Wanita
Menjadi seorang wanita bukanlah
hal yang mudah, namun menjadi seorang wanita adalah sebuah anugerah. Islam
telah menempatkan wanita pada posisi istimewa. Islam memperlakukan wanita
sebagai Ratu yang harus dihormati. Sayangnya ada beberapa pendapat yang menilai
bahwa ruang gerak wanita itu terbatas sehingga sering terdengar istilah
emansipasi wanita. Istilah ini terlihat menuntut wanita agar bisa sejajar dengan
laki-laki. Wanita bisa memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki
dll. Mulailah terjadi perbedaan pendapat antara wanita pekerja dan wanita rumah
tangga. Mulailah terjadi perbedaan pendapat wanita harus sekolah yang tinggi
melebihi laki-laki. Saya adalah seorang wanita yang jujur saja baru menyadari
bahwa Islam memperlakukan wanita sebegitu istimewanya. Dulu saya memang ngotot
ingin menjadi wanita yang hebat melebihi laki-laki, ternyata setelah saya
belajar, membaca dan memahami Al-Quran dan hadist, apa yang ada di benak saya
pada saat itu sangatlah salah. Sampai kapanpun wanita dan laki-laki itu berbeda
kodrat dan hakikatnya, wanita dan laki-laki memiliki masing-masing kemampuan
yang berbeda dan saling melengkapi, sampai kapanpun wanita dan laki-laki tidak
akan pernah sama.
1. Wanita harus berpendidikan tinggi
Saya setuju 80% dengan pendapat
ini. Namun ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan. Saya setuju
jika seorang wanita harus berpendidikan tinggi namun hal yang selalu saya
tekankan dalam diri saya pribadi adalah bukan sekolahnya yang penting namun
belajarnya. Kalau memang kita memiliki kesempatan,waktu dan rezeki maka kuliah
sampai sarjana bagi seorang wanita boleh-boleh saja, niatkan dari awal bahwa
kuliah ini adalah sebagai ladang ibadah sehingga proses yang kita jalani selama
di bangku perkuliahan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah. Hal yang bisa didapatkan
ketika dibangku perkuliahan adalah saya melihat bahwa orang yang berpendidikan
dan orang yang kurang berpendidikan akan terlihat bedanya saat dia menghadapi
masalah, mengatur emosi, cara memperlakukan orang lain dan cara menilai
sesuatu. Yang saya maksud berpendidikan disini adalah orang-orang yang memang
benar-benar niat menuntut ilmu karena tidak semua orang yang berpendidikan
benar-benar niat dalam belajar sehingga hasilnya tidak semua sarjana itu memang
benar-benar “terdidik”. Semua tergantung niat awal, jika niat awalnya baik maka
akan terlihat di akhir. Jika niat awal untuk kuliah adalah untuk memperbaiki
diri, mencari wadah untuk terus berkarya dan haus akan ilmu, memanfaatkan ilmu
yang kita dapat untuk kepentingan masyarakat sehingga kita menjadi pribadi yang
bermanfaat maka hal ini harus diutamakan. Sedangkan kita tau bahwa tidak semua
orang memiliki kesempatan yang sama, kita memiliki rezeki yang berbeda-beda.
Jika memang kita tidak memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, kita
tidak memiliki kesempatan atau memang bukan rezekinya untuk berkuliah, maka
janganlah kecewa. Menurut saya, wanita harus berpendidikan tinggi bukan berarti
wanita harus kuliah, karena sesuai yang ada dipikiran saya tadi bahwa bukan
sekolahnya yang penting, namun belajarnya. Toh yang namanya sekolah tidak
selalu diinstitusi formal kan? Yang namanya belajar tidak mesti harus di bangku
perkuliahan kan? Maka dari itu seorang wanita harus memiliki skill, wanita
harus memiliki kelebihan yang akan membuat mereka dihargai dan dihormati
sebagai seorang wanita. Maka dari itu wanita harus memiliki ilmu akademik
maupun nonakademik. Bagaimana caranya?
a.
Ikut kursus: kalau memang tidak sanggup untuk kuliah jangan biarkan diri
kita stuck tanpa prestasi. Kita harus tetap terus mengembangkan diri kita, kita
harus tetap memiliki sikap haus akan ilmu dan terus belajar. Kita bisa ikut
kursus menjahit, kursus masak, dll sesuai dengan hobi dan kesukaan kita.
Intinya at least wanita harus memiliki 1 skill yang membuat mereka menjadi
produktif dan mandiri.
b.
Ikut komunitas: ikut komunitas juga merupakan salah satu cara untuk
mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Kita juga bisa nambah teman,
nambah relasi bahkan banyak info-info dan kesempatan yang bakal kita temukan
jika ikut dalam sebuah komunitas, tentunya komunitas yang memang benar-benar
tujuannya untuk menebar manfaat.
c.
Membaca buku/akses internet: dizaman yang serba teknologi saat ini, kita
diberikan kemudahan untuk belajar, membaca buku pun bisa melalui gadget yang
kita punya, kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan membaca, aksesnya
udah mudah, tinggal ngumpulin niat buat belajar. Kalau mau bikin sesuatu
tinggal ketik keyword nya di google atau mau liat tutorial something tinggal
akses di youtube. Intinya dengan zaman yang serba mudah sekarang kita harus
benar-benar teliti dan bijak dalam menggunakannya untuk manfaat.
2. Wanita harus bekerja
Kalau ditanya tentang apakah
wanita harus bekerja atau tidak maka jawaban saya adalah TIDAK. This is my
opinion , bagi saya wanita tidak harus bekerja tetapi wanita harus memiliki
penghasilan sendiri. Beda loh ya antara bekerja dengan berpenghasilan sendiri
walaupun kata bekerja intinya memiliki penghasilan, tapi kalau berpenghasilan
sendiri caranya tidak mesti bekerja. Teringat sebuah nasehat, setinggi apapun
pendidikan wanita ia tetaplah akan menjadi ibu rumah tangga. Ini berlaku bagi
wanita yang sudah menikah. Dalam Islam, ketika wanita sudah menikah maka ia
wajib berbakti kepada suaminya. Persoalan wanita harus bekerja atau tidak akan
menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan jika seorang wanita sudah memiliki
suami apalagi memiliki anak. Ya kalau bagi saya sih karena passionnya bisnis
jadi saya mencari penghasilan sendiri berdasarkan hobi yang saya suka. Tidak terkekang,
tidak dibatasi, dan bekerja sesuai hati yang penuh cinta. Do what you love and
love what you do. But, everyone has their opinion and their own reasons why she
needs to work. Saya juga tidak menyalahkan wanita yang bekerja, saya malah kagum
dengan wanita tersebut yang bisa membagi waktunya. Intinya semua orang punya
perspektif cara pandang, dan alasan
tentang hal diatas.
Kesimpulannya adalah bagi saya
wanita yang berpendidikan bukanlah wanita yang telah menyelesaikan pendidikan
setinggi-tingginya, wanita berpendidikan adalah wanita yang hebat, mandiri,
produktif, berpikir cerdas, serta selalu melibatkan Allah dalam segala
urusannya. Semoga kita menjadi wanita yang hebat ya yang bukan hanya bisa
berpoles riasan make up, yang bukan hanya mengandalkan fisik semata namun yang
bisa berpikir cerdas sehingga wanita ini akan menghasilkan generasi-generasi
yang cerdas pula dimasa depan.
Di suatu malam,16 Agustus 2017
Zulfa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar