efect bunga berjatuhan

Senin, 15 Mei 2017

Perjalanan Ke Desa Pulau Nyiur

Perjalanan ke Desa Pulau Nyiur

Sabtu, 6 Mei 2017 untuk kedua kali nya Fkip Mengajar mengabdi di desa untuk mengajar dan berbagi. Agenda kali ini Fkip mengajar bekerja sama dengan BEM Universitas Lambung Mangkurat dalam memperingati hari pendidikan nasional.
Kali ini desa tujuan kami adalah Desa Pulau Nyiur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.
Agenda kami adalah pengelolaan perpustakaan di SDN pulau Nyiur 2 dan mengajar di SD Filial Pulau Nyiur 2. Perjalanan yang kami tempuh sekitar satu jam setengah dari Banjarmasin. Kali ini kami naik sepeda motor masing-masing karena perjalanan nya tidak cukup jauh.
Saya mendapat bagian untuk mengajar di SD Filial pulau Nyiur 2. Mengajar sejarah pendidikan dan keterampilan dari sedotan. Jujur saja, awalnya saya tidak bisa mengikuti kegiatan ini karena padatnya jadwal ngehenna. Pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan terbesar saya. Disisi lain saya perlu uang untuk keperluan sehari-hari karena pada bulan April kemaren pekerjaan saya lumayan sepi, namun disisi lain saya juga ingin menambah pengalaman saya ke desa karena sepertinya saya jatuh cinta dengan desa sejak mengenal dia *eh
2 hari 2 malam saya terus berpikir bagaimana saya harus membagi waktu yang super full ini. Akhirnya mau tidak mau saya harus mengcancel 1 jadwal henna saya di hari sabtu dan menyelesaikan 6 pengantin dihari Jumat hingga larut malam. Finally, besok paginya bisa ikut mengajar di SD Filial Pulau Nyiur walaupun setelah mengajar malamnya saya harus ngehenna 1 pengantin lagi. Aaaaaaaa what a tired day!!! But, I was happy.
Perjalanan dipagi hari disambut awan yang mendung dan gerimis yang romantis. perjalanan yang cukup melewati medan yang berat dan berkelok. Sampai lah disebuah desa yang cukup sepi, asri dan sepanjang jalan melewati pemandangan pohon karet yang sangattttttt indah.
Pertama kali menginjakkan kaki di SD Filial Pulau Nyiur 2, anak-anak disana sangat antusias menyambut kedatangan kami, mereka langsung berlarian,berteriak dan menyalami kami satu persatu. Saya sangat terharu luar biasa, anak-anak didesa sangat menghargai sosok seorang guru dan orang baru yang datang ke desa mereka.
Setelah perkenalan yang diawali dengan games, kami mulai masuk ke kelas masing-masing,  
Karena sebelumnya saya sangat sibuk dan jarang ikut rapat, akhirnya saya hanya ikut mengajar keterampilan bukan materi, saya mengajar di kelas 4. Muridnya hanya 5 orang. Yap, 5 siswa saja. Bangunan sekolah lumayan memprihatinkan, banyak kayu-kayu yang berlubang sehingga kita bisa melihat kegiatan mengajar dikelas sebelahnya.
Awalnya kami ingin mengajar keterampilan dari sedotan, namun ketika diperjalanan salah satu anggota kelompok kami mengatakan bahwa sedotannya tertinggal dan yang ada hanyalah kertas origami. Akhirnya kami mencari solusi finally kertas origami kami gulung-gulung hingga menyerupai sedotan wkwk
Kelasnya pun cukup ribut, bukan karena muridnya tetapi suara kelas sebelah yang cukup nyaring sehingga suaranya menebus dinding kelas.
setelah selesai, kami semua berkumpul dilapangan dan mengadakan sambutan-sambutan dari ketua BEM ULM dll sebelum berpisah.
Setelah jam 12.30 kami semua berpamitan kepada seluruh pihak SD Filial Pulau Nyiur 2 dan kembali berkumpul ke SDN Pulau Nyiur 2 untuk sholat dan makan. Sekitar jam 13.30 kami meninggalkan Desa Pulau Nyiur dan kami menuju tempat wisata Sungai Kambang untuk melepas penat sekalian refreshing. Siang yang cukup panas dan pengap tak membuat semangat kamu luntur untuk teaching and travelling. Pemandangan di Sungai Kambang cukup bagus, air yang mengalir mengingatkan saya pada suasana didesa Loklahung. Entah kenapa kangen berat sama desa itu. Terlalu banyak kenangan manis sehingga sulit untuk dilupakan heheee


Dan ketikan waktu mulai sore kami pun pulang dengan segera, sekitar jam 5 sore kami singgah di mesjid Gambut untuk sholat Ashar dan sekitar jam 6 kami sampai dirumah masing-masing. Setelah itu saya beristirahat sejenak, setelah magrib saya kembali ngehenna kerja lagi hahaaaa Zulfa strong, Zulfa wanita kuat, Zulfa tak boleh lelah.. begitulah cara saya menyemangati diri sendiri agar selalu semangat dan bisa mengatur kesibukan yang ada.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar