efect bunga berjatuhan

Senin, 19 Juni 2017

Perjalanan ke Desa Jelapat Baru



Untuk kesekian kalinya aku berkunjung ke sebuah desa. Ya, sejak mengikuti  UKM FKIP MENGAJAR jiwa petualang ku kembali menyala, maklum sejak SMA suka menjelajah kemana-mana eh pas kuliah malah jadi mahasiswa kupu-kupu tanpa prestasi selama 4 semester.
Kali ini perjalanan ku ke Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban Kabupaten Barito kuala.

Aku berangkat bersama 8 temanku yang lain. Kali ini tujuan kami adalah untuk survey. Iyap, survey untuk kegiatan salah satu program kerja Departemen pengabdian masyarakat yaitu FKIP MENGABDI
Sebagai ketua departemen pengabdian masyarakat aku dituntut untuk ikut dalam kegiatan survey ini karena agenda ini juga menjadi salah satu bagian dari tanggung jawabku.

Kali ini desa yang kami tuju merupakan daerah perairan sungai barito, maka dari itu kami harus menyebrang sungai selama kurang lebih 20 menit.
Jam 7.30 kami berkumpul di depan kampus lalu berangkat ke dermaga penyebrangan, sepanjang jalan menyebrang sungai suasana adem nya sangat mendukung ditambah pemandangan batubara dan kapal-kapal besar. Wah kalimantan ini kaya di benak saya. Setelah menikmati suasana menyebrang tibalah kami di dermaga penyebrangan Tamban, kami dijemput oleh salah satu anggota FKIP Mengajar yang lokasi tempat tinggalnya didaerah sana. Setelah sampai kami melanjutkan perjalanan menuju desa sekitar 20 menitan,, sepanjang jalan terlihat indahnya sawah hijaunya padi dan suasana sepi khas desa. Ahh, entah kenapa akhir-akhir ini aku mencintai desa sejak bertemu dengan orang-orang yang mengajarkan ku arti pentingnya bersyukur hidup dikota, Sejak bertemu orang-orang yang mengajarkan ku betapa pentingnya dalam hidup ini untuk melihat kebawah agar lebih bersyukur.  Aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika berkunjung ke desa, KETENANGAN. Ya, sebuah perasaan yang sulit didapat ketika di kota. Ketika aku berada didesa aku merasakan ketenangan dan kebahagiaan ketika bertemu dengan orang-orang yang ramah dan santun, ketika berada didesa aku belajar betapa pentingnya mengendalikan nafsu dunia terhadap harta, jabatan, uang dan segalanya yang sifatnya hanya sementara. Selalu ada pelajaran yang aku dapatkan ketika berada didesa.

 Ketika sampai ditujuan agenda kami adalah mengunjungi rumah kepala desa untuk membicarakan rundown kegiatan disana. oh ya btw ini survey yang kedua kalinya jadi kami hanya memfix an izin disana. setelah kerumah kepala desa dan mendapatkan dukungan penuh dari beliau kami pun survey rumah yang akan kami sewa selama kegiatan disana (4 hari 3 malam) kami tertarik di sebuah rumah di pinggir sungai dimana suasana disana cukup adem, angin sepoi2 dan bisa sekalian wisata sungai hheee... setelah selesai survey tempat nginap didesa, kami berkunjung ke sekolah. Saya sempat shock melihat keadaan kelas disini, kursi-kursi setengah hancur, meja-meja kelas yang berhamburan, buku-buku berserakan, toilet yang tidak layak pakai, dll. Hati saya cukup miris melihat keadaan sekolah yang seperti ini, saya sangat bersyukur bisa bersekolah disekolah Negri yang bagus sampai sekarang, saatnya kita harus membawa sebuah perubahan sebagai bentuk realisasi dari rasa syukur kita. Setelah melihat kondisi sekolah kami pun melakukan kunjungan ke rumah kepala sekolah, kami meminta izin untuk mengadakan kegiatan mengajar disana dan Alhamdulillah untuk kesekian kalinya niat kami disambut dengan baik. Kami diizinkan untuk mengelola sekolah secara full selama 3 hari. Bahagiaa sekaliiiiiiiiiii... ini merupakan kesempatan emas bagi anggota fkip mengajar untuk belajar mengajar, belajar mengelola kelas, belajar mengelola sekolah dan bersosialisasi dengan warga sekitar karena proker Fkip mengabdi ini bukan hanya melibatkan sekolah saja namun langsung terjun di masyarakat. Ahh sayang sekali untuk agenda ini aku tak bisa mengikuti nya dikarenakan bentrok dengan jadwal PPL  maklum sudah semester 7. Aaaaaa udah memasuki semester akhir, rasanya aku masih ingin terus berkarya,terus berorganisasi tapi apalah daya aku juga harus fokus ke studi ku, aku harus bisa menyelesaikan skripsiku agar dengan mudah meraih mimpi-mimpi ku yang lain setelah lulus kuliah.
Semoga nanti kegiatan FKIP Mengabdi ini akan berjalan dengan lancar, bisa membawa dampak positif, membangun perubahan dari hal yang terkecil step by step insyaAllah.
FKIP MENGAJAR....... MENGABDI GASAN BANUA !!!!!

Senin, 05 Juni 2017

1 tahun Mahasiswa Jumba

1 tahun Mahasiswa Jumba (Mahasiswa Jumat Berbagi)

Sebenarnya aku pun tidak tau pasti kapan gerakan ini dilahirkan :D. Kalau kamu membaca postingan aku sebelumnya disana memang tidak dijelaskan secara detail kapan tanggal munculnya mahasiswa jumba ini.
Baiklah, karena cukup memusingkan aku memutuskan bahwa lahirnya mahasiswa jumba di minggu pertama bulan ramadhan. Kenapa? Karena agenda pertama kami dilaksanakan di bulan ramadhan tahun 2016 maka anniversary nya pun akan dilaksanakan pada bulan ramadhan juga.
Hah? Anniv? Wkwkw

Jadi sebenarnya bukan anniv sih tapi lebih ke acara syukuran karena sudah setahun mahasiswa jumba konsisten melaksanakan kegiatan berbagi.

Aku pun dan teman-teman lainnya berencana untuk melaksanakan kegiatan buka bersama dengan anak yatim. Kalau tahun kemarin kami melaksanakan buka bersama di panti asuhan, maka tahun ini kami melaksanakan buka bersama di rumah yatim. Awalnya kami ingin hari Jumat, namun pihak rumah yatim ternyata memiliki agenda tersendiri pada hari Jumat dan yang kosong adalah hari kamis finally kami putuskan untuk berbuka puasa bersama pada  hari Kamis 1 Juni (6 Ramadhan 1438) bersama 20 anak rumah Yatim.

Persiapannya cukup singkat hanya 4 hari, sedangkan pada saat itu kami yang berasal dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat memasuki minggu tenang sebelum ujian dimana minggu tenang itu sangat banyak tugasssss.. aku pun berusaha tenang dan menyicil satu persatu tugas. Aku meminta tolong kepada teman-teman lainnya untuk bisa berbagi tugas dalam melaksanakan acara syukuran ini. Alhamdulillah jika kita bekerja bersama-sama maka semua akan terasa lebih mudah.


Agenda kali ini akan ada sambutan dari pihak rumah yatim, perkenalan apa itu mahasiswa jumba, perkenalan peserta, materi motivasi, pemberian santunan, potong kue, doa bersama dan buka puasa bersama serta foto bersama.

Kami pun mulai ngeshare informasi kegiatan di media sosial khususnya di instagram @mahasiswa_jumba, dan Alhamdulillah responnya cukup banyak, banyak yang berpartisipasi, banyak yang berdonasi. Walaupun tahun ini yang berdonasi tidak sebanyak tahun kemarin karena waktu yang mepet, tetapi yang berpartisipasi dalam agenda tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren.

Waktu berjalan hari demi hari, tak terasa sudah H-1, konsumsi sudah dipesan, kue sudah dipesan, pembagian tugas acara sudah, santunan sudah disiapkan dan tinggal menunggu hari esok. Pada hari Rabu siang, aku melanjutkan menyelesaikan tugas kuliah agar bisa fokus di kegiatan di hari kamis. Tiba-tiba telpon saya berdering, kemudian aku angkat dan mulailah percakapan dengan seorang lelaki. aku terkejut dia mengenalkan diri sebagai produser salah satu tv swasta, dia mengundang aku untuk menjadi narasumber di sebuah acara talkshow, dia ingin aku berbincang-bincang santai untuk menjelaskan apa itu mahasiswa jumba. Awalnya aku bingung karena aku pikir mahasiswa jumba bukan sebuah komunitas, bukan sebuah gerakan besar, hanya gerakan biasa saja dan menurutku masih belum pantas terlalu di ekspose haha. namun, aku berpikir ini lah kesempatan untuk mengenalkan dan menjelaskan jumba ini yaaa hitung-hitung bisa nambah donatur hehee.. aku pun mengajak teman ku Lisa dan kami harus taping jam 11 pagi di hari Kamis. Yap, tepat di hari agenda syukuran 1 tahun mahasiswa jumba. Disana aku menjelaskan secara detail tentang awal mula nya mahasiswa jumba, kegiatannya apa saja, sumber dana nya darimana dll. Aku rasa ini merupakan kado terindah dan merupakan semangat baru untuk mahasiswa jumba untuk terus berbagi.

Sore nya aku langsung pergi ke Rumah Yatim untuk mempersiapkan semua. Ada 20 anak yatim yang akan kami santuni. Acara dimulai jam 5 namun anak-anak dirumah yatim tersebut sudah duluan datang ssatu am sebelum acara dimulai. Sembari menanti teman-teman yang lain, aku berbincang-bincang dengan salah satu pengurus rumah yatim disana. ternyata rumah yatim ini memiliki lebih dari 200 anak asuh, namun hanya 7 orang yang tinggal diasrama, selebihnya tinggal dirumah masing-masing namun biaya pendidikan ditanggung oleh pihak rumah yatim ini hingga selesai. Sambil berbincang-bincang terbesit dipikiranku untuk mengadakan acara buka bersama 100 anak-anak kurang mampu di Banjarmasin. Aku mulai membayangkan tahun depan syukuran mahasiswa jumba akan lebih meriah dan akan diisi oleh anak-anak panti asuhan, rumah yatim dan rumah kanker. Aku ingin gerakan ini bisa lebih banyak menebar manfaatnya walau aku sadar gerakan ini masih banyak kendala-kendala yang dihadapi, toh namanya juga mimpi, gak ada yang salah ka, toh dulu juga aku bermimpi ingin memiliki gerakan sosial seperti ini dan ternyata Allah mengabulkannya hingga konsisten bertahan selama setahun belakangan ini. Selain itu aku juga pernah bermimpi untuk menjadi seorang narasumber yang harapannya bisa menginspirasi banyak orang untuk sama-sama berbuat kebaikan Alhamdulillah tidak disangka-sangka aku malah diundang di acara talkshow tv swasta lokal dan menjadi narasumber disana. ahh hobi ku adalah bermimpi, aku senang sekali bermmimpi, aku selalu mempunyai target-target yang ingin aku capai selama hidup ini toh Allah tidak diam, Allah with us, semoga apa saja yang aku mimpikan bisa menjadi coretan-coretan indah karena mimpi-mimpi  tersebut akan terwujud.  Okay kembali ke laptop. Setelah perbincangan yang cukup lama dengan pengurus anak yatim finally teman-teman saya yang lain berdatangan. Yuk acara kita mulai ... acara dipimpin oleh teman aku Desy Helma, acara awal pembukaan, sambutan dan perkenalan rumah yatim di isi oleh ka Tari dia menjelaskan apa itu rumah yatim beserta program-programnya. Kemudian sambutan dari perwakilan mahasiswa jumba yang kebetulan diisi oleh saya, saya mengucapkan terima kasih sekaligus memperkenalkan sejarah mahasiswa jumba. Kemudian setiap orang yang hadir peserta maupun anak-anak rumah yatim memperkenalkan dirinya masing-masing. Anak-anaknya terlihat malu-malu karena mayoritas dari mereka adalah remaja smp dan sma. Oh ya sebelum acara mulai ada temanku yang datang dan memberi santunan 20 amplop untuk diberikan kepada anak yatim, sebenarnya dari aku sendiri pun sudah mempersiapkan 20 amplop, finally setiap anak yatim mendapatkan 2 amplop hehe.

Acara ditutup dengan pemotongan kue dan makan bersama serta foto bareng, semua terlihat bahagia semua nampak terlihat gembira. Aku yakin konsep berbagi itu membahagiakan benar-benar terbukti, maka dari itu aku selalu semangat untuk mengajak teman-teman dalam kegiatan berbagi karena sebenarnya dengan berbagi kita telah membahagiakan orang lain dan sadar atau tidak sadar dengan membahagiakan orang lain secara tidak langsung kita juga turut membahagiakan diri sendiri. So, berbagi itu membahagiakan J