efect bunga berjatuhan

Kamis, 25 Mei 2017

Mahasiswa Jumba (Mahasiswa Jumat Berbagi)

Mahasiswa Jumba as known as Mahasiswa Jumat Berbagi.
Bukan sebuah organisasi, bukan sebuah paguyuban. Untuk menyebutnya sebuah komunitas pun aku tak berani. Didirikan atas kemauan pribadi pada bulan Juni 2016. Pada saat itu aku berbincang-bincang bersama senior di kampusku, kak Putri. “Kak, aku pengen deh punya wadah perkumpulan untuk kita berbagi membantu sesama, terkadang aku bingung mau nyumbang kemana.”
“boleh, ide yang bagus tuh.” Kata kak Putri. Terus aku mulai menyampaikan ide ku “aku sudah terpikir untuk membentuk perkumpulan kita kak, namanya Mahasiswa Jumba”
“hahaha yang benar aja, masa kita mau Zumba zul?”
“lahh,bukan itu kak ini Jumba bukan Zumba. Mahasiswa Jumba itu singkatan Jumat Bersedekah/Berbagi.”
“oalahh,, bagus bagus tuh idenya mantap.” Kata kak Putri.
Yap, sedikit perbincangan ini cukup membuat ku ketawa. Aku memang sengaja membuat kata-kata Jumba karena pada saat itu lagi hits sekali orang-orang yang Zumba, pengucapan Zumba pun kadang diucapkan dengan kata Jumba seakan Zumba dan Jumba itu sama hehe, sehingga hal tersebut membuat ku memiliki kesempatan memperkenalkan Jumba lebih jauh.
Awalnya aku hanya ingin mengaplikasikan ilmu leadership yang aku dapat ketika mengikuti Program Beyond Access, tetapi lambat laun aku sadar bahwa kewajiban berbagi itu adalah kewajiban kita semua apalagi sebagai mahasiswa.
Suatu hari dibulan Ramadhan beasiswa dari pemerintah masuk ke rekening ku. Saat itu aku sudah berniat untuk berbuka puasa dengan anak-anak panti menggunakan uang beasiswa tersebut, tiba-tiba aku berpikir untuk mengajak teman-teman ku yang lain untuk ikut bergabung dan mulai mengumpulkan donasi sekaligus meresmikan perkumpulan mahasiswa sebagai wadah untuk berbagi yaitu mahasiswa Jumba. Ilmu sedderhana yang aku dapat ketika kursus design grafis setelah lulus SMA membuat ku langsung bergerak membuat sebuah desain pamplet untuk disebar. Aku mulai mendesain redaksi dan meyebarkannya ke media sosial. Ternyata kegiatan mengumpulkan donasi dan mengajak orang lain untuk berbagi adalah hal yang menyenangkan.
Saat itu aku hanya bermodalkan nekat ke panti asuhan Al-muawannah dan mengatasnamakan diri sebagai Mahasiswa Jumba walaupun pada saat itu akupun tak tau gambaran kegiatan yang akan aku lakukan nanti seperti apa. “ah, yang penting kita berbuat baik dulu, yang penting kita mulai dulu, kalau kelamaan mikir nanti ga akan jadi-jadi” pikirku saat itu.
Tak ada yang menyangka, ternyata banyak ang berpartisipasi dalam kegiatan buka puasa bersama mahasiswa Jumba, sekitar 20 orang mahasiswa berpartisipasi dan banyak yang berdonasi. Bahkan dosen saya pun berdonasi 500.000 pada saat itu yang membuat saya semangat dalam mengadakan kegiatan berbagi ini hehe.
Satu-satunya hal yang membuat saya semangat adalah ketika banyak yang berpartisipasi dan berdonasi, karena pada saat itu saya merasa tidak sendiri dan merasa disupport.
Hari menjelang buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan semakin dekat. Pada saat itu saya sangat bingung untuk mengatur acara. Apakah hanya sekedar buka puasa bersama atau ditambah agenda lain, akhirnya teman-teman saya yang lai memberikan saran untuk menambhakan agenda lain yaitu training motivasi. Untungnya saya memiliki teman-teman yang luar biasa sehingga saya dengan mohon meminta bantuan mereka untuk mengisi acara dan alhamdulillah mereka bersedia.
Alhamdulillah Pada saat hari H ,acaranya berjalan dengan lancar walaupun diiringi hujan deras.
Dan pada saat itu banyak sekali pertanyaan, apa itu mahasiswa Jumba, apa saja kegiatannya dll. Hal tersebut membuat saya berpikir spontan dan tiba-tiba berkata “kegiatan mahasiswa jumba adalah berbagi nasi bungkus dihari Jumat” walaupun pada saat itu saya masih belum tau gambaran jelas nya seperti apa.
Dan sampai sekarang hampir satu tahun mahasiswa jumba terus ada terus semangat menebar semangat berbagi , walau tidak ada kaderisasi karena mahasiswa jumba adalah murni sebagai wadah untuk berbagi bukan untuk menambah daftar organisasi.
Kegiatannya pun sangat beragam, mulai dari berbagi nasi, berbagi ilmu, berbagi kado dll dan biasanya kami melakukan kegiatan bukan hanya dipinggir jalan tetapi di panti asuhan,panti jompo, rumah sakit bahkan rumah kanker.
Semoga mahasiswa jumba takkan pernah lenyap oleh waktu, terus menebar semangat berbagi tanpa henti.

Zulfa










Senin, 15 Mei 2017

Perjalanan Ke Desa Pulau Nyiur

Perjalanan ke Desa Pulau Nyiur

Sabtu, 6 Mei 2017 untuk kedua kali nya Fkip Mengajar mengabdi di desa untuk mengajar dan berbagi. Agenda kali ini Fkip mengajar bekerja sama dengan BEM Universitas Lambung Mangkurat dalam memperingati hari pendidikan nasional.
Kali ini desa tujuan kami adalah Desa Pulau Nyiur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.
Agenda kami adalah pengelolaan perpustakaan di SDN pulau Nyiur 2 dan mengajar di SD Filial Pulau Nyiur 2. Perjalanan yang kami tempuh sekitar satu jam setengah dari Banjarmasin. Kali ini kami naik sepeda motor masing-masing karena perjalanan nya tidak cukup jauh.
Saya mendapat bagian untuk mengajar di SD Filial pulau Nyiur 2. Mengajar sejarah pendidikan dan keterampilan dari sedotan. Jujur saja, awalnya saya tidak bisa mengikuti kegiatan ini karena padatnya jadwal ngehenna. Pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan terbesar saya. Disisi lain saya perlu uang untuk keperluan sehari-hari karena pada bulan April kemaren pekerjaan saya lumayan sepi, namun disisi lain saya juga ingin menambah pengalaman saya ke desa karena sepertinya saya jatuh cinta dengan desa sejak mengenal dia *eh
2 hari 2 malam saya terus berpikir bagaimana saya harus membagi waktu yang super full ini. Akhirnya mau tidak mau saya harus mengcancel 1 jadwal henna saya di hari sabtu dan menyelesaikan 6 pengantin dihari Jumat hingga larut malam. Finally, besok paginya bisa ikut mengajar di SD Filial Pulau Nyiur walaupun setelah mengajar malamnya saya harus ngehenna 1 pengantin lagi. Aaaaaaaa what a tired day!!! But, I was happy.
Perjalanan dipagi hari disambut awan yang mendung dan gerimis yang romantis. perjalanan yang cukup melewati medan yang berat dan berkelok. Sampai lah disebuah desa yang cukup sepi, asri dan sepanjang jalan melewati pemandangan pohon karet yang sangattttttt indah.
Pertama kali menginjakkan kaki di SD Filial Pulau Nyiur 2, anak-anak disana sangat antusias menyambut kedatangan kami, mereka langsung berlarian,berteriak dan menyalami kami satu persatu. Saya sangat terharu luar biasa, anak-anak didesa sangat menghargai sosok seorang guru dan orang baru yang datang ke desa mereka.
Setelah perkenalan yang diawali dengan games, kami mulai masuk ke kelas masing-masing,  
Karena sebelumnya saya sangat sibuk dan jarang ikut rapat, akhirnya saya hanya ikut mengajar keterampilan bukan materi, saya mengajar di kelas 4. Muridnya hanya 5 orang. Yap, 5 siswa saja. Bangunan sekolah lumayan memprihatinkan, banyak kayu-kayu yang berlubang sehingga kita bisa melihat kegiatan mengajar dikelas sebelahnya.
Awalnya kami ingin mengajar keterampilan dari sedotan, namun ketika diperjalanan salah satu anggota kelompok kami mengatakan bahwa sedotannya tertinggal dan yang ada hanyalah kertas origami. Akhirnya kami mencari solusi finally kertas origami kami gulung-gulung hingga menyerupai sedotan wkwk
Kelasnya pun cukup ribut, bukan karena muridnya tetapi suara kelas sebelah yang cukup nyaring sehingga suaranya menebus dinding kelas.
setelah selesai, kami semua berkumpul dilapangan dan mengadakan sambutan-sambutan dari ketua BEM ULM dll sebelum berpisah.
Setelah jam 12.30 kami semua berpamitan kepada seluruh pihak SD Filial Pulau Nyiur 2 dan kembali berkumpul ke SDN Pulau Nyiur 2 untuk sholat dan makan. Sekitar jam 13.30 kami meninggalkan Desa Pulau Nyiur dan kami menuju tempat wisata Sungai Kambang untuk melepas penat sekalian refreshing. Siang yang cukup panas dan pengap tak membuat semangat kamu luntur untuk teaching and travelling. Pemandangan di Sungai Kambang cukup bagus, air yang mengalir mengingatkan saya pada suasana didesa Loklahung. Entah kenapa kangen berat sama desa itu. Terlalu banyak kenangan manis sehingga sulit untuk dilupakan heheee


Dan ketikan waktu mulai sore kami pun pulang dengan segera, sekitar jam 5 sore kami singgah di mesjid Gambut untuk sholat Ashar dan sekitar jam 6 kami sampai dirumah masing-masing. Setelah itu saya beristirahat sejenak, setelah magrib saya kembali ngehenna kerja lagi hahaaaa Zulfa strong, Zulfa wanita kuat, Zulfa tak boleh lelah.. begitulah cara saya menyemangati diri sendiri agar selalu semangat dan bisa mengatur kesibukan yang ada.