu terkandung hikmah didalamnya, akan selalu ada kejutan dibalik setiap kegagalan yang kita dapatkan. Kegagalan adalah pengalaman berharga yang tidak ada nilainya. Ia akan selalu membuat kita dewasa dan menyadarkan kita arti keikhlasan dan lapang dada.
Jangan takut gagal
Keep mooving on!
And get your Success in Life.


ZULFA

Senin, 19 Juni 2017

Perjalanan ke Desa Jelapat Baru



Untuk kesekian kalinya aku berkunjung ke sebuah desa. Ya, sejak mengikuti  UKM FKIP MENGAJAR jiwa petualang ku kembali menyala, maklum sejak SMA suka menjelajah kemana-mana eh pas kuliah malah jadi mahasiswa kupu-kupu tanpa prestasi selama 4 semester.
Kali ini perjalanan ku ke Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban Kabupaten Barito kuala.

Aku berangkat bersama 8 temanku yang lain. Kali ini tujuan kami adalah untuk survey. Iyap, survey untuk kegiatan salah satu program kerja Departemen pengabdian masyarakat yaitu FKIP MENGABDI
Sebagai ketua departemen pengabdian masyarakat aku dituntut untuk ikut dalam kegiatan survey ini karena agenda ini juga menjadi salah satu bagian dari tanggung jawabku.

Kali ini desa yang kami tuju merupakan daerah perairan sungai barito, maka dari itu kami harus menyebrang sungai selama kurang lebih 20 menit.
Jam 7.30 kami berkumpul di depan kampus lalu berangkat ke dermaga penyebrangan, sepanjang jalan menyebrang sungai suasana adem nya sangat mendukung ditambah pemandangan batubara dan kapal-kapal besar. Wah kalimantan ini kaya di benak saya. Setelah menikmati suasana menyebrang tibalah kami di dermaga penyebrangan Tamban, kami dijemput oleh salah satu anggota FKIP Mengajar yang lokasi tempat tinggalnya didaerah sana. Setelah sampai kami melanjutkan perjalanan menuju desa sekitar 20 menitan,, sepanjang jalan terlihat indahnya sawah hijaunya padi dan suasana sepi khas desa. Ahh, entah kenapa akhir-akhir ini aku mencintai desa sejak bertemu dengan orang-orang yang mengajarkan ku arti pentingnya bersyukur hidup dikota, Sejak bertemu orang-orang yang mengajarkan ku betapa pentingnya dalam hidup ini untuk melihat kebawah agar lebih bersyukur.  Aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika berkunjung ke desa, KETENANGAN. Ya, sebuah perasaan yang sulit didapat ketika di kota. Ketika aku berada didesa aku merasakan ketenangan dan kebahagiaan ketika bertemu dengan orang-orang yang ramah dan santun, ketika berada didesa aku belajar betapa pentingnya mengendalikan nafsu dunia terhadap harta, jabatan, uang dan segalanya yang sifatnya hanya sementara. Selalu ada pelajaran yang aku dapatkan ketika berada didesa.

 Ketika sampai ditujuan agenda kami adalah mengunjungi rumah kepala desa untuk membicarakan rundown kegiatan disana. oh ya btw ini survey yang kedua kalinya jadi kami hanya memfix an izin disana. setelah kerumah kepala desa dan mendapatkan dukungan penuh dari beliau kami pun survey rumah yang akan kami sewa selama kegiatan disana (4 hari 3 malam) kami tertarik di sebuah rumah di pinggir sungai dimana suasana disana cukup adem, angin sepoi2 dan bisa sekalian wisata sungai hheee... setelah selesai survey tempat nginap didesa, kami berkunjung ke sekolah. Saya sempat shock melihat keadaan kelas disini, kursi-kursi setengah hancur, meja-meja kelas yang berhamburan, buku-buku berserakan, toilet yang tidak layak pakai, dll. Hati saya cukup miris melihat keadaan sekolah yang seperti ini, saya sangat bersyukur bisa bersekolah disekolah Negri yang bagus sampai sekarang, saatnya kita harus membawa sebuah perubahan sebagai bentuk realisasi dari rasa syukur kita. Setelah melihat kondisi sekolah kami pun melakukan kunjungan ke rumah kepala sekolah, kami meminta izin untuk mengadakan kegiatan mengajar disana dan Alhamdulillah untuk kesekian kalinya niat kami disambut dengan baik. Kami diizinkan untuk mengelola sekolah secara full selama 3 hari. Bahagiaa sekaliiiiiiiiiii... ini merupakan kesempatan emas bagi anggota fkip mengajar untuk belajar mengajar, belajar mengelola kelas, belajar mengelola sekolah dan bersosialisasi dengan warga sekitar karena proker Fkip mengabdi ini bukan hanya melibatkan sekolah saja namun langsung terjun di masyarakat. Ahh sayang sekali untuk agenda ini aku tak bisa mengikuti nya dikarenakan bentrok dengan jadwal PPL  maklum sudah semester 7. Aaaaaa udah memasuki semester akhir, rasanya aku masih ingin terus berkarya,terus berorganisasi tapi apalah daya aku juga harus fokus ke studi ku, aku harus bisa menyelesaikan skripsiku agar dengan mudah meraih mimpi-mimpi ku yang lain setelah lulus kuliah.
Semoga nanti kegiatan FKIP Mengabdi ini akan berjalan dengan lancar, bisa membawa dampak positif, membangun perubahan dari hal yang terkecil step by step insyaAllah.
FKIP MENGAJAR....... MENGABDI GASAN BANUA !!!!!

Senin, 05 Juni 2017

1 tahun Mahasiswa Jumba

1 tahun Mahasiswa Jumba (Mahasiswa Jumat Berbagi)

Sebenarnya aku pun tidak tau pasti kapan gerakan ini dilahirkan :D. Kalau kamu membaca postingan aku sebelumnya disana memang tidak dijelaskan secara detail kapan tanggal munculnya mahasiswa jumba ini.
Baiklah, karena cukup memusingkan aku memutuskan bahwa lahirnya mahasiswa jumba di minggu pertama bulan ramadhan. Kenapa? Karena agenda pertama kami dilaksanakan di bulan ramadhan tahun 2016 maka anniversary nya pun akan dilaksanakan pada bulan ramadhan juga.
Hah? Anniv? Wkwkw

Jadi sebenarnya bukan anniv sih tapi lebih ke acara syukuran karena sudah setahun mahasiswa jumba konsisten melaksanakan kegiatan berbagi.

Aku pun dan teman-teman lainnya berencana untuk melaksanakan kegiatan buka bersama dengan anak yatim. Kalau tahun kemarin kami melaksanakan buka bersama di panti asuhan, maka tahun ini kami melaksanakan buka bersama di rumah yatim. Awalnya kami ingin hari Jumat, namun pihak rumah yatim ternyata memiliki agenda tersendiri pada hari Jumat dan yang kosong adalah hari kamis finally kami putuskan untuk berbuka puasa bersama pada  hari Kamis 1 Juni (6 Ramadhan 1438) bersama 20 anak rumah Yatim.

Persiapannya cukup singkat hanya 4 hari, sedangkan pada saat itu kami yang berasal dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat memasuki minggu tenang sebelum ujian dimana minggu tenang itu sangat banyak tugasssss.. aku pun berusaha tenang dan menyicil satu persatu tugas. Aku meminta tolong kepada teman-teman lainnya untuk bisa berbagi tugas dalam melaksanakan acara syukuran ini. Alhamdulillah jika kita bekerja bersama-sama maka semua akan terasa lebih mudah.


Agenda kali ini akan ada sambutan dari pihak rumah yatim, perkenalan apa itu mahasiswa jumba, perkenalan peserta, materi motivasi, pemberian santunan, potong kue, doa bersama dan buka puasa bersama serta foto bersama.

Kami pun mulai ngeshare informasi kegiatan di media sosial khususnya di instagram @mahasiswa_jumba, dan Alhamdulillah responnya cukup banyak, banyak yang berpartisipasi, banyak yang berdonasi. Walaupun tahun ini yang berdonasi tidak sebanyak tahun kemarin karena waktu yang mepet, tetapi yang berpartisipasi dalam agenda tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren.

Waktu berjalan hari demi hari, tak terasa sudah H-1, konsumsi sudah dipesan, kue sudah dipesan, pembagian tugas acara sudah, santunan sudah disiapkan dan tinggal menunggu hari esok. Pada hari Rabu siang, aku melanjutkan menyelesaikan tugas kuliah agar bisa fokus di kegiatan di hari kamis. Tiba-tiba telpon saya berdering, kemudian aku angkat dan mulailah percakapan dengan seorang lelaki. aku terkejut dia mengenalkan diri sebagai produser salah satu tv swasta, dia mengundang aku untuk menjadi narasumber di sebuah acara talkshow, dia ingin aku berbincang-bincang santai untuk menjelaskan apa itu mahasiswa jumba. Awalnya aku bingung karena aku pikir mahasiswa jumba bukan sebuah komunitas, bukan sebuah gerakan besar, hanya gerakan biasa saja dan menurutku masih belum pantas terlalu di ekspose haha. namun, aku berpikir ini lah kesempatan untuk mengenalkan dan menjelaskan jumba ini yaaa hitung-hitung bisa nambah donatur hehee.. aku pun mengajak teman ku Lisa dan kami harus taping jam 11 pagi di hari Kamis. Yap, tepat di hari agenda syukuran 1 tahun mahasiswa jumba. Disana aku menjelaskan secara detail tentang awal mula nya mahasiswa jumba, kegiatannya apa saja, sumber dana nya darimana dll. Aku rasa ini merupakan kado terindah dan merupakan semangat baru untuk mahasiswa jumba untuk terus berbagi.

Sore nya aku langsung pergi ke Rumah Yatim untuk mempersiapkan semua. Ada 20 anak yatim yang akan kami santuni. Acara dimulai jam 5 namun anak-anak dirumah yatim tersebut sudah duluan datang ssatu am sebelum acara dimulai. Sembari menanti teman-teman yang lain, aku berbincang-bincang dengan salah satu pengurus rumah yatim disana. ternyata rumah yatim ini memiliki lebih dari 200 anak asuh, namun hanya 7 orang yang tinggal diasrama, selebihnya tinggal dirumah masing-masing namun biaya pendidikan ditanggung oleh pihak rumah yatim ini hingga selesai. Sambil berbincang-bincang terbesit dipikiranku untuk mengadakan acara buka bersama 100 anak-anak kurang mampu di Banjarmasin. Aku mulai membayangkan tahun depan syukuran mahasiswa jumba akan lebih meriah dan akan diisi oleh anak-anak panti asuhan, rumah yatim dan rumah kanker. Aku ingin gerakan ini bisa lebih banyak menebar manfaatnya walau aku sadar gerakan ini masih banyak kendala-kendala yang dihadapi, toh namanya juga mimpi, gak ada yang salah ka, toh dulu juga aku bermimpi ingin memiliki gerakan sosial seperti ini dan ternyata Allah mengabulkannya hingga konsisten bertahan selama setahun belakangan ini. Selain itu aku juga pernah bermimpi untuk menjadi seorang narasumber yang harapannya bisa menginspirasi banyak orang untuk sama-sama berbuat kebaikan Alhamdulillah tidak disangka-sangka aku malah diundang di acara talkshow tv swasta lokal dan menjadi narasumber disana. ahh hobi ku adalah bermimpi, aku senang sekali bermmimpi, aku selalu mempunyai target-target yang ingin aku capai selama hidup ini toh Allah tidak diam, Allah with us, semoga apa saja yang aku mimpikan bisa menjadi coretan-coretan indah karena mimpi-mimpi  tersebut akan terwujud.  Okay kembali ke laptop. Setelah perbincangan yang cukup lama dengan pengurus anak yatim finally teman-teman saya yang lain berdatangan. Yuk acara kita mulai ... acara dipimpin oleh teman aku Desy Helma, acara awal pembukaan, sambutan dan perkenalan rumah yatim di isi oleh ka Tari dia menjelaskan apa itu rumah yatim beserta program-programnya. Kemudian sambutan dari perwakilan mahasiswa jumba yang kebetulan diisi oleh saya, saya mengucapkan terima kasih sekaligus memperkenalkan sejarah mahasiswa jumba. Kemudian setiap orang yang hadir peserta maupun anak-anak rumah yatim memperkenalkan dirinya masing-masing. Anak-anaknya terlihat malu-malu karena mayoritas dari mereka adalah remaja smp dan sma. Oh ya sebelum acara mulai ada temanku yang datang dan memberi santunan 20 amplop untuk diberikan kepada anak yatim, sebenarnya dari aku sendiri pun sudah mempersiapkan 20 amplop, finally setiap anak yatim mendapatkan 2 amplop hehe.

Acara ditutup dengan pemotongan kue dan makan bersama serta foto bareng, semua terlihat bahagia semua nampak terlihat gembira. Aku yakin konsep berbagi itu membahagiakan benar-benar terbukti, maka dari itu aku selalu semangat untuk mengajak teman-teman dalam kegiatan berbagi karena sebenarnya dengan berbagi kita telah membahagiakan orang lain dan sadar atau tidak sadar dengan membahagiakan orang lain secara tidak langsung kita juga turut membahagiakan diri sendiri. So, berbagi itu membahagiakan J
















Kamis, 25 Mei 2017

Mahasiswa Jumba (Mahasiswa Jumat Berbagi)

Mahasiswa Jumba as known as Mahasiswa Jumat Berbagi.
Bukan sebuah organisasi, bukan sebuah paguyuban. Untuk menyebutnya sebuah komunitas pun aku tak berani. Didirikan atas kemauan pribadi pada bulan Juni 2016. Pada saat itu aku berbincang-bincang bersama senior di kampusku, kak Putri. “Kak, aku pengen deh punya wadah perkumpulan untuk kita berbagi membantu sesama, terkadang aku bingung mau nyumbang kemana.”
“boleh, ide yang bagus tuh.” Kata kak Putri. Terus aku mulai menyampaikan ide ku “aku sudah terpikir untuk membentuk perkumpulan kita kak, namanya Mahasiswa Jumba”
“hahaha yang benar aja, masa kita mau Zumba zul?”
“lahh,bukan itu kak ini Jumba bukan Zumba. Mahasiswa Jumba itu singkatan Jumat Bersedekah/Berbagi.”
“oalahh,, bagus bagus tuh idenya mantap.” Kata kak Putri.
Yap, sedikit perbincangan ini cukup membuat ku ketawa. Aku memang sengaja membuat kata-kata Jumba karena pada saat itu lagi hits sekali orang-orang yang Zumba, pengucapan Zumba pun kadang diucapkan dengan kata Jumba seakan Zumba dan Jumba itu sama hehe, sehingga hal tersebut membuat ku memiliki kesempatan memperkenalkan Jumba lebih jauh.
Awalnya aku hanya ingin mengaplikasikan ilmu leadership yang aku dapat ketika mengikuti Program Beyond Access, tetapi lambat laun aku sadar bahwa kewajiban berbagi itu adalah kewajiban kita semua apalagi sebagai mahasiswa.
Suatu hari dibulan Ramadhan beasiswa dari pemerintah masuk ke rekening ku. Saat itu aku sudah berniat untuk berbuka puasa dengan anak-anak panti menggunakan uang beasiswa tersebut, tiba-tiba aku berpikir untuk mengajak teman-teman ku yang lain untuk ikut bergabung dan mulai mengumpulkan donasi sekaligus meresmikan perkumpulan mahasiswa sebagai wadah untuk berbagi yaitu mahasiswa Jumba. Ilmu sedderhana yang aku dapat ketika kursus design grafis setelah lulus SMA membuat ku langsung bergerak membuat sebuah desain pamplet untuk disebar. Aku mulai mendesain redaksi dan meyebarkannya ke media sosial. Ternyata kegiatan mengumpulkan donasi dan mengajak orang lain untuk berbagi adalah hal yang menyenangkan.
Saat itu aku hanya bermodalkan nekat ke panti asuhan Al-muawannah dan mengatasnamakan diri sebagai Mahasiswa Jumba walaupun pada saat itu akupun tak tau gambaran kegiatan yang akan aku lakukan nanti seperti apa. “ah, yang penting kita berbuat baik dulu, yang penting kita mulai dulu, kalau kelamaan mikir nanti ga akan jadi-jadi” pikirku saat itu.
Tak ada yang menyangka, ternyata banyak ang berpartisipasi dalam kegiatan buka puasa bersama mahasiswa Jumba, sekitar 20 orang mahasiswa berpartisipasi dan banyak yang berdonasi. Bahkan dosen saya pun berdonasi 500.000 pada saat itu yang membuat saya semangat dalam mengadakan kegiatan berbagi ini hehe.
Satu-satunya hal yang membuat saya semangat adalah ketika banyak yang berpartisipasi dan berdonasi, karena pada saat itu saya merasa tidak sendiri dan merasa disupport.
Hari menjelang buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan semakin dekat. Pada saat itu saya sangat bingung untuk mengatur acara. Apakah hanya sekedar buka puasa bersama atau ditambah agenda lain, akhirnya teman-teman saya yang lai memberikan saran untuk menambhakan agenda lain yaitu training motivasi. Untungnya saya memiliki teman-teman yang luar biasa sehingga saya dengan mohon meminta bantuan mereka untuk mengisi acara dan alhamdulillah mereka bersedia.
Alhamdulillah Pada saat hari H ,acaranya berjalan dengan lancar walaupun diiringi hujan deras.
Dan pada saat itu banyak sekali pertanyaan, apa itu mahasiswa Jumba, apa saja kegiatannya dll. Hal tersebut membuat saya berpikir spontan dan tiba-tiba berkata “kegiatan mahasiswa jumba adalah berbagi nasi bungkus dihari Jumat” walaupun pada saat itu saya masih belum tau gambaran jelas nya seperti apa.
Dan sampai sekarang hampir satu tahun mahasiswa jumba terus ada terus semangat menebar semangat berbagi , walau tidak ada kaderisasi karena mahasiswa jumba adalah murni sebagai wadah untuk berbagi bukan untuk menambah daftar organisasi.
Kegiatannya pun sangat beragam, mulai dari berbagi nasi, berbagi ilmu, berbagi kado dll dan biasanya kami melakukan kegiatan bukan hanya dipinggir jalan tetapi di panti asuhan,panti jompo, rumah sakit bahkan rumah kanker.
Semoga mahasiswa jumba takkan pernah lenyap oleh waktu, terus menebar semangat berbagi tanpa henti.

Zulfa










Senin, 15 Mei 2017

Perjalanan Ke Desa Pulau Nyiur

Perjalanan ke Desa Pulau Nyiur

Sabtu, 6 Mei 2017 untuk kedua kali nya Fkip Mengajar mengabdi di desa untuk mengajar dan berbagi. Agenda kali ini Fkip mengajar bekerja sama dengan BEM Universitas Lambung Mangkurat dalam memperingati hari pendidikan nasional.
Kali ini desa tujuan kami adalah Desa Pulau Nyiur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.
Agenda kami adalah pengelolaan perpustakaan di SDN pulau Nyiur 2 dan mengajar di SD Filial Pulau Nyiur 2. Perjalanan yang kami tempuh sekitar satu jam setengah dari Banjarmasin. Kali ini kami naik sepeda motor masing-masing karena perjalanan nya tidak cukup jauh.
Saya mendapat bagian untuk mengajar di SD Filial pulau Nyiur 2. Mengajar sejarah pendidikan dan keterampilan dari sedotan. Jujur saja, awalnya saya tidak bisa mengikuti kegiatan ini karena padatnya jadwal ngehenna. Pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan terbesar saya. Disisi lain saya perlu uang untuk keperluan sehari-hari karena pada bulan April kemaren pekerjaan saya lumayan sepi, namun disisi lain saya juga ingin menambah pengalaman saya ke desa karena sepertinya saya jatuh cinta dengan desa sejak mengenal dia *eh
2 hari 2 malam saya terus berpikir bagaimana saya harus membagi waktu yang super full ini. Akhirnya mau tidak mau saya harus mengcancel 1 jadwal henna saya di hari sabtu dan menyelesaikan 6 pengantin dihari Jumat hingga larut malam. Finally, besok paginya bisa ikut mengajar di SD Filial Pulau Nyiur walaupun setelah mengajar malamnya saya harus ngehenna 1 pengantin lagi. Aaaaaaaa what a tired day!!! But, I was happy.
Perjalanan dipagi hari disambut awan yang mendung dan gerimis yang romantis. perjalanan yang cukup melewati medan yang berat dan berkelok. Sampai lah disebuah desa yang cukup sepi, asri dan sepanjang jalan melewati pemandangan pohon karet yang sangattttttt indah.
Pertama kali menginjakkan kaki di SD Filial Pulau Nyiur 2, anak-anak disana sangat antusias menyambut kedatangan kami, mereka langsung berlarian,berteriak dan menyalami kami satu persatu. Saya sangat terharu luar biasa, anak-anak didesa sangat menghargai sosok seorang guru dan orang baru yang datang ke desa mereka.
Setelah perkenalan yang diawali dengan games, kami mulai masuk ke kelas masing-masing,  
Karena sebelumnya saya sangat sibuk dan jarang ikut rapat, akhirnya saya hanya ikut mengajar keterampilan bukan materi, saya mengajar di kelas 4. Muridnya hanya 5 orang. Yap, 5 siswa saja. Bangunan sekolah lumayan memprihatinkan, banyak kayu-kayu yang berlubang sehingga kita bisa melihat kegiatan mengajar dikelas sebelahnya.
Awalnya kami ingin mengajar keterampilan dari sedotan, namun ketika diperjalanan salah satu anggota kelompok kami mengatakan bahwa sedotannya tertinggal dan yang ada hanyalah kertas origami. Akhirnya kami mencari solusi finally kertas origami kami gulung-gulung hingga menyerupai sedotan wkwk
Kelasnya pun cukup ribut, bukan karena muridnya tetapi suara kelas sebelah yang cukup nyaring sehingga suaranya menebus dinding kelas.
setelah selesai, kami semua berkumpul dilapangan dan mengadakan sambutan-sambutan dari ketua BEM ULM dll sebelum berpisah.
Setelah jam 12.30 kami semua berpamitan kepada seluruh pihak SD Filial Pulau Nyiur 2 dan kembali berkumpul ke SDN Pulau Nyiur 2 untuk sholat dan makan. Sekitar jam 13.30 kami meninggalkan Desa Pulau Nyiur dan kami menuju tempat wisata Sungai Kambang untuk melepas penat sekalian refreshing. Siang yang cukup panas dan pengap tak membuat semangat kamu luntur untuk teaching and travelling. Pemandangan di Sungai Kambang cukup bagus, air yang mengalir mengingatkan saya pada suasana didesa Loklahung. Entah kenapa kangen berat sama desa itu. Terlalu banyak kenangan manis sehingga sulit untuk dilupakan heheee


Dan ketikan waktu mulai sore kami pun pulang dengan segera, sekitar jam 5 sore kami singgah di mesjid Gambut untuk sholat Ashar dan sekitar jam 6 kami sampai dirumah masing-masing. Setelah itu saya beristirahat sejenak, setelah magrib saya kembali ngehenna kerja lagi hahaaaa Zulfa strong, Zulfa wanita kuat, Zulfa tak boleh lelah.. begitulah cara saya menyemangati diri sendiri agar selalu semangat dan bisa mengatur kesibukan yang ada.