Mahasiswa Jumba as known as Mahasiswa Jumat Berbagi.
Bukan sebuah organisasi, bukan sebuah paguyuban. Untuk
menyebutnya sebuah komunitas pun aku tak berani. Didirikan atas kemauan pribadi
pada bulan Juni 2016. Pada saat itu aku berbincang-bincang bersama senior di
kampusku, kak Putri. “Kak, aku pengen deh punya wadah perkumpulan untuk kita
berbagi membantu sesama, terkadang aku bingung mau nyumbang kemana.”
“boleh, ide yang bagus tuh.” Kata kak Putri. Terus aku
mulai menyampaikan ide ku “aku sudah terpikir untuk membentuk perkumpulan kita
kak, namanya Mahasiswa Jumba”
“hahaha yang benar aja, masa kita mau Zumba zul?”
“lahh,bukan itu kak ini Jumba bukan Zumba. Mahasiswa
Jumba itu singkatan Jumat Bersedekah/Berbagi.”
“oalahh,, bagus bagus tuh idenya mantap.” Kata kak Putri.
Yap, sedikit perbincangan ini cukup membuat ku ketawa.
Aku memang sengaja membuat kata-kata Jumba karena pada saat itu lagi hits
sekali orang-orang yang Zumba, pengucapan Zumba pun kadang diucapkan dengan
kata Jumba seakan Zumba dan Jumba itu sama hehe, sehingga hal tersebut membuat
ku memiliki kesempatan memperkenalkan Jumba lebih jauh.
Awalnya aku hanya ingin mengaplikasikan ilmu leadership
yang aku dapat ketika mengikuti Program Beyond Access, tetapi lambat laun aku
sadar bahwa kewajiban berbagi itu adalah kewajiban kita semua apalagi sebagai
mahasiswa.
Suatu hari dibulan Ramadhan beasiswa dari pemerintah
masuk ke rekening ku. Saat itu aku sudah berniat untuk berbuka puasa dengan
anak-anak panti menggunakan uang beasiswa tersebut, tiba-tiba aku berpikir
untuk mengajak teman-teman ku yang lain untuk ikut bergabung dan mulai
mengumpulkan donasi sekaligus meresmikan perkumpulan mahasiswa sebagai wadah
untuk berbagi yaitu mahasiswa Jumba. Ilmu sedderhana yang aku dapat ketika
kursus design grafis setelah lulus SMA membuat ku langsung bergerak membuat
sebuah desain pamplet untuk disebar. Aku mulai mendesain redaksi dan
meyebarkannya ke media sosial. Ternyata kegiatan mengumpulkan donasi dan
mengajak orang lain untuk berbagi adalah hal yang menyenangkan.
Saat itu aku hanya bermodalkan nekat ke panti asuhan
Al-muawannah dan mengatasnamakan diri sebagai Mahasiswa Jumba walaupun pada
saat itu akupun tak tau gambaran kegiatan yang akan aku lakukan nanti seperti
apa. “ah, yang penting kita berbuat baik dulu, yang penting kita mulai dulu,
kalau kelamaan mikir nanti ga akan jadi-jadi” pikirku saat itu.
Tak ada yang menyangka, ternyata banyak ang
berpartisipasi dalam kegiatan buka puasa bersama mahasiswa Jumba, sekitar 20
orang mahasiswa berpartisipasi dan banyak yang berdonasi. Bahkan dosen saya pun
berdonasi 500.000 pada saat itu yang membuat saya semangat dalam mengadakan
kegiatan berbagi ini hehe.
Satu-satunya hal yang membuat saya semangat adalah ketika
banyak yang berpartisipasi dan berdonasi, karena pada saat itu saya merasa
tidak sendiri dan merasa disupport.
Hari menjelang buka puasa bersama dengan anak-anak panti
asuhan semakin dekat. Pada saat itu saya sangat bingung untuk mengatur acara.
Apakah hanya sekedar buka puasa bersama atau ditambah agenda lain, akhirnya
teman-teman saya yang lai memberikan saran untuk menambhakan agenda lain yaitu
training motivasi. Untungnya saya memiliki teman-teman yang luar biasa sehingga
saya dengan mohon meminta bantuan mereka untuk mengisi acara dan alhamdulillah
mereka bersedia.
Alhamdulillah Pada saat hari H ,acaranya berjalan dengan
lancar walaupun diiringi hujan deras.
Dan pada saat itu banyak sekali pertanyaan, apa itu
mahasiswa Jumba, apa saja kegiatannya dll. Hal tersebut membuat saya berpikir
spontan dan tiba-tiba berkata “kegiatan mahasiswa jumba adalah berbagi nasi
bungkus dihari Jumat” walaupun pada saat itu saya masih belum tau gambaran
jelas nya seperti apa.
Dan sampai sekarang hampir satu tahun mahasiswa jumba
terus ada terus semangat menebar semangat berbagi , walau tidak ada kaderisasi
karena mahasiswa jumba adalah murni sebagai wadah untuk berbagi bukan untuk
menambah daftar organisasi.
Kegiatannya pun sangat beragam, mulai dari berbagi nasi,
berbagi ilmu, berbagi kado dll dan biasanya kami melakukan kegiatan bukan hanya
dipinggir jalan tetapi di panti asuhan,panti jompo, rumah sakit bahkan rumah
kanker.
Semoga mahasiswa jumba takkan pernah lenyap oleh waktu,
terus menebar semangat berbagi tanpa henti.
Zulfa














