efect bunga berjatuhan

Rabu, 30 Agustus 2017

FKIP MENGABDI Desa Jelapat Baru









Setelah persiapan kurang lebih 3 bulan, akhirnya pada tanggal 24-27 Agustus 2017 Unit Kegiatan Mahasiswa Fkip Mengajar melaksanakan kegiatan program kerja FKIP Mengabdi di desa jelapat baru selama 4 hari 3 malam. Kegiatan ini merupakan program kerja terakhir dari departemen pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berbeda dengan program kerja sebelumnya yaitu Fkip mengajar. Jika program kerja fkip mengajar fokus kepada anak sekolahan, maka program fkip mengabdi ini lebih fokus kepada anak,sekolah, dan masyarakat. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari kota Banjarmasin. Perjalanan dilalui melalui perjalanan darat dan menyebrang memakai feri. Sebenarnya kegiatannya dimulai hari Kamis-Minggu, tetapi aku tiba disana sejak hari Jumat karena memiliki kesibukan di hari kamis. Aku berangkat hari Jumat pagi jam setengah 7 pagi menuju gerbang Unlam, sambil menunggu teman-teman dari ormawa lain yang berangkat bersama-sama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya sampailah kami di desa yang asri, desa jelapat baru.
Teman-teman ormawa langsung menuju sekolah, sedangkan aku menuju kerumah yang kami sewa disana untuk meletakkan barang-barang bawaan. Kami menyewa 2 rumah untuk laki-laki dan perempuan. Rumahnya dingin,nyaman, dan di pinggir sungai. Setelah menaruh barang aku lanjut ke sekolah. Aku membantu dikelas 4 yang kekurangan anggota untuk mengajar keterampilan. Pada waktu istirahat mahasiswa JPOK ikut berpartisipasi dengan memberikan materi senam dilapangan. Anak-anak terlihat gembira dan bahagia apalagi senamnya menggunakan lagu india hehe.. dan ternyata disana tidak pernah diajarkan senam, makanya anak-anak terlihat sangat antusias. Setelah selesai senam, semua murd dikumpulkan di aula dan diberi materi tentang bahaya obat-obat an terlarang oleh mahasiswa bimbingan konseling. Wah.. alhamdulillah banget bisa bekerja sama dengan ormawa tersebut. Mereka sangat pandai mencairkan suasana dan membuat anak-anak semangat. Karena hari Jumat maka anak-anak pulang sekitar jam setengah 12, para panitia perempuan bersiap-siap kembali ke basecamp dan yang laki-laki siap-siap untuk sholat Jumat. Setelah selesai sholat kami semua berkumpul di basecamp dan makan siang bersama panitia serta ormawa. Setelah makan kami mengadakan evaluasi. Alhamdulillah semua ormawa merasa puas dan senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan FKIP mengabdi ini. Setelah selesai evaluasi, para ormawa pulang ke Banjarmasin. Pada sore hari agenda kami adalah memancing, dan ternyata setelah para wanitanya menunggu lama  dan berharap para lelaki fkip mengajar datang membawa ikan untuk disantap, ternyata mereka hanya membawa 3 ikan kecil dan tidak bisa dimakan haha... okee, finally kami memutuskan untuk membeli tahu,tempe, dan jagung untuk dibakar pada malam harinya. Malam sabtu aku kurang bisa tidur karena aku selalu menganggap setiap kegiatan di fkip mengajar adalah tanggung jawabku, maka aku pantang tidur sebelum semua anggota fkip mengajar (terutama perempuan) sudah tidur. Keesokan harinya kami bangun pagi jam 4 shubuh. Kami sholat tahajud, sholah sunnah dan sholat shubuh dan dilanjutkan kultum. Ketika matahari mulai menampakkan cahayanya kami bergegas untuk menikmati pemandangan sunrise yang masyaAllah indahnya, oh ya btw karena rumah yang kami sewa dipinggir sungai maka kami tidak ada air PDAM disana, jadi kami mandi dan beraktivitas lainnya menggunakan air sungai dan ini merupakan pengalaman yang menarik dan benar-benar merasakan hidup didesa yang bergantung pada sungai. Next, setelah makan pagi kami langsung menuju sekolah dan agenda hari ini adalah games. Hari ini kami mngadakan lomba estapet kelereng, estapet gelang karet dan lomba rangking 1 untuk siswa siswi MI dan MTS. Hari ini full dengan kegiatan lapangan kecuali lomba rangking 1. Sekitar pukul 11 kami mengumpulkan anak-anak di aula untuk mengumumkan juara sekaligus pembagian hadiah. Setelah kegiatan disekolah selesai, kami kembali ke basecamp. Kami melanjutkan agenda yang ada di rundown. Para wanitanya kerumah kepala desa untuk melaksanakan demo cara membuat kue akar pinang kepada ibu-ibu PKK didesa jelapat baru. Sementara lelakinya bersiap-siap membeli bahan bangunan dan perlengkapan lainnya untuk renovasi sekolah, tetapi ada sebagian anggota yang tertidur karena kelelahan. Agenda membuat kue dan persiapan renovasi sekolah sudah rampung, kami memiliki waktu luang sekitar jam 3-jam 6 sore. Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincang-bincang dengan anak-anak disana. oh ya btw anak-anak disana ramah sekali, hampir tiap hari mereka datang ke basecamp kami, kadang aku tunjukan video-video motivasi kemereka sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya pendidikan. Aku melihat tangan mereka penuh dengan coretan henna, akhirnya aku tanya apakah merekan suka memakai henna kemudian aku ceritakan bahwa aku bisa mengukir henna hehe. Anak-anak langsung antusias minta dihennakan, tapi mereka minta dihenna dikaki karena kata mereka kalau ditangan akan dimarahin guru mereka hehe.. finally, di teras basecamp aku ngehenna anak-anak dan tak kusangka banyak anak-anak yang lain datang wkwk. Tapi aku senang dan bahagia, kayanya setiap pengabdian aku selalu ngehenna anak-anak haha..
Sorenya aku masih melakukan pendekatan dengan anak-anak, teman-teman yang lain kelelahan dan tertidur, aku duduk di pinggir sungai bersama anak-anak sambil melihat teman-teman yg laki-laki berenang dan melakukan atraksi-atraksi lucu disungai hahaa,, karena di rumah yang disewa laki-laki tidak ada kamar mandinya, maka mereka semua mandi langsung nyebur disungai hehe..
Pada sore itu aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Biasanya kalau dirumah aku selalu merasa bosan menikmati sore yang hanya dirumah, nonton tv, sedangkan disini aku bisa bermain dengan anak-anak, menikmati pemandangan sungai, melihat kapal yang lewat. Aku merasa bahagia jika didesa, aku bahagia bisa bermain bersama anak-anak.
Hari sudah mulai gelap, kami pun kembali kerumah masing-masing. Pada malamnya setelah sholat isya kami melakukan muhasabah diri. Hampir semua anggota menangis, malam itu suasana sungguh mengharukan dan berlimpahan air mata. Setelah selesai, kami istirahat dan tidur.
Keesokan harinya, hari Minggu adalah hari terakhir kami didesaaaaaaaaaaa. Setelah sholat shubuh kami langsung briefing , makan pagi dan langsung berangkat ke sekolah. Semua anggota berpartisipasi dalam merenovasi sekolah. Kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih gotong royong bersama warga disekolah dan disekitar halaman warga, mencat bangunan yang terlihat kusam, mengganti kawat di pinggiran jendela kelas dan membuat gorong-gorong untuk tempat membakar sampah.
Setelah kegiatan selesai kami makan bersama dengan warga, dan kembali ke basecamp untuk bersiap-siap membereskan barang-barang pribadi dan segera pulang.
Pukul 17.18 kami meninggalkan desa, berpamitan dan menuju Banjarmasin.
Ada banyak hal yang aku dapatkan setiap pengabdian ke desa, aku selalu merasa kurang puas dengan waktu 3 atau 4 hari. Itu menandakan aku sangat betah tinggal didesa, aku merasa tenang dan aku menemukan kepuasan hati dan kebahagiaan tersendiri didesa.

Semoga kegiatan selanjutnya aku bisa lebih lama tinggal didesa hehe #betahdidesa






Tidak ada komentar:

Posting Komentar