If you read all of my previous blog,
maybe you’ll find story about my dreams that always come true. However, it
doesn’t mean my life is always good, my dreams are always come true. BIG NO!
Yang namanya kegagalan itu udah
mentok di hidup aku. Aku bersyukur selama hidup 21 tahun ini aku dikasih
cobaan, kegagalan yang selalu menjadi pelajaran dihidupku. Entah sudah
berkali-kali aku menghadapi situasi kegagalan, aku lupa bahkan tak terhitung.
Jadi mungkin aku akan ceritakan momen-momen kegagalan yang sangat membekas
dihati hehe.
Aku mulai dari kisah perjalanan hidupku
dari kecil yaa.
Sejak kecil aku dianggap anak yang cakap
karena rajin dan suka membaca, maka dari itu orang tua ku memutuskan untuk
menyekolahkan ku di TK pada umur 3 tahun yang normalnya anak masuk TK berumur 4
tahun pada waktu itu. Sejak TK aku sudah bisa membaca, aku menjadi anak murid
yang paling muda dan bergaul dengan anak-anak diatas umurku. Ketika hendak
masuk SD , ternyata aku tidak diterima karena umurku yang muda. Minimal berumur
6 tahun kalau mau masuk SD, alhasil aku tetap tinggal di TK dan menjalani
proses belajar di TK selama 3 tahun (sangking rajinnya wkwk).
Setelah berumur 6 tahun aku masuk SD, aku
dan orang tua memilih masuk SD yang dekat dengan rumah. Setiap hari aku jalan
kaki untuk kesekolah dengan uang jajan 2000 per hari setiap harinya. Sejak
kelas 1 SD aku membantu orang tua ku berjualan kue. Kalau di sekolah aku
membantu dengan menitipkannya ke kantin sekolah, jadi setiap bel pulang
berbunyi aku langsung menuju kantin untuk mengambil uang dan tempat kue yang
aku titipkan. Setelah pulang sekolah aku kembali berjualan kacang telur buatan
ibu ku berkeliling gang dengan meneriakan “kacang, kacanggg”, tidak pernah ada
rasa malu untuk berjualan, jika dagangan habis maka aku diberi upah es kero. Ada rasa bahagia ketika
mendapatkan hasil dari sebuah jerihpayah. Sejak itu jiwa dagang ku mulai
tumbuh. Aku mulai sadar orang tua ku tidak akan selalu bisa memberikan apa yang
aku inginkan karena ekonomi kami yang terbatas pada saat itu. Sejak kecil aku
diajarkan jika ingin mendapatkan sesuatu harus ada usaha dulu. Ketika kelas 4
sd aku mulai tertarik untuk ikut ekskul paduan suara, aku senang bernyanyi
hingga ikut grup musik panting di sekolah, aku ikut lomba paduan suara namun
gagal, kemudian aku lebih fokus d grup musik panting. Suatu hari SD ku di
undang salah satu stasiun televisi lokal untuk menampilkan berbagai macam jenis
ekskul disekolah sekaligus promo sekolah pada saat itu. aku sangat semangat karena masuk tv haha..
kami pun rajin berlatih untuk menampilkan yang terbaik, aku pun mulai menjaga
pola makan ku agar suara ku tidak hilang saat tampil. Pada hari H semuanya
berkumpul, guru-guru dan orang tua murid mendampingi ke studio, semua para
pemain di dandani secantik mungkin, dan kami pun diberi arahan oleh produser
tentang melihat ke kamera wkk.. pada hari itu semua rempong namun ketika sudah
selesai kami pun bahagia bisa menampilkan yang terbaik apalagi masuk tv hehe..
Sejak kelas 5 SD aku terkenal tomboi
loh.. parah deh tomboinya tapi tetap tomboi syariah wkwk karena sejak kelas 4
SD aku memutuskan untuk memakan kerudung ke sekolah karena menutupi rambut yang
berwarna kuning wwkw. Dari kecil senang berteman dengan cowok karena asik aja..
ketika di akhir-akhir semester kelas 5, aku mendapatkan surprise dari pelatih
musik panting ku beliau mengatakan bahwa grup musik kami mendapatkan kesempatan
sebagai perwakilan dari Kalimantan Selatan dalam ajang festival musik tradisi
nusantara di Jakarta. Kami pun berlatih hingga berbulan-bulan.. itu adalah kali
pertama saya naik pesawat gratis hehe pada tahun 2006. Itu adalah pengalaman
pertama saya bertemu dan berkumpul dengan teman-teman baru dari seluruh
Indonesia. Asrama kami bersebelahan dengan anak-anak Maluku Utara, mereka
sangat ramah dan friendly. Sayangnya, walau kami sudah berusaha maksimal berlatih
ternyata yang menjadi juara adalah dari Medan hehe.. meski begitu kami tetap
bersyukur karena sudah menampilkan yang terbaik. Sejak itu semangat saya
bertambah untuk bisa jalan-jalan gratis lagi.
Hal-hal yang selalu aku ingat saat SD
adalah ketomboy-an ku, aku senang berteman dengan laki-laki, uang jajan Cuma
2000, pulang sekolah jalan kaki rombongan, sejak kelas 4 suka bahasa inggris
dan bahasa arab, selalu ranking 1 berturut-turut paling mentok masuk 3
besar,senang bernyanyi , dulu pernah ikut lomba nyanyi disekolah, ah terlalu
banyak lomba karena sejak kecil aku suka menambah pengalaman,dan terkenal
dikalangan guru hee sangking lincahnya.
Okeh, kisah diatas adalah kisah singkat perjalanan
hidupku saat SD. Now we move to SMP.
Ketika SD aku memang dikenal sebagai
murid yang berprestasi, namun ketika Ujian Nasional nilai ku lumayan jeblok dan
hanya mendapatkan nilai rata2 6,3. Karena menyesuaikan dengan nilaiku ,
akhirnya aku bersekolah di SMP Negeri dekat rumah. Ya, jarak adalah prioritas
nomor 1 saat memilih sekolah alhasil dari TK sampai SMP aku selalu memilih
sekolah yang dekat rumah. Kalau diSD aku jalan kaki nah kalau di SMP ada
peningkatan dikit lah wkwk. Ketika kelas 1 SMP aku beli sepeda yeay.. sepeda
cewe berkeranjang, ya awalnya bahagia memakai sepeda kesekolah sampai akhirnya
aku mendapatkan kejadian yang membuat ku trauma memakai sepeda berkeranjang.
Kejadian apakah itu???????
So, kejadian itu bermula saat pagi hari
ketika aku ingin pergi berangkat ke sekolah, aku berangkat dengan wajah bahagia
dan semangat yang tinggi, ditengah perjalanan seseorang berteriak diarah
berlawanan “Zulfaaaaaaaaa” akupun spontan melihat kebelakang karena penasaran
siapa yang memanggil namaku tersebut, saat melihat kebelakang aku ceroboh tidak
melihat lagi kedepan dan finally “brukkkkkk” sepeda kesayanganku menabrak truk
yang sedang parkir dijalanan. Keranjang sepeda ku hancur, daguku berdarahan.
Jleb sakittt rasanya namun aku harus tetap kuat dan melanjutkan perjalanan ke
sekolah. Kejadian tersebut bisa dibilang konyol sih masa truk diam ditabrak
wkwk tapi aku bersyukur truk tersebut tidak dalam keadaan menyala. Sejak
kejadian tersebut entah kenapa aku agak sedikit trauma naik sepeda yang ada keranjangnya.
Akhirnya setelah sepedaku rusak, aku kembali jalan kaki saat pergi dan pulang
sekolah.
Ketika kelas 1 SMP semester 2 aku
ditunjuk sebagai KETUA OSIS,, whahahaaaa sumpah deh ini pengalaman yang agak
loco sih, aneh tapi nyata. Ketika MOS aku memang dikenal sebagai murid yang
aktif, entah kena angin apa saat pemilihan ketua osis aku ditujuk sebagai salah
satu kandidat dan gatau kenapa terpilih. Entah nasib atau takdir wkwk. Akupun
menjalani masa-masa SMP ku dengan sibuk berorganisasi bukan hanya 1 periode
tapi 2 periode. Yap! 2 tahun berturut-turut aku menjadi ketua osis. Kerjaan ku
tiap Jumat pergi ke kelas-kelas untuk meminta sumbangan sukarela untuk kegiatan
sekolah, atau sumbangan orang tua murid yang meninggal. Kalau sudah giliran
masuk kekelas kaka tingkat kelas 3 adudududuhhh kerjaannya di bully karena ada
kaka kelas yang “katanya” suka he. Anaknya pendiam dan super super intovert
tapi ganteng juga hehehe.. sempat dekat dan SMS an ala-ala anak alay maklum
masa-masa virus merah jambu he. Btw saat SMP aku ikut lomba story telling antar
kelas aja sih. Saat itu aku membawakan kisah Timun Mas. Dan alhamdulillah juara
1 hehe, ketika menjabat sebagai ketua osis aku juga pernah mengadakan acara
jumat bertaqwa, acara motivasi islami buat remaja yang di isi oleh ustad Abay
abu hamzah. Aku agak sedikit lupa darimana aku kenal beliau. Beliau penulis
buku “melawan dengan cinta”. Sejak SMP aku suka membaca buku-buku motivasi,
ikut seminar motivasi yang mampu membangkitkan semangat belajarku. Btw dulu pas
SMP kreatifitasku agak terhambat, akses informasi yang aku dapat sangat minim,
sehingga ketika SMP aku hanya eksis sebagai anak organisasi. Kalau soal
akademik, alhamdulillah aku juga masih masuk dalam jajaran 3 besar rangking
dikelas. Walau sebenarnya gak pinter2 juga sih mungkin karena lebih rajin aja
hehe. Selain dikenal sebagai anak organisasi aku juga dikenal sebagai otak
dagang. Ya, jiwa dagang sejak SD masih terbawa sampai SMP. Aku jualan gorengan
resoles, roti goreng, bakpao dll. Aku senang berjualan, aku senang mendapatkan
uang dari hasil jualan sendiri. Bukan hanya berjualan makanan, dulu aku juga
berjualan buku motivasi loh, sejenis buku motivasi islami dan aku jual sebesar
3000. Sejak kecil aku memang senang mencari uang sendiri, bagiku mendapatkan uang
hasil jerih payah sendiri adalah hal yang sangat menyenangkan. Aku bisa membeli
barang-barang dan jajan dengan uangku sendiri. Bisa menikmati apa yang sudah
aku usahakan. Ternyata memiliki penghasilan sendiri itu menyenangkan, walau
selalu ada pengorbanan dibalik semua yang kita dapatkan.
Then, moment yang paling aku ingat saat
SMP adalah pengalaman menjadi ketua osis 2 periode, kesemsem sama kaka kelas
wkwk dan oh iya satu lagi dulu aku pernah di hina sebagai cewek yang bermental
kerupuk loh oleh pelatih gerak jalan. Dulu aku ikut lomba gerak jalan nah saat
latihan dihina dan di ejek mental kerupuk. Lupa juga kenapa. Yang pasti
kata-kata itu sangat menusuk dan aku ingat sampai sekarang hahaa.. aku gak
pernah dendam namun kata-kata itu aku ingat dan aku jadikan acuan untuk bisa
membuktikan bahwa aku bukan wanita yang bermental kerupuk.
So, let’s move to SMA. Setelah selesai di
SMP aku bingung apakah mau melanjutkan ke SMA atau SMK. Karena saat memilih SMA
atau SMK sama saja dengan menentukan masa depan, kalau masuk SMK aku bisa
memiliki keahlian dan bisa juga melanjutkan kuliah. Jujur, dulu aku pengen
banget masuk SMK jurusan menjahit tapi apa daya biaya masuk SMK pada saat itu
sangat mahal sedangkan orang tua ku memiliki keterbatasan biaya. Akhirnya aku
masuk SMA saja karena biayanya lebih ringan. Seperti biasa aku masuk disekolah
yang tidak jauh dari rumah dan alhamdulillah masuk sekolah negeri jadi biaya
yang dikeluarkan cukup ringan. Awal masuk SMA aku mendapatkan kelas yang sangat
rusuh haha.. orang-orangnya bisa dikatakan cukup bandel. Ketika ada lomba
kebersihan antar kelas pun, kelas ku lah yang mendapatkan kelas terkotor. Dulu
waktu kelas X aku pernah mendapatkan kegagalan yang luar biasa dala mata
pelajaran Fisika. Aku mendapatkan nilai 2 dalam ulangan, ahaha shock berat dan
membuat ku anti IPA hhee. Awalnya sejak masuk SMA aku sudah mengatur mimpi dan
masa depanku untuk bisa berkuliah di jurusan kesehatan. Dulu cita-citaku adalah menjadi dokter atau gak yaa perawat
lah. Dulu aku sangat mencintai dunia kesehatan bahkan dulu aku membuat SMS
motivasi “klinik cinta Zafa” dimana hampir setiap hari aku mengirimkan sms yang
berisi tentang informasi kesehatan sangking ambisinya ingin menjadi dokter.
Namun setelah mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran fisika aku
mengurungkan niat untuk berkecimpung didunia kesehatan dan perlahan mulai
meninggalkan mata pelajaran IPA. Kalau mata pelajaran IPA aku paling tinggi di
mapel KIMIA, aku senang dengan mata pelajaran kimia karena gurunya baik dan
pelajarannya sangat menantang, sedangkan biologi aku kurang berminat karena
terlalu banyak nama ilmiah yang sangat sulit untuk aku ingat . nah sedangkan
untuk fisika ini benar-benar mematikan. Padahal aku senang matematika tapi
untuk hitungan fisika aku menyerah!. Tibalah penjurusan. Ketika pembagian raport,
again alhamdulillah aku selalu mendapatkan rangking 3 besar. Btw walaupun sejak
SD aku selalu masuk rangking 3 besar aku tidak pernah merasa diriku pintar loh,
karena aku tau betul aku tidak terlalu serius dalam belajar hanya saja rajin,
gesit dan selalu tekun mengerjakan tugas dari guru, mungkin itu kuncinya kalau
masalah pintar gak juga sih buktinya aku dapat nilai 2 saat ulangan haha..
Oh ya btw saat SMA again aku jualan
sambil sekolah, jualan bapkpao, gorengan , jualan pulsa dll. Pokoknya semua aku
jual deh asal bisa dapat duit jajan lebih karena uang saku ku 5rb saja perhari,
beda dengan teman-teman lain yang rata2 10.000 per hari. Makanya buat uang
jajan tambahan, aku jualan makanan kalau ada sisa ya dimakan sendiri itung2
hemat hehe, selain itu aku juga membawa botol minum setiap hari untuk
menghemat. Trust me it works! Kita itu pasti perlu minum setiap hari kan, nah
daripada beli mending bawa sendiri dari rumah dan ini benar2 membuat kantongku
hemat haha..
Kalau masalah kegagalan wah banyak
hal-hal di masa SMA yang sulit untuk dilupakan. Ketika diakhir semester kelas 1
sekitar tahun 2012 aku melihat pengumuman di mading tentang beasiswa belajar
bahasa inggris selama 2 tahun di lab bahasa Universitas Lambung Mangkurat dan
program itu benar-benar gratis dan mendapatkan biaya akomodasi setiap
pertemuan, jadi setiap kita belajar disana kita malah dibayar bukan membayar.
Akupun semangat jika melihat program yang gratis, akhirnya lewat guru bahasa
inggrisku aku bertanya dan mengajukan diri untuk ikut seleksi. Aku mulai
mengisi formulir dan menulis essai motivasi. Aku sangat semangat mengikuti
program apalagi yang fullyfunded hehe. Ketika sudah menyelesaikan berkas, aku
menitipkan berkas ku ke teman yang juga ikut seleksi program itu. ketika
pengumuman tiba, Alhamdulillah aku lolos mendapatkan beasiswa belajar Bahasa
Inggris selama 2 tahun di Lab Bahasa Unlam, sedangkan temanku yang mengantarkan
berkas ku belum berhasil. Sedih, tapi apa daya Allah yang mengatur semua.
Sejak diterima di program Access English
Microscholarship, kegiatanku mulai bertambah selain sekolah yaitu belajar
bahasa inggris setiap Seni dan Rabu dari jam 3 sore sampai setengah 6 sore. Setiap
datang kami diberi uang jajan sebesar 10.000 per pertemuan namun uang tersebut
dibayarkan sebulan sekali. Semenjak mengikuti program itu mindset, polapikir ku
berubah. Banyak hal yang bermanfaat yang aku dapatkan dari program itu. aku
mulai senang dengan Bahasa Inggris, aku mulai mengenal budaya Amerika yang
membuat ku semangat untuk ke luar negri, program ini juga membuka mata hatiku
bahwa pentingnya mendapatkan pendidikan yang tinggi. Aku sangat sangat bersyukur
bisa ikut ACCESS, setiap tahunnya selalu ada program yang menarik dan selalu
saja ada program dimana kami berkumpul dengan bule-bule kece. Mereka datang
untuk memperkenalkan budaya Amerika mulai dari permainannya, sejarah hingga
makanannya. Suatu saat ada pengumuman tentang Access Camp. Access Camp itu
program camping di Jakarta dimana semua anak-anak Access berkumpul dari Access
di seluruh Indonesia dan kegiatan ini gratis. Nah salah satu syarat untuk bisa
mengikuti Access Camp di Jakarta ialah jumlah kehadiran 100% nah pada saat itu
aku hanya tidak hadir 1 kali karena ada acara keluarga di Martapura, finally
aku gagal ikut Access Camp. Kisah lebih lengkapnya ada di blog
sebelum-sebelumnya wkk, walaupun gagal di Access Camp, tidak lama kemudian
akupun berangkat ke Jakarta gratis karena memenangkan lomba poster.
Ketika SMA aku juga mengikuti Bina Taqwa Pelajar
Indonesia program pembinaan mental jasmani dan rohani. Program ini dilaksanakan
di Kapal KRI Banda Aceh 451 bersama murid-murid SMA yang terpilih diseluruh
Indonesia dan bersama TNI Angkatan laut. Kami tinggal dikapal perang dan
berkegiatan di kepulauan seribu tepatnya di Pulau Tidung.
Aku juga mengikuti ekskul Greenschool
yang berfokus pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Aku bukanlah orang yang
pintar, otak ku biasa-biasa aja, maka dari itu aku berprinsip untuk selalu
menonjolkan diriku diluar akademik agar bisa dikenang dan selalu diingat oleh
guru-guru disekolah.
Setiap kegagalan yang aku dapatkan selalu
menjadi pelajaran dalam hidupku yang sangat berharga dan pelajaran tersebut
membuat ku sadar bahwa setiap kegagalan yang kita dapatkan akan selalu
terkandung hikmah didalamnya, akan selalu ada kejutan dibalik setiap kegagalan
yang kita dapatkan. Kegagalan adalah pengalaman berharga yang tidak ada
nilainya. Ia akan selalu membuat kita dewasa dan menyadarkan kita arti
keikhlasan dan lapang dada.
Jangan takut gagal
Keep mooving on!
And get your Success in Life.
ZULFA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar