efect bunga berjatuhan

Rabu, 16 Agustus 2017

Wanita

Wanita
Menjadi seorang wanita bukanlah hal yang mudah, namun menjadi seorang wanita adalah sebuah anugerah. Islam telah menempatkan wanita pada posisi istimewa. Islam memperlakukan wanita sebagai Ratu yang harus dihormati. Sayangnya ada beberapa pendapat yang menilai bahwa ruang gerak wanita itu terbatas sehingga sering terdengar istilah emansipasi wanita. Istilah ini terlihat menuntut wanita agar bisa sejajar dengan laki-laki. Wanita bisa memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki dll. Mulailah terjadi perbedaan pendapat antara wanita pekerja dan wanita rumah tangga. Mulailah terjadi perbedaan pendapat wanita harus sekolah yang tinggi melebihi laki-laki. Saya adalah seorang wanita yang jujur saja baru menyadari bahwa Islam memperlakukan wanita sebegitu istimewanya. Dulu saya memang ngotot ingin menjadi wanita yang hebat melebihi laki-laki, ternyata setelah saya belajar, membaca dan memahami Al-Quran dan hadist, apa yang ada di benak saya pada saat itu sangatlah salah. Sampai kapanpun wanita dan laki-laki itu berbeda kodrat dan hakikatnya, wanita dan laki-laki memiliki masing-masing kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi, sampai kapanpun wanita dan laki-laki tidak akan pernah sama.
1.     Wanita harus berpendidikan tinggi
Saya setuju 80% dengan pendapat ini. Namun ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan. Saya setuju jika seorang wanita harus berpendidikan tinggi namun hal yang selalu saya tekankan dalam diri saya pribadi adalah bukan sekolahnya yang penting namun belajarnya. Kalau memang kita memiliki kesempatan,waktu dan rezeki maka kuliah sampai sarjana bagi seorang wanita boleh-boleh saja, niatkan dari awal bahwa kuliah ini adalah sebagai ladang ibadah sehingga proses yang kita jalani selama di bangku perkuliahan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah. Hal yang bisa didapatkan ketika dibangku perkuliahan adalah saya melihat bahwa orang yang berpendidikan dan orang yang kurang berpendidikan akan terlihat bedanya saat dia menghadapi masalah, mengatur emosi, cara memperlakukan orang lain dan cara menilai sesuatu. Yang saya maksud berpendidikan disini adalah orang-orang yang memang benar-benar niat menuntut ilmu karena tidak semua orang yang berpendidikan benar-benar niat dalam belajar sehingga hasilnya tidak semua sarjana itu memang benar-benar “terdidik”. Semua tergantung niat awal, jika niat awalnya baik maka akan terlihat di akhir. Jika niat awal untuk kuliah adalah untuk memperbaiki diri, mencari wadah untuk terus berkarya dan haus akan ilmu, memanfaatkan ilmu yang kita dapat untuk kepentingan masyarakat sehingga kita menjadi pribadi yang bermanfaat maka hal ini harus diutamakan. Sedangkan kita tau bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama, kita memiliki rezeki yang berbeda-beda. Jika memang kita tidak memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, kita tidak memiliki kesempatan atau memang bukan rezekinya untuk berkuliah, maka janganlah kecewa. Menurut saya, wanita harus berpendidikan tinggi bukan berarti wanita harus kuliah, karena sesuai yang ada dipikiran saya tadi bahwa bukan sekolahnya yang penting, namun belajarnya. Toh yang namanya sekolah tidak selalu diinstitusi formal kan? Yang namanya belajar tidak mesti harus di bangku perkuliahan kan? Maka dari itu seorang wanita harus memiliki skill, wanita harus memiliki kelebihan yang akan membuat mereka dihargai dan dihormati sebagai seorang wanita. Maka dari itu wanita harus memiliki ilmu akademik maupun nonakademik. Bagaimana caranya?
a.     Ikut kursus: kalau memang tidak sanggup untuk kuliah jangan biarkan diri kita stuck tanpa prestasi. Kita harus tetap terus mengembangkan diri kita, kita harus tetap memiliki sikap haus akan ilmu dan terus belajar. Kita bisa ikut kursus menjahit, kursus masak, dll sesuai dengan hobi dan kesukaan kita. Intinya at least wanita harus memiliki 1 skill yang membuat mereka menjadi produktif dan mandiri.
b.     Ikut komunitas: ikut komunitas juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Kita juga bisa nambah teman, nambah relasi bahkan banyak info-info dan kesempatan yang bakal kita temukan jika ikut dalam sebuah komunitas, tentunya komunitas yang memang benar-benar tujuannya untuk menebar manfaat.
c.      Membaca buku/akses internet: dizaman yang serba teknologi saat ini, kita diberikan kemudahan untuk belajar, membaca buku pun bisa melalui gadget yang kita punya, kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan membaca, aksesnya udah mudah, tinggal ngumpulin niat buat belajar. Kalau mau bikin sesuatu tinggal ketik keyword nya di google atau mau liat tutorial something tinggal akses di youtube. Intinya dengan zaman yang serba mudah sekarang kita harus benar-benar teliti dan bijak dalam menggunakannya untuk manfaat.
2.     Wanita harus bekerja
Kalau ditanya tentang apakah wanita harus bekerja atau tidak maka jawaban saya adalah TIDAK. This is my opinion , bagi saya wanita tidak harus bekerja tetapi wanita harus memiliki penghasilan sendiri. Beda loh ya antara bekerja dengan berpenghasilan sendiri walaupun kata bekerja intinya memiliki penghasilan, tapi kalau berpenghasilan sendiri caranya tidak mesti bekerja. Teringat sebuah nasehat, setinggi apapun pendidikan wanita ia tetaplah akan menjadi ibu rumah tangga. Ini berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Dalam Islam, ketika wanita sudah menikah maka ia wajib berbakti kepada suaminya. Persoalan wanita harus bekerja atau tidak akan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan jika seorang wanita sudah memiliki suami apalagi memiliki anak. Ya kalau bagi saya sih karena passionnya bisnis jadi saya mencari penghasilan sendiri berdasarkan hobi yang saya suka. Tidak terkekang, tidak dibatasi, dan bekerja sesuai hati yang penuh cinta. Do what you love and love what you do. But, everyone has their opinion and their own reasons why she needs to work. Saya juga tidak menyalahkan wanita yang bekerja, saya malah kagum dengan wanita tersebut yang bisa membagi waktunya. Intinya semua orang punya perspektif cara pandang, dan  alasan tentang hal diatas.

Kesimpulannya adalah bagi saya wanita yang berpendidikan bukanlah wanita yang telah menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya, wanita berpendidikan adalah wanita yang hebat, mandiri, produktif, berpikir cerdas, serta selalu melibatkan Allah dalam segala urusannya. Semoga kita menjadi wanita yang hebat ya yang bukan hanya bisa berpoles riasan make up, yang bukan hanya mengandalkan fisik semata namun yang bisa berpikir cerdas sehingga wanita ini akan menghasilkan generasi-generasi yang cerdas pula dimasa depan.

Di suatu malam,16 Agustus 2017
Zulfa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar