efect bunga berjatuhan

Sabtu, 21 April 2018

Perjalanan ke HSS


Semenjak demisioner dari organisasi, aku jarang sekali berkegiatan diluar. Kuliah pun sudah habis dan tinggal menyusun skripsi. Aku merasa berada di titik sangat-sangat tidak produktif karena terbiasa sibuk setiap hari nya. Sejak awal 2018 aku memang fokus menyelesaikan skripsi dan mengembangkan bisnis henna ku, hampir 5 bulan aku mengerjakan skripsi dan akhirnya aku menemukan fakta bahwa aku tidak bisa mengambil data disemester ini karena anak-anak disekolah hendak UN sedangkan penelitianku memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan. Aku cukup terpukul dan sering menangis beberapa hari ini. aku tau cara untuk kembali bahagia adalah dengan liburan. Ya, aku memang senang berpetualang, berkelana ketempat baru, jalan-jalan, untuk menghilangkan stres. Adik-adik di fkip mengajarpun mengajak aku untuk mengikuti kegiatan pengabdian di desa pantai langsat HSS. Tanpa berpikir panjang aku pung mengiyakan untuk mengikuti kegiatan tersebut.kebetulan pada saat itu kak ifit dari kelas inspirasi juga ingin jalan-jalan ke HSS, jadi aku ajak saja untuk join di agenda ini. kegiatan pengabdian ini diadakan di sdn riam talo 2 dan sdn hulu banyu pada hari Jumat-Minggu 13-15 April 2018 sekolah ini adalah sekolah pengabdian ka Ale dari Indonesia Mengajar selama 1 tahun. Beliau lah yang membantu serta memfasilitasi selama kami berkegiatan disana.
Hari pertama aku berangkat dengan 28 anak lainnya naik yonif pada jam 7.30 kami berangkat dari meeting point di gedung serba guna ULM. Karna bertepatan dengan hari Jumat maka kami singgah di Kandangan untuk istirahat dan sholat jumat untuk laki-lakinya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai di riam talo kira-kira jam 3 siang. Kami bergegas membereskan barang bawaan kami dan berjalan kaki menuju kedalam desa. Tiba-tiba hujan deras menghampiri sebagian dari kami basah kuyup sebagian lainnya menggunakan jas hujan. Sampai dirumah warga, kami langsung istirahat sejenak dan bersiap untuk sholat ashar. Ketika sore hari sebagian dari kami ada yang mencek kesehatan warga dan sebagian lainnya mempersiapkan memasang banner disekolah termasuk aku. Setelah sholat ashar aku berjalan-jalan disekitar desa sembari mendekati anak-anak. Tak kusangka anak2 begitu ramah dan mudah menerima orang baru. Saat itu aku berkeliling sekolah di SDN Riam Talo 2 menyelusuri bangunan sekolah dan masuk ke beberapa kelas karna pada saat itu kelas-kelas tidak terkunci. Aku melihat banyak buku yang berserakan diatas meja dan serontak anak-anak mengambil buku tersebut dan menunjukan kepadaku bagian materi bernyanyi pada buku tersebut. Akhirnya kami pun bernyanyi bersama, melihat situasi anak-anak yang semangat belajar pada saat itu, aku pu mencoba memanfaatkan keadaan. Saat itu aku langsung mengajarkan mereka bahasa inggris dengan nyanyian, akhirnya kelas pun jadi ramai padahal sudah sore dan teman-teman diluar masih sibuk memasang banner kegiatan didepan sekolah.




Hari kedua semua anak-anak fkip mengajar bergegas untuk mengajar di sekolah yang sudah dibagi sesuai kelompok masing2. Pada saat itu aku tidak terlibat langsung karena peran ku disini hanya mendampingi bukan sebagai anggota organisasi ini lagi. Aku hanya mengawas di SDN Riam Talo 2 karena jaraknya lebih dekat dengan rumah. Setekah siang hari semua nya istirahat dan bersiap sholat zuhur, mayoritas dari kami ada yang tidur siang karena kelelahan. Pada sore harinya kami melakukan wawancara sekalian sosialisasi pendidikan ke tempat warga dan pada malam harinya kami melakukan diskusi internal tentang apa saja yang sudah didapat selama 2 hari didesa ditemani dengan api unggun didepan sekolah. Pada jam 11 malam kami kembali kerumah untuk berisitirahat. Salah satu teman kami yaitu Rere tiba-tiba sesak nafas dan semua badannya kejang, akhirnya kami mengevakuasi rere ke musholla dan membiarkan teman2 yang lain untuk istirahat. Awalnya aku mengira rere kesurupan, tapi aku positif thinking dan aku melihat dia hanya kelelahan. Hampir setengah jam di musholla rere belum sadar juga, teman-teman yang lain yang mendampingi rere di musholla sudah berusaha memijat, mengusap berbagai macam freshcare atau minyak kayu putih namun badan rere tetap saja kejang. Jujur aku agak panik saat itu karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena aku merasa tidak ada perkembangan, Akhirnya aku berinisiatif untuk mengobati rere dengan bacaan Alqur’an. Aku mulai membacakan surah ayat kursi, alfatihah 4 dan ayat di almatsurat kemudian aku tiupkan kebagian tubuh rere yang kejang dan alhamdulillah sebuah keajaiban tangannya melemah dan kembali normal. Melihat perkembangan tersebut akhirnya aku membacakan alquran dan ku tiupkan ke seluruh tubuhnya mulai dari tangan dan kaki yg kejang, leher hingga kepala sambil ku pijat. Alhamdulillah tidak lama kemudian badannya kembali normal dan rere tidur nyenyak. Setelah beberapa menit rere bangun dan kembali sadar. Akhirnya kami memberinya air hangat dan membiarkannya kembali tidur dengan nyenyak. Kamipun memutuskan untuk tidur di musholla menemani rere. Hufftttt semenjak kejadian itu aku merasa Alquran lah obat yang paling mujarab, dan tiba-tiba aku tertarik untuk belajar rukyah heheheh....
Hari terakhir di desa, kami bergegas membereskan barang-barang bawaan, dan pamitan dengan warga desa dan menuju desa loklahung untuk refreshing ke air terjun nya.
Jam 12 siang semua rombongan kembali pulang ke Banjarmasin, sementara aku dan kak ifit tetap tinggal di loksado karena ingin liburan sekalian mengikuti kegiatan di SD haratai 3 tepat keesokan harinya, hari senin.
Aku dan ka ifit nginap di mess ka gino relawan dari nusantara sehat.  Pada sore itu loksado diguyur hujan deras, aku berdoa semoga teman-teman yang lain yg sedang menuju banjarmasin pulang dengan selamat mengingat jalanan loksado yang sangat curam.
Keesokan harinya Senin 16 April 2018 aku menuju haratai 3 bersama ka Endah, relawan Indonesia mengajar yang ditempatkan disana. Pada saat itu aku sangat bahagia karna setelah setahun lamanya akhirnya aku bisa kembali ke desa ini lagi. Jalanannya yang menantang, curam, dan lumayan mengerikan tidak membuatku jera untuk berkunjung kesana. Sampai disana aku disambut dengan warga desa yang sangat ramah. Kali ini aku singgah dirumah mama vira, aku langsung mencari mama ritno, seorang ibu-ibu yang pernah aku henna tahun kemarin, dan aku memiliki moment tersendiri bersama mama ritno tahun lalu hihiiii. Setelah makan pagi bersama tidak lama kemudian mama ritno singgah kerumah dan akhirnya temu kangen deh sama beliau. Langsung aku tawarin henna deh dan akhirnya beliau mau padahal udah siap-siap mau memetik banih ke gunung,hhehe...
Sambil ngehenna beliau sambil ketawa ketiwi deh kami berdua mengingat momen-momen tahun kemarin wkwk Cuma kami berdua aja yang tauuu hihiiiii...






setelah bercanda ria dan selesai ngehenna, aku pamitan ke ibu-ibu di teras rumah tempat kami singgah untuk menuju ke sekolah. Akhirnya kami semua menuju sekolah untuk agenda BEKANTAN (bermain, berkawan dan bekegiatan). Sampailah di sdn haratai 3. Sekolah sd negeri yang berada dipelosok hulu sungai selatan.  Sampai disana kegiatan kami bermain, kami dibagi berkelompok dan aku bersama kelompok ku bermain domikado, dan juga main abc ada 5, setelah itu siapa yang kalah akan mendapatkan tantangan-tantangan seperti mencari 10 sampah plastik, bilang terima kasih ke semua guru, kompak ke kakak-kakaknya dll. Pada hari itu semua anak-anak senang sekalian kenalan denganku lebih dekat hehe.. pada hari itu hujan lebat menemani kegiatan kamii,, duhhh jadi inget persis kenangan tahun kemarin saat berkunjung kesini juga diguyur hujan, hufttt... setelah selesai berkegiatan bersama anak-anak, kami pun makan bersama anak-anak dan warga desa, makan nasi yang sudah di proses dengan cara mahumbal dan lauk pauk sederhana namun kebersamaannya membuat makanan saat itu menjadi sangat nikmat sekali.. 


aku merasa memiliki keluarga baru disana, warga-warganya sangat ramah sekali walaupun banyak perbedaan diantara kami.oh ya setelah makan aku ngehenna semua anak2 cewe disekolah ini loh termasuk beberapa warga desa juga hihihi hitung2 sebagai kenangan disini lahh..



 Pada sore harinya kami langsung turun keloksado, aku dan ka ifit mengambil barang di tempat ka gino dan singgah untuk sholat di mess kakak2 Indonesia mengajar. Setelah magrib kami semua langsung menuju kandangan menginap di SKB tempat dinasnya kakak2 PM. Besok paginya aku pamit dengan kakak2 PM semua dan sangat berterima kasih karna sudah memfasilitasi kami untuk bergabung di kegiatan mereka. Pagi itu aku langsung ke barabai sekalian jalan-jalan lagi heheh... alhamdulillah yaa.. ternyata jalan-jalan membuat ku lupa akan revisi hihiiiii gapapa lahhh yang penting kan bahagia, jangan lupa bahagia sobatt.......



Jumat, 20 April 2018

Sebuah Pelajaran Kehidupan




Aku akui tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan kenangan dan pengalaman.
Tahun dimana puncaknya aku berorganisasi. Ya, aku yang dulunya tidak pernah mengenal dunia organisasi, pada tahun ini aku ditunjuk sebagai kepala departemen pengabdian masyarakat di sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan yaitu UKM Fkip Mengajar di kampus ku yang tercinta, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Selama menjabat di organisasi ini, banyak sekali pelajaran hidup yang aku dapatkan, hasil dari melalang buana ke desa maupun tempat-tempat tertentu. Kali ini aku akan sharing tentang apa saja yang aku dapatkan selama mengabdi didesa. Mungkin untuk tulisan kali ini aku akan flashback tentang kegiatan pengabdian di desa loklahung dan perjalanan ke haratai 3 Hulu Sungai Selatan, karena jujur walaupun hanya 3 hari disana, banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang aku dapat dan membuat ku susah untuk move on dari kegiatan tersebut.
Pelajaran yang aku dapatkan diantaranya adalah :
1.      Memaknai hidup dari sisi yang berbeda
Awalnya aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku hanya memikirkan bagaimana cepat lulus, cepat bekerja agar dapat uang dan menikmatinya sendiri. Aku hanya pergi kekampus, belajar, dan pulang. Setelah aku bergabung di organisasi aku mulai tersadar bahwa hidup itu bukan hanya sekedar akademik. Jadi mahasiswa itu tidak cukup hanya duduk dikelas. Ada yang lebih penting dari mata kuliah dikampus, yaitu sekolah kehidupan, dan pelajaran kehidupan ini salah satunya bisa didapatkan dengan bergabung di organisasi. Dari situ kita bisa terjun langsung merasakan apa yang orang sekitar rasakan, dan memang benar organisasi adalah wadah untuk diri kita berkembang. Ketika kita pergi ke suatu tempat, kita akan bertemu dengan orang baru ,melihat dan merasakan suasana daerah tersebut secara langsung dengan mata dan hati kita. Contohnya saja ketika pengabdian ke desa loklahung ini. Jujur walaupun sudah bertahun-tahun tinggal di Kalimantan Selatan,aku belum pernah mengunjungi daerah hulu sungai, selain tidak ada agenda, aku juga tidak memiliki teman maupun sanak saudara disana. ketika dikabarin ada kegiatan di desa hulu sungai, aku langsung excited ingin ikut dan  meluangkan waktu pada tanggal yang sudah ditetapkan. Aku bertemu dengan orang-orang yang berbeda denganku. Berbeda suku, berbeda budaya, bahkan berbeda agama. Selama ini banyak pandangan miring tentang suku disini sehingga banyak paradigma negatif yang aku terima sebelum berangkat ke desa ini. Ternyata aku sangat sangattttttttt terkejut, karena apa yang orang-orang katakan sangat berbanding terbalik dengan apa yang aku temukan disini. Inilah yang aku sebut dengan memaknai hidup dari sisi yang berbeda. Kita mungkin selalu menjudge suatu hal berdasarkan apa yang kita dengar saja bukan berdasarkan apa yang kita lihat langsung. Ketika datang aku disambut dengan anak-anak yang berwajah manis dan sangat ramah. Banyak babi yang berkeliaran disana namun tak menggangguku. Para masyarakat didesa menyambut kami dengan hangat dan ramah tamah.  Mereka sangat toleransi dengan perbedaan yang ada. Misalnya saja ketika ada acara makan bersama warga desa di haratai 3, mereka memasak dengan enak dan tidak menyajikan babi sebagai hidangan karena mereka tau sebagai muslim kami tidak boleh memakan daging babi. Ketika aku berada di haratai 3 pun aku melihat sebuah pemandangan indah dari rekatnya sebuah kekeluargaan antar rumah ke rumah. Mereka tidak memiliki televisi, sinyal pun tidak ada, Tapi rasa kekeluargaannya lebih tinggi daripada kita yang banyak sekali memiliki fasilitas yang berlimpah. Ternyata hidup tidak hanya soal materi, hidup tidak hanya soal fasilitas melulu, hidup tidak hanya komentar apa yang orang lain katakan, namun hidup adalah persoalan kenyamanan yang membuat kita bahagia, memaknai hidup adalah melihat dan merasakan secara langsung, bukan hanya menghiraukan perkataan orang lain.

2.      Belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain
Sejak SD aku memang senang berbicara, ya bisa dibilang sejak kecil aku sudah talkative. Ketika memasuki SMP aku menjadi ketua osis selama 2 periode. Padahal baru kelas 1 smp dan aku sama sekali buta tentang organisasi. Namun kefasihan ku dalam berbicara, berpidato dan meyakinkan orang lain membuat aku terpilih menjadi ketua osis. Nah ketika masuk SMA aku sama sekali tidak mengikuti osis karna kegiatannya terlalu sibuk. Aku hanya mengikuti ekskul teater, KSI dan komunitas pecinta lingkungan (greenschool community) saat berada di bangku SMA. Yaa bisa dibilang aku terlalu fokus ke dunia akademik saat SMA karna menurutku SMA adalah salah satu penentu masa depan karena perencanaan masa depan setelah lulus akan ditentukan di masa SMA. Terbukti beberapa kali aku selalu masuk 3 besar saat kelas 10. Saat kelas 11 aku juga pernah mendapatkan nilai semester tertinggi se jurusan IPS dan saat kelas 12 aku kembali mendapatkan nilai tertinggi UN se jurusan IPS di SMA ku. Ketika memasuki dunia perkuliahan, awalnya aku memang merasa sulit untuk mengadaptasi perubahan2 dari SMA ke bangku perkuliahan. 2 semester awal aku hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang. Setelah merasa tidak ada yang berarti dimasa kuliah, aku memutuskan untuk ikut program volunteering disalah satu program bem fkip dan kini menjadi UKM Fkip Mengajar. Semenjak ikut organisasi ini kemampuan berkomunikasi ku sangat terasah. Aku lebih sering berbicara didepan umum, mengemukakan pendapat, bersosialisasi dengan anak-anak, pendekatan masyarakat dan belajar meyakinkan orang lain dengan niat baik kita. Semua hal itu aku pelajari dan aku dapatkan saat bergabung di organisasi ini, dan sekarang alhamdulillah aku sudah terlatih untuk percaya diri berkomunikasi dengan orang lain. Ternyat bergabung di organisasi adalah salah satu jembatat kita untuk meningkatkan kualitas diri.

3.      Belajar bagaimana menikmati alam
Keindahan alam, suara jangkrik, hijaunya pohon, sejuknya embun membuatku jatuh cinta kepada alam. Bertafakkur dan tadabur alam membuat kita lebih bersyukur terhadap alam yang Allah ciptakan ini. Semenjak perjalanan pengabdianku adalah ke desa-desa pelosok yang masih asri, aku mulai belajar mencintai dan menikmati alam nan indah ini yang sangat jarang aku temukan di kota. Aku sangat jatuh cinta terhadap hutan,gunung dan segala alam yang berwarna hijau sejuk ini. Aku merasa tenang jika berada didaerah yang asri, sejuk, dan sangat indah ini. Akupun sekarang menyukai naik gunung hahaa.. entah kenapa aku merasa bahagia ditempat-tempat seperti ini. Mungkin berpuluh-puluh tahun aku hidup dikota yang sangat ramai dengan segala aktivitas yg padat membuat ku berada pada titik jenuh.

4.      Belajar bagaimana menghargai kenangan
Ini nih titik dimana paling menyedihkan dalam setiap agenda pengabdian. Kita hanya singgah dan menetap sementara. Kita kan bertemu lalu berpisah, kita akan bercanda ria lalu mengucapkan selamat tinggal. Lalu apa yang tersisa? Ya. Kenangan. Kenangan lah yang tersisa karena sejauh apapun kita melangkah tujuan akhir kita adalah kembali. Aku belajar bagaimana mengelola hati, menghargai kenangan, dan belajar untuk move on. Setiap moment berharga yang kita lalui akan menjadi kenangan dan kenangan lah yang harusnya membuat kita menjadi lebih baik dimasa mendatang. Ohh kenangann... terima kasih sudah mengukir kenangan bersamaku. Entah kenangan menyenangkan atau kenangan pahit selamanya akan ku kenang. Semoga suatu saat kita mengulang kenangan ini bersama diwaktu yang berbeda dan bersama membuat kenangan baru (eh kok baper) hahahah....


                                                                                                ZULFA APRIL 2018

Rabu, 30 Agustus 2017

FKIP MENGABDI Desa Jelapat Baru









Setelah persiapan kurang lebih 3 bulan, akhirnya pada tanggal 24-27 Agustus 2017 Unit Kegiatan Mahasiswa Fkip Mengajar melaksanakan kegiatan program kerja FKIP Mengabdi di desa jelapat baru selama 4 hari 3 malam. Kegiatan ini merupakan program kerja terakhir dari departemen pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berbeda dengan program kerja sebelumnya yaitu Fkip mengajar. Jika program kerja fkip mengajar fokus kepada anak sekolahan, maka program fkip mengabdi ini lebih fokus kepada anak,sekolah, dan masyarakat. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari kota Banjarmasin. Perjalanan dilalui melalui perjalanan darat dan menyebrang memakai feri. Sebenarnya kegiatannya dimulai hari Kamis-Minggu, tetapi aku tiba disana sejak hari Jumat karena memiliki kesibukan di hari kamis. Aku berangkat hari Jumat pagi jam setengah 7 pagi menuju gerbang Unlam, sambil menunggu teman-teman dari ormawa lain yang berangkat bersama-sama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya sampailah kami di desa yang asri, desa jelapat baru.
Teman-teman ormawa langsung menuju sekolah, sedangkan aku menuju kerumah yang kami sewa disana untuk meletakkan barang-barang bawaan. Kami menyewa 2 rumah untuk laki-laki dan perempuan. Rumahnya dingin,nyaman, dan di pinggir sungai. Setelah menaruh barang aku lanjut ke sekolah. Aku membantu dikelas 4 yang kekurangan anggota untuk mengajar keterampilan. Pada waktu istirahat mahasiswa JPOK ikut berpartisipasi dengan memberikan materi senam dilapangan. Anak-anak terlihat gembira dan bahagia apalagi senamnya menggunakan lagu india hehe.. dan ternyata disana tidak pernah diajarkan senam, makanya anak-anak terlihat sangat antusias. Setelah selesai senam, semua murd dikumpulkan di aula dan diberi materi tentang bahaya obat-obat an terlarang oleh mahasiswa bimbingan konseling. Wah.. alhamdulillah banget bisa bekerja sama dengan ormawa tersebut. Mereka sangat pandai mencairkan suasana dan membuat anak-anak semangat. Karena hari Jumat maka anak-anak pulang sekitar jam setengah 12, para panitia perempuan bersiap-siap kembali ke basecamp dan yang laki-laki siap-siap untuk sholat Jumat. Setelah selesai sholat kami semua berkumpul di basecamp dan makan siang bersama panitia serta ormawa. Setelah makan kami mengadakan evaluasi. Alhamdulillah semua ormawa merasa puas dan senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan FKIP mengabdi ini. Setelah selesai evaluasi, para ormawa pulang ke Banjarmasin. Pada sore hari agenda kami adalah memancing, dan ternyata setelah para wanitanya menunggu lama  dan berharap para lelaki fkip mengajar datang membawa ikan untuk disantap, ternyata mereka hanya membawa 3 ikan kecil dan tidak bisa dimakan haha... okee, finally kami memutuskan untuk membeli tahu,tempe, dan jagung untuk dibakar pada malam harinya. Malam sabtu aku kurang bisa tidur karena aku selalu menganggap setiap kegiatan di fkip mengajar adalah tanggung jawabku, maka aku pantang tidur sebelum semua anggota fkip mengajar (terutama perempuan) sudah tidur. Keesokan harinya kami bangun pagi jam 4 shubuh. Kami sholat tahajud, sholah sunnah dan sholat shubuh dan dilanjutkan kultum. Ketika matahari mulai menampakkan cahayanya kami bergegas untuk menikmati pemandangan sunrise yang masyaAllah indahnya, oh ya btw karena rumah yang kami sewa dipinggir sungai maka kami tidak ada air PDAM disana, jadi kami mandi dan beraktivitas lainnya menggunakan air sungai dan ini merupakan pengalaman yang menarik dan benar-benar merasakan hidup didesa yang bergantung pada sungai. Next, setelah makan pagi kami langsung menuju sekolah dan agenda hari ini adalah games. Hari ini kami mngadakan lomba estapet kelereng, estapet gelang karet dan lomba rangking 1 untuk siswa siswi MI dan MTS. Hari ini full dengan kegiatan lapangan kecuali lomba rangking 1. Sekitar pukul 11 kami mengumpulkan anak-anak di aula untuk mengumumkan juara sekaligus pembagian hadiah. Setelah kegiatan disekolah selesai, kami kembali ke basecamp. Kami melanjutkan agenda yang ada di rundown. Para wanitanya kerumah kepala desa untuk melaksanakan demo cara membuat kue akar pinang kepada ibu-ibu PKK didesa jelapat baru. Sementara lelakinya bersiap-siap membeli bahan bangunan dan perlengkapan lainnya untuk renovasi sekolah, tetapi ada sebagian anggota yang tertidur karena kelelahan. Agenda membuat kue dan persiapan renovasi sekolah sudah rampung, kami memiliki waktu luang sekitar jam 3-jam 6 sore. Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincang-bincang dengan anak-anak disana. oh ya btw anak-anak disana ramah sekali, hampir tiap hari mereka datang ke basecamp kami, kadang aku tunjukan video-video motivasi kemereka sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya pendidikan. Aku melihat tangan mereka penuh dengan coretan henna, akhirnya aku tanya apakah merekan suka memakai henna kemudian aku ceritakan bahwa aku bisa mengukir henna hehe. Anak-anak langsung antusias minta dihennakan, tapi mereka minta dihenna dikaki karena kata mereka kalau ditangan akan dimarahin guru mereka hehe.. finally, di teras basecamp aku ngehenna anak-anak dan tak kusangka banyak anak-anak yang lain datang wkwk. Tapi aku senang dan bahagia, kayanya setiap pengabdian aku selalu ngehenna anak-anak haha..
Sorenya aku masih melakukan pendekatan dengan anak-anak, teman-teman yang lain kelelahan dan tertidur, aku duduk di pinggir sungai bersama anak-anak sambil melihat teman-teman yg laki-laki berenang dan melakukan atraksi-atraksi lucu disungai hahaa,, karena di rumah yang disewa laki-laki tidak ada kamar mandinya, maka mereka semua mandi langsung nyebur disungai hehe..
Pada sore itu aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Biasanya kalau dirumah aku selalu merasa bosan menikmati sore yang hanya dirumah, nonton tv, sedangkan disini aku bisa bermain dengan anak-anak, menikmati pemandangan sungai, melihat kapal yang lewat. Aku merasa bahagia jika didesa, aku bahagia bisa bermain bersama anak-anak.
Hari sudah mulai gelap, kami pun kembali kerumah masing-masing. Pada malamnya setelah sholat isya kami melakukan muhasabah diri. Hampir semua anggota menangis, malam itu suasana sungguh mengharukan dan berlimpahan air mata. Setelah selesai, kami istirahat dan tidur.
Keesokan harinya, hari Minggu adalah hari terakhir kami didesaaaaaaaaaaa. Setelah sholat shubuh kami langsung briefing , makan pagi dan langsung berangkat ke sekolah. Semua anggota berpartisipasi dalam merenovasi sekolah. Kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih gotong royong bersama warga disekolah dan disekitar halaman warga, mencat bangunan yang terlihat kusam, mengganti kawat di pinggiran jendela kelas dan membuat gorong-gorong untuk tempat membakar sampah.
Setelah kegiatan selesai kami makan bersama dengan warga, dan kembali ke basecamp untuk bersiap-siap membereskan barang-barang pribadi dan segera pulang.
Pukul 17.18 kami meninggalkan desa, berpamitan dan menuju Banjarmasin.
Ada banyak hal yang aku dapatkan setiap pengabdian ke desa, aku selalu merasa kurang puas dengan waktu 3 atau 4 hari. Itu menandakan aku sangat betah tinggal didesa, aku merasa tenang dan aku menemukan kepuasan hati dan kebahagiaan tersendiri didesa.

Semoga kegiatan selanjutnya aku bisa lebih lama tinggal didesa hehe #betahdidesa






Rabu, 16 Agustus 2017

Wanita

Wanita
Menjadi seorang wanita bukanlah hal yang mudah, namun menjadi seorang wanita adalah sebuah anugerah. Islam telah menempatkan wanita pada posisi istimewa. Islam memperlakukan wanita sebagai Ratu yang harus dihormati. Sayangnya ada beberapa pendapat yang menilai bahwa ruang gerak wanita itu terbatas sehingga sering terdengar istilah emansipasi wanita. Istilah ini terlihat menuntut wanita agar bisa sejajar dengan laki-laki. Wanita bisa memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki dll. Mulailah terjadi perbedaan pendapat antara wanita pekerja dan wanita rumah tangga. Mulailah terjadi perbedaan pendapat wanita harus sekolah yang tinggi melebihi laki-laki. Saya adalah seorang wanita yang jujur saja baru menyadari bahwa Islam memperlakukan wanita sebegitu istimewanya. Dulu saya memang ngotot ingin menjadi wanita yang hebat melebihi laki-laki, ternyata setelah saya belajar, membaca dan memahami Al-Quran dan hadist, apa yang ada di benak saya pada saat itu sangatlah salah. Sampai kapanpun wanita dan laki-laki itu berbeda kodrat dan hakikatnya, wanita dan laki-laki memiliki masing-masing kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi, sampai kapanpun wanita dan laki-laki tidak akan pernah sama.
1.     Wanita harus berpendidikan tinggi
Saya setuju 80% dengan pendapat ini. Namun ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan. Saya setuju jika seorang wanita harus berpendidikan tinggi namun hal yang selalu saya tekankan dalam diri saya pribadi adalah bukan sekolahnya yang penting namun belajarnya. Kalau memang kita memiliki kesempatan,waktu dan rezeki maka kuliah sampai sarjana bagi seorang wanita boleh-boleh saja, niatkan dari awal bahwa kuliah ini adalah sebagai ladang ibadah sehingga proses yang kita jalani selama di bangku perkuliahan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah. Hal yang bisa didapatkan ketika dibangku perkuliahan adalah saya melihat bahwa orang yang berpendidikan dan orang yang kurang berpendidikan akan terlihat bedanya saat dia menghadapi masalah, mengatur emosi, cara memperlakukan orang lain dan cara menilai sesuatu. Yang saya maksud berpendidikan disini adalah orang-orang yang memang benar-benar niat menuntut ilmu karena tidak semua orang yang berpendidikan benar-benar niat dalam belajar sehingga hasilnya tidak semua sarjana itu memang benar-benar “terdidik”. Semua tergantung niat awal, jika niat awalnya baik maka akan terlihat di akhir. Jika niat awal untuk kuliah adalah untuk memperbaiki diri, mencari wadah untuk terus berkarya dan haus akan ilmu, memanfaatkan ilmu yang kita dapat untuk kepentingan masyarakat sehingga kita menjadi pribadi yang bermanfaat maka hal ini harus diutamakan. Sedangkan kita tau bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama, kita memiliki rezeki yang berbeda-beda. Jika memang kita tidak memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, kita tidak memiliki kesempatan atau memang bukan rezekinya untuk berkuliah, maka janganlah kecewa. Menurut saya, wanita harus berpendidikan tinggi bukan berarti wanita harus kuliah, karena sesuai yang ada dipikiran saya tadi bahwa bukan sekolahnya yang penting, namun belajarnya. Toh yang namanya sekolah tidak selalu diinstitusi formal kan? Yang namanya belajar tidak mesti harus di bangku perkuliahan kan? Maka dari itu seorang wanita harus memiliki skill, wanita harus memiliki kelebihan yang akan membuat mereka dihargai dan dihormati sebagai seorang wanita. Maka dari itu wanita harus memiliki ilmu akademik maupun nonakademik. Bagaimana caranya?
a.     Ikut kursus: kalau memang tidak sanggup untuk kuliah jangan biarkan diri kita stuck tanpa prestasi. Kita harus tetap terus mengembangkan diri kita, kita harus tetap memiliki sikap haus akan ilmu dan terus belajar. Kita bisa ikut kursus menjahit, kursus masak, dll sesuai dengan hobi dan kesukaan kita. Intinya at least wanita harus memiliki 1 skill yang membuat mereka menjadi produktif dan mandiri.
b.     Ikut komunitas: ikut komunitas juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Kita juga bisa nambah teman, nambah relasi bahkan banyak info-info dan kesempatan yang bakal kita temukan jika ikut dalam sebuah komunitas, tentunya komunitas yang memang benar-benar tujuannya untuk menebar manfaat.
c.      Membaca buku/akses internet: dizaman yang serba teknologi saat ini, kita diberikan kemudahan untuk belajar, membaca buku pun bisa melalui gadget yang kita punya, kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan membaca, aksesnya udah mudah, tinggal ngumpulin niat buat belajar. Kalau mau bikin sesuatu tinggal ketik keyword nya di google atau mau liat tutorial something tinggal akses di youtube. Intinya dengan zaman yang serba mudah sekarang kita harus benar-benar teliti dan bijak dalam menggunakannya untuk manfaat.
2.     Wanita harus bekerja
Kalau ditanya tentang apakah wanita harus bekerja atau tidak maka jawaban saya adalah TIDAK. This is my opinion , bagi saya wanita tidak harus bekerja tetapi wanita harus memiliki penghasilan sendiri. Beda loh ya antara bekerja dengan berpenghasilan sendiri walaupun kata bekerja intinya memiliki penghasilan, tapi kalau berpenghasilan sendiri caranya tidak mesti bekerja. Teringat sebuah nasehat, setinggi apapun pendidikan wanita ia tetaplah akan menjadi ibu rumah tangga. Ini berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Dalam Islam, ketika wanita sudah menikah maka ia wajib berbakti kepada suaminya. Persoalan wanita harus bekerja atau tidak akan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan jika seorang wanita sudah memiliki suami apalagi memiliki anak. Ya kalau bagi saya sih karena passionnya bisnis jadi saya mencari penghasilan sendiri berdasarkan hobi yang saya suka. Tidak terkekang, tidak dibatasi, dan bekerja sesuai hati yang penuh cinta. Do what you love and love what you do. But, everyone has their opinion and their own reasons why she needs to work. Saya juga tidak menyalahkan wanita yang bekerja, saya malah kagum dengan wanita tersebut yang bisa membagi waktunya. Intinya semua orang punya perspektif cara pandang, dan  alasan tentang hal diatas.

Kesimpulannya adalah bagi saya wanita yang berpendidikan bukanlah wanita yang telah menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya, wanita berpendidikan adalah wanita yang hebat, mandiri, produktif, berpikir cerdas, serta selalu melibatkan Allah dalam segala urusannya. Semoga kita menjadi wanita yang hebat ya yang bukan hanya bisa berpoles riasan make up, yang bukan hanya mengandalkan fisik semata namun yang bisa berpikir cerdas sehingga wanita ini akan menghasilkan generasi-generasi yang cerdas pula dimasa depan.

Di suatu malam,16 Agustus 2017
Zulfa

Rabu, 09 Agustus 2017

Experience is the best teacher


If you read all of my previous blog, maybe you’ll find story about my dreams that always come true. However, it doesn’t mean my life is always good, my dreams are always come true. BIG NO!
Yang namanya kegagalan itu udah mentok di hidup aku. Aku bersyukur selama hidup 21 tahun ini aku dikasih cobaan, kegagalan yang selalu menjadi pelajaran dihidupku. Entah sudah berkali-kali aku menghadapi situasi kegagalan, aku lupa bahkan tak terhitung. Jadi mungkin aku akan ceritakan momen-momen kegagalan yang sangat membekas dihati hehe.
Aku mulai dari kisah perjalanan hidupku dari kecil yaa.
Sejak kecil aku dianggap anak yang cakap karena rajin dan suka membaca, maka dari itu orang tua ku memutuskan untuk menyekolahkan ku di TK pada umur 3 tahun yang normalnya anak masuk TK berumur 4 tahun pada waktu itu. Sejak TK aku sudah bisa membaca, aku menjadi anak murid yang paling muda dan bergaul dengan anak-anak diatas umurku. Ketika hendak masuk SD , ternyata aku tidak diterima karena umurku yang muda. Minimal berumur 6 tahun kalau mau masuk SD, alhasil aku tetap tinggal di TK dan menjalani proses belajar di TK selama 3 tahun (sangking rajinnya wkwk).
Setelah berumur 6 tahun aku masuk SD, aku dan orang tua memilih masuk SD yang dekat dengan rumah. Setiap hari aku jalan kaki untuk kesekolah dengan uang jajan 2000 per hari setiap harinya. Sejak kelas 1 SD aku membantu orang tua ku berjualan kue. Kalau di sekolah aku membantu dengan menitipkannya ke kantin sekolah, jadi setiap bel pulang berbunyi aku langsung menuju kantin untuk mengambil uang dan tempat kue yang aku titipkan. Setelah pulang sekolah aku kembali berjualan kacang telur buatan ibu ku berkeliling gang dengan meneriakan “kacang, kacanggg”, tidak pernah ada rasa malu untuk berjualan, jika dagangan habis maka aku diberi upah es kero. Ada rasa bahagia ketika mendapatkan hasil dari sebuah jerihpayah. Sejak itu jiwa dagang ku mulai tumbuh. Aku mulai sadar orang tua ku tidak akan selalu bisa memberikan apa yang aku inginkan karena ekonomi kami yang terbatas pada saat itu. Sejak kecil aku diajarkan jika ingin mendapatkan sesuatu harus ada usaha dulu. Ketika kelas 4 sd aku mulai tertarik untuk ikut ekskul paduan suara, aku senang bernyanyi hingga ikut grup musik panting di sekolah, aku ikut lomba paduan suara namun gagal, kemudian aku lebih fokus d grup musik panting. Suatu hari SD ku di undang salah satu stasiun televisi lokal untuk menampilkan berbagai macam jenis ekskul disekolah sekaligus promo sekolah pada saat itu.  aku sangat semangat karena masuk tv haha.. kami pun rajin berlatih untuk menampilkan yang terbaik, aku pun mulai menjaga pola makan ku agar suara ku tidak hilang saat tampil. Pada hari H semuanya berkumpul, guru-guru dan orang tua murid mendampingi ke studio, semua para pemain di dandani secantik mungkin, dan kami pun diberi arahan oleh produser tentang melihat ke kamera wkk.. pada hari itu semua rempong namun ketika sudah selesai kami pun bahagia bisa menampilkan yang terbaik apalagi masuk tv hehe..
Sejak kelas 5 SD aku terkenal tomboi loh.. parah deh tomboinya tapi tetap tomboi syariah wkwk karena sejak kelas 4 SD aku memutuskan untuk memakan kerudung ke sekolah karena menutupi rambut yang berwarna kuning wwkw. Dari kecil senang berteman dengan cowok karena asik aja.. ketika di akhir-akhir semester kelas 5, aku mendapatkan surprise dari pelatih musik panting ku beliau mengatakan bahwa grup musik kami mendapatkan kesempatan sebagai perwakilan dari Kalimantan Selatan dalam ajang festival musik tradisi nusantara di Jakarta. Kami pun berlatih hingga berbulan-bulan.. itu adalah kali pertama saya naik pesawat gratis hehe pada tahun 2006. Itu adalah pengalaman pertama saya bertemu dan berkumpul dengan teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Asrama kami bersebelahan dengan anak-anak Maluku Utara, mereka sangat ramah dan friendly. Sayangnya, walau kami sudah berusaha maksimal berlatih ternyata yang menjadi juara adalah dari Medan hehe.. meski begitu kami tetap bersyukur karena sudah menampilkan yang terbaik. Sejak itu semangat saya bertambah untuk bisa jalan-jalan gratis lagi.
Hal-hal yang selalu aku ingat saat SD adalah ketomboy-an ku, aku senang berteman dengan laki-laki, uang jajan Cuma 2000, pulang sekolah jalan kaki rombongan, sejak kelas 4 suka bahasa inggris dan bahasa arab, selalu ranking 1 berturut-turut paling mentok masuk 3 besar,senang bernyanyi , dulu pernah ikut lomba nyanyi disekolah, ah terlalu banyak lomba karena sejak kecil aku suka menambah pengalaman,dan terkenal dikalangan guru hee sangking lincahnya.
Okeh, kisah diatas adalah kisah singkat perjalanan hidupku saat SD. Now we move to SMP.
Ketika SD aku memang dikenal sebagai murid yang berprestasi, namun ketika Ujian Nasional nilai ku lumayan jeblok dan hanya mendapatkan nilai rata2 6,3. Karena menyesuaikan dengan nilaiku , akhirnya aku bersekolah di SMP Negeri dekat rumah. Ya, jarak adalah prioritas nomor 1 saat memilih sekolah alhasil dari TK sampai SMP aku selalu memilih sekolah yang dekat rumah. Kalau diSD aku jalan kaki nah kalau di SMP ada peningkatan dikit lah wkwk. Ketika kelas 1 SMP aku beli sepeda yeay.. sepeda cewe berkeranjang, ya awalnya bahagia memakai sepeda kesekolah sampai akhirnya aku mendapatkan kejadian yang membuat ku trauma memakai sepeda berkeranjang. Kejadian apakah itu???????
So, kejadian itu bermula saat pagi hari ketika aku ingin pergi berangkat ke sekolah, aku berangkat dengan wajah bahagia dan semangat yang tinggi, ditengah perjalanan seseorang berteriak diarah berlawanan “Zulfaaaaaaaaa” akupun spontan melihat kebelakang karena penasaran siapa yang memanggil namaku tersebut, saat melihat kebelakang aku ceroboh tidak melihat lagi kedepan dan finally “brukkkkkk” sepeda kesayanganku menabrak truk yang sedang parkir dijalanan. Keranjang sepeda ku hancur, daguku berdarahan. Jleb sakittt rasanya namun aku harus tetap kuat dan melanjutkan perjalanan ke sekolah. Kejadian tersebut bisa dibilang konyol sih masa truk diam ditabrak wkwk tapi aku bersyukur truk tersebut tidak dalam keadaan menyala. Sejak kejadian tersebut entah kenapa aku agak sedikit trauma naik sepeda yang ada keranjangnya. Akhirnya setelah sepedaku rusak, aku kembali jalan kaki saat pergi dan pulang sekolah.
Ketika kelas 1 SMP semester 2 aku ditunjuk sebagai KETUA OSIS,, whahahaaaa sumpah deh ini pengalaman yang agak loco sih, aneh tapi nyata. Ketika MOS aku memang dikenal sebagai murid yang aktif, entah kena angin apa saat pemilihan ketua osis aku ditujuk sebagai salah satu kandidat dan gatau kenapa terpilih. Entah nasib atau takdir wkwk. Akupun menjalani masa-masa SMP ku dengan sibuk berorganisasi bukan hanya 1 periode tapi 2 periode. Yap! 2 tahun berturut-turut aku menjadi ketua osis. Kerjaan ku tiap Jumat pergi ke kelas-kelas untuk meminta sumbangan sukarela untuk kegiatan sekolah, atau sumbangan orang tua murid yang meninggal. Kalau sudah giliran masuk kekelas kaka tingkat kelas 3 adudududuhhh kerjaannya di bully karena ada kaka kelas yang “katanya” suka he. Anaknya pendiam dan super super intovert tapi ganteng juga hehehe.. sempat dekat dan SMS an ala-ala anak alay maklum masa-masa virus merah jambu he. Btw saat SMP aku ikut lomba story telling antar kelas aja sih. Saat itu aku membawakan kisah Timun Mas. Dan alhamdulillah juara 1 hehe, ketika menjabat sebagai ketua osis aku juga pernah mengadakan acara jumat bertaqwa, acara motivasi islami buat remaja yang di isi oleh ustad Abay abu hamzah. Aku agak sedikit lupa darimana aku kenal beliau. Beliau penulis buku “melawan dengan cinta”. Sejak SMP aku suka membaca buku-buku motivasi, ikut seminar motivasi yang mampu membangkitkan semangat belajarku. Btw dulu pas SMP kreatifitasku agak terhambat, akses informasi yang aku dapat sangat minim, sehingga ketika SMP aku hanya eksis sebagai anak organisasi. Kalau soal akademik, alhamdulillah aku juga masih masuk dalam jajaran 3 besar rangking dikelas. Walau sebenarnya gak pinter2 juga sih mungkin karena lebih rajin aja hehe. Selain dikenal sebagai anak organisasi aku juga dikenal sebagai otak dagang. Ya, jiwa dagang sejak SD masih terbawa sampai SMP. Aku jualan gorengan resoles, roti goreng, bakpao dll. Aku senang berjualan, aku senang mendapatkan uang dari hasil jualan sendiri. Bukan hanya berjualan makanan, dulu aku juga berjualan buku motivasi loh, sejenis buku motivasi islami dan aku jual sebesar 3000. Sejak kecil aku memang senang mencari uang sendiri, bagiku mendapatkan uang hasil jerih payah sendiri adalah hal yang sangat menyenangkan. Aku bisa membeli barang-barang dan jajan dengan uangku sendiri. Bisa menikmati apa yang sudah aku usahakan. Ternyata memiliki penghasilan sendiri itu menyenangkan, walau selalu ada pengorbanan dibalik semua yang kita dapatkan.
Then, moment yang paling aku ingat saat SMP adalah pengalaman menjadi ketua osis 2 periode, kesemsem sama kaka kelas wkwk dan oh iya satu lagi dulu aku pernah di hina sebagai cewek yang bermental kerupuk loh oleh pelatih gerak jalan. Dulu aku ikut lomba gerak jalan nah saat latihan dihina dan di ejek mental kerupuk. Lupa juga kenapa. Yang pasti kata-kata itu sangat menusuk dan aku ingat sampai sekarang hahaa.. aku gak pernah dendam namun kata-kata itu aku ingat dan aku jadikan acuan untuk bisa membuktikan bahwa aku bukan wanita yang bermental kerupuk.
So, let’s move to SMA. Setelah selesai di SMP aku bingung apakah mau melanjutkan ke SMA atau SMK. Karena saat memilih SMA atau SMK sama saja dengan menentukan masa depan, kalau masuk SMK aku bisa memiliki keahlian dan bisa juga melanjutkan kuliah. Jujur, dulu aku pengen banget masuk SMK jurusan menjahit tapi apa daya biaya masuk SMK pada saat itu sangat mahal sedangkan orang tua ku memiliki keterbatasan biaya. Akhirnya aku masuk SMA saja karena biayanya lebih ringan. Seperti biasa aku masuk disekolah yang tidak jauh dari rumah dan alhamdulillah masuk sekolah negeri jadi biaya yang dikeluarkan cukup ringan. Awal masuk SMA aku mendapatkan kelas yang sangat rusuh haha.. orang-orangnya bisa dikatakan cukup bandel. Ketika ada lomba kebersihan antar kelas pun, kelas ku lah yang mendapatkan kelas terkotor. Dulu waktu kelas X aku pernah mendapatkan kegagalan yang luar biasa dala mata pelajaran Fisika. Aku mendapatkan nilai 2 dalam ulangan, ahaha shock berat dan membuat ku anti IPA hhee. Awalnya sejak masuk SMA aku sudah mengatur mimpi dan masa depanku untuk bisa berkuliah di jurusan kesehatan. Dulu cita-citaku  adalah menjadi dokter atau gak yaa perawat lah. Dulu aku sangat mencintai dunia kesehatan bahkan dulu aku membuat SMS motivasi “klinik cinta Zafa” dimana hampir setiap hari aku mengirimkan sms yang berisi tentang informasi kesehatan sangking ambisinya ingin menjadi dokter. Namun setelah mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran fisika aku mengurungkan niat untuk berkecimpung didunia kesehatan dan perlahan mulai meninggalkan mata pelajaran IPA. Kalau mata pelajaran IPA aku paling tinggi di mapel KIMIA, aku senang dengan mata pelajaran kimia karena gurunya baik dan pelajarannya sangat menantang, sedangkan biologi aku kurang berminat karena terlalu banyak nama ilmiah yang sangat sulit untuk aku ingat . nah sedangkan untuk fisika ini benar-benar mematikan. Padahal aku senang matematika tapi untuk hitungan fisika aku menyerah!.  Tibalah penjurusan. Ketika pembagian raport, again alhamdulillah aku selalu mendapatkan rangking 3 besar. Btw walaupun sejak SD aku selalu masuk rangking 3 besar aku tidak pernah merasa diriku pintar loh, karena aku tau betul aku tidak terlalu serius dalam belajar hanya saja rajin, gesit dan selalu tekun mengerjakan tugas dari guru, mungkin itu kuncinya kalau masalah pintar gak juga sih buktinya aku dapat nilai 2 saat ulangan haha..
Oh ya btw saat SMA again aku jualan sambil sekolah, jualan bapkpao, gorengan , jualan pulsa dll. Pokoknya semua aku jual deh asal bisa dapat duit jajan lebih karena uang saku ku 5rb saja perhari, beda dengan teman-teman lain yang rata2 10.000 per hari. Makanya buat uang jajan tambahan, aku jualan makanan kalau ada sisa ya dimakan sendiri itung2 hemat hehe, selain itu aku juga membawa botol minum setiap hari untuk menghemat. Trust me it works! Kita itu pasti perlu minum setiap hari kan, nah daripada beli mending bawa sendiri dari rumah dan ini benar2 membuat kantongku hemat haha..
Kalau masalah kegagalan wah banyak hal-hal di masa SMA yang sulit untuk dilupakan. Ketika diakhir semester kelas 1 sekitar tahun 2012 aku melihat pengumuman di mading tentang beasiswa belajar bahasa inggris selama 2 tahun di lab bahasa Universitas Lambung Mangkurat dan program itu benar-benar gratis dan mendapatkan biaya akomodasi setiap pertemuan, jadi setiap kita belajar disana kita malah dibayar bukan membayar. Akupun semangat jika melihat program yang gratis, akhirnya lewat guru bahasa inggrisku aku bertanya dan mengajukan diri untuk ikut seleksi. Aku mulai mengisi formulir dan menulis essai motivasi. Aku sangat semangat mengikuti program apalagi yang fullyfunded hehe. Ketika sudah menyelesaikan berkas, aku menitipkan berkas ku ke teman yang juga ikut seleksi program itu. ketika pengumuman tiba, Alhamdulillah aku lolos mendapatkan beasiswa belajar Bahasa Inggris selama 2 tahun di Lab Bahasa Unlam, sedangkan temanku yang mengantarkan berkas ku belum berhasil. Sedih, tapi apa daya Allah yang mengatur semua.
Sejak diterima di program Access English Microscholarship, kegiatanku mulai bertambah selain sekolah yaitu belajar bahasa inggris setiap Seni dan Rabu dari jam 3 sore sampai setengah 6 sore. Setiap datang kami diberi uang jajan sebesar 10.000 per pertemuan namun uang tersebut dibayarkan sebulan sekali. Semenjak mengikuti program itu mindset, polapikir ku berubah. Banyak hal yang bermanfaat yang aku dapatkan dari program itu. aku mulai senang dengan Bahasa Inggris, aku mulai mengenal budaya Amerika yang membuat ku semangat untuk ke luar negri, program ini juga membuka mata hatiku bahwa pentingnya mendapatkan pendidikan yang tinggi. Aku sangat sangat bersyukur bisa ikut ACCESS, setiap tahunnya selalu ada program yang menarik dan selalu saja ada program dimana kami berkumpul dengan bule-bule kece. Mereka datang untuk memperkenalkan budaya Amerika mulai dari permainannya, sejarah hingga makanannya. Suatu saat ada pengumuman tentang Access Camp. Access Camp itu program camping di Jakarta dimana semua anak-anak Access berkumpul dari Access di seluruh Indonesia dan kegiatan ini gratis. Nah salah satu syarat untuk bisa mengikuti Access Camp di Jakarta ialah jumlah kehadiran 100% nah pada saat itu aku hanya tidak hadir 1 kali karena ada acara keluarga di Martapura, finally aku gagal ikut Access Camp. Kisah lebih lengkapnya ada di blog sebelum-sebelumnya wkk, walaupun gagal di Access Camp, tidak lama kemudian akupun berangkat ke Jakarta gratis karena memenangkan lomba poster.
Ketika SMA aku juga mengikuti Bina Taqwa Pelajar Indonesia program pembinaan mental jasmani dan rohani. Program ini dilaksanakan di Kapal KRI Banda Aceh 451 bersama murid-murid SMA yang terpilih diseluruh Indonesia dan bersama TNI Angkatan laut. Kami tinggal dikapal perang dan berkegiatan di kepulauan seribu tepatnya di Pulau Tidung.
Aku juga mengikuti ekskul Greenschool yang berfokus pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Aku bukanlah orang yang pintar, otak ku biasa-biasa aja, maka dari itu aku berprinsip untuk selalu menonjolkan diriku diluar akademik agar bisa dikenang dan selalu diingat oleh guru-guru disekolah.
Setiap kegagalan yang aku dapatkan selalu menjadi pelajaran dalam hidupku yang sangat berharga dan pelajaran tersebut membuat ku sadar bahwa setiap kegagalan yang kita dapatkan akan selalu terkandung hikmah didalamnya, akan selalu ada kejutan dibalik setiap kegagalan yang kita dapatkan. Kegagalan adalah pengalaman berharga yang tidak ada nilainya. Ia akan selalu membuat kita dewasa dan menyadarkan kita arti keikhlasan dan lapang dada.
Jangan takut gagal
Keep mooving on!
And get your Success in Life.


ZULFA

Senin, 19 Juni 2017

Perjalanan ke Desa Jelapat Baru



Untuk kesekian kalinya aku berkunjung ke sebuah desa. Ya, sejak mengikuti  UKM FKIP MENGAJAR jiwa petualang ku kembali menyala, maklum sejak SMA suka menjelajah kemana-mana eh pas kuliah malah jadi mahasiswa kupu-kupu tanpa prestasi selama 4 semester.
Kali ini perjalanan ku ke Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban Kabupaten Barito kuala.

Aku berangkat bersama 8 temanku yang lain. Kali ini tujuan kami adalah untuk survey. Iyap, survey untuk kegiatan salah satu program kerja Departemen pengabdian masyarakat yaitu FKIP MENGABDI
Sebagai ketua departemen pengabdian masyarakat aku dituntut untuk ikut dalam kegiatan survey ini karena agenda ini juga menjadi salah satu bagian dari tanggung jawabku.

Kali ini desa yang kami tuju merupakan daerah perairan sungai barito, maka dari itu kami harus menyebrang sungai selama kurang lebih 20 menit.
Jam 7.30 kami berkumpul di depan kampus lalu berangkat ke dermaga penyebrangan, sepanjang jalan menyebrang sungai suasana adem nya sangat mendukung ditambah pemandangan batubara dan kapal-kapal besar. Wah kalimantan ini kaya di benak saya. Setelah menikmati suasana menyebrang tibalah kami di dermaga penyebrangan Tamban, kami dijemput oleh salah satu anggota FKIP Mengajar yang lokasi tempat tinggalnya didaerah sana. Setelah sampai kami melanjutkan perjalanan menuju desa sekitar 20 menitan,, sepanjang jalan terlihat indahnya sawah hijaunya padi dan suasana sepi khas desa. Ahh, entah kenapa akhir-akhir ini aku mencintai desa sejak bertemu dengan orang-orang yang mengajarkan ku arti pentingnya bersyukur hidup dikota, Sejak bertemu orang-orang yang mengajarkan ku betapa pentingnya dalam hidup ini untuk melihat kebawah agar lebih bersyukur.  Aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika berkunjung ke desa, KETENANGAN. Ya, sebuah perasaan yang sulit didapat ketika di kota. Ketika aku berada didesa aku merasakan ketenangan dan kebahagiaan ketika bertemu dengan orang-orang yang ramah dan santun, ketika berada didesa aku belajar betapa pentingnya mengendalikan nafsu dunia terhadap harta, jabatan, uang dan segalanya yang sifatnya hanya sementara. Selalu ada pelajaran yang aku dapatkan ketika berada didesa.

 Ketika sampai ditujuan agenda kami adalah mengunjungi rumah kepala desa untuk membicarakan rundown kegiatan disana. oh ya btw ini survey yang kedua kalinya jadi kami hanya memfix an izin disana. setelah kerumah kepala desa dan mendapatkan dukungan penuh dari beliau kami pun survey rumah yang akan kami sewa selama kegiatan disana (4 hari 3 malam) kami tertarik di sebuah rumah di pinggir sungai dimana suasana disana cukup adem, angin sepoi2 dan bisa sekalian wisata sungai hheee... setelah selesai survey tempat nginap didesa, kami berkunjung ke sekolah. Saya sempat shock melihat keadaan kelas disini, kursi-kursi setengah hancur, meja-meja kelas yang berhamburan, buku-buku berserakan, toilet yang tidak layak pakai, dll. Hati saya cukup miris melihat keadaan sekolah yang seperti ini, saya sangat bersyukur bisa bersekolah disekolah Negri yang bagus sampai sekarang, saatnya kita harus membawa sebuah perubahan sebagai bentuk realisasi dari rasa syukur kita. Setelah melihat kondisi sekolah kami pun melakukan kunjungan ke rumah kepala sekolah, kami meminta izin untuk mengadakan kegiatan mengajar disana dan Alhamdulillah untuk kesekian kalinya niat kami disambut dengan baik. Kami diizinkan untuk mengelola sekolah secara full selama 3 hari. Bahagiaa sekaliiiiiiiiiii... ini merupakan kesempatan emas bagi anggota fkip mengajar untuk belajar mengajar, belajar mengelola kelas, belajar mengelola sekolah dan bersosialisasi dengan warga sekitar karena proker Fkip mengabdi ini bukan hanya melibatkan sekolah saja namun langsung terjun di masyarakat. Ahh sayang sekali untuk agenda ini aku tak bisa mengikuti nya dikarenakan bentrok dengan jadwal PPL  maklum sudah semester 7. Aaaaaa udah memasuki semester akhir, rasanya aku masih ingin terus berkarya,terus berorganisasi tapi apalah daya aku juga harus fokus ke studi ku, aku harus bisa menyelesaikan skripsiku agar dengan mudah meraih mimpi-mimpi ku yang lain setelah lulus kuliah.
Semoga nanti kegiatan FKIP Mengabdi ini akan berjalan dengan lancar, bisa membawa dampak positif, membangun perubahan dari hal yang terkecil step by step insyaAllah.
FKIP MENGAJAR....... MENGABDI GASAN BANUA !!!!!