efect bunga berjatuhan

Rabu, 29 Maret 2017

Perjalanan ke Bukit Matang Kaladan

27-28 Maret 2017
Pagi Minggu itu saya membuka timeline di instagram dan melihat sebuah poster yang di upload oleh seseorang berisi tentang info perjalanan ke bukit matang kaladan dalam rangka milad organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dengan biaya hanya 10.000 dan terbuka untuk umum. Saya tertarik karena sudah hampir setahun setengah tidak naik gunung tetapi masih bingung dan ragu.
Minggu Siang, Fkip mengajar mengadakan pembinaan dengan Kak Dimas dan kebetulan saya berhadir pada agenda tersebut. Setelah agenda tersebut saya baru tau ternyata kak Dimas merupakan ketua dari organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang akan mengadakan KAMMI Adventure ke bukit matang kaladan itu. Akhirnya saya bertanya-tanya tentang agenda tersebut dan teman-teman lain pun diajak untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Karena kak Bela berminat akhirnya saya pun ikut karena nebeng dengan beliau hehe. Malamnya saya izin dengan orang tua. Awalnya orang tua agak ragu, tetapi saya jelaskan bahwa perjalanan ini bukan perjalanan biasa, perjalanan ini sangat bermanfaat karena salah satu agendanya adalah tahajud bersama. Orang tua bertanya apakah ada dosen yang ikut? Akhirnya pelan-pelan saya jelaskan bahwa kegiatan mahasiswa sangat berbeda dengan kegiatan pelajar yang selalu diikuti oleh guru, disinilah kami belajar mandiri, belajar survive, and finally orang tua ngizinin, yeayyyyy!!!
Berangkatnya Senin siang dan nginap 1 hari karena besoknya tanggal merah, untungnya hanya ada 2 mata kuliah di hari Senin dan selesai jam 12.30. Alhamdulillah banget........... J
Setelah pulang kuliah saya langsung balik kerumah dan menyiapkan segala keperluan digunung nanti. Tidak lama kemudian ka Bela datang kerumah dan kami pun ke siring tempat berkumpul untuk berangkat sama-sama. Fakta yang saya dapatkan hari itu adalah akhwatnnya hanya 4 orang yang ikut karena banyak yang membatalkan pada hari H dan sisanya 17 orang ikhwan dari berbagai macam universitas dan prodi. Haha
Jam 2 kami berkumpul di depan siring dan setelah ashar kami berangkat sama-sama. Hari itu saya sangat bahagia karena bisa naik gunung ke 2 kalinya, yang pertama saya naik gunung di Lebak Naga Pelahari bertiga dan perempuan semua, dan kali ini saya bukan hanya naik gunung tetapi camping alias bermalam di alam terbuka untuk yang pertama kalinya.
Perjalanan ditempuh selama sejam setengah karena sempat berhenti untuk menunggu teman-teman yang ketinggalan dibelakang dan sholat ashar dimesjid. Setelah sampai di desa Aranio kami memarkir kendaraan masing-masing dengan membayar 10.000 karena diparkir semalaman. Next, kami ber 10 naik ke gunung 4 orang sudah diatas duluan untuk memasang tenda. Kami mulai mendaki sekitar jam 6 sore dan jalanannya sangat curam haha sekitar 1km dan kami mendaki selama 45 menit lebih. Di tengah perjalanan saya sangat lelah ketika adzan magrib kami berhenti, langit mulai menggelap dan kanan kiri hutan. Berkali-kali saya berhenti untuk mengatur nafas. Tiba puncaknya saya kelelahan pandangan mulai buram disamping penerangan yang minim, fisik yang mulai lelah pun membuat saya sulit melanjutkan mendaki, akhirnya saya minum air yang banyak dan karna ikhwannya cukup mendesak agar segera naik haha akhirnya saya paksakan diri untuk tetap naik walau fisik sudah tidak tahan. Sampailah diatas bukit matang kaladan, hari yang sudah gelap dan larut malam membuat saya bingung karena pemandangannya sama sekali tidak terlihat (yaiyalah).
Saya lumayan terkejut karena diatas bukit banyak sekali tenda-tenda yang terpasang, ternyata memang banyak yang suka menghabiskan waktunya untuk berkemah disaat hari libur. Setelah berbagi tenda masing-masing, saya pun sholat magrib dan berwudhu dengan segelas aqua. Minim air bersih dan tidak ada listrik (yaiyalah digunung). Tak lama kemudian sholat Isya. Setelah isya mulailah agenda haha. karena banyak yang lapar akhirnya yang perempuan masak Mie instan untuk makan malam. Kami membawa kompor portable dan 1 panci karena mie nya banyak akhirnya lebih dari setengah jam barulah selesai masakan yang kami masak dan dikarenakan banyaknya yang tidak membawa piring dan sendok, akhirnya kami meminjam sendok dan piring ke warung yang dekat dengan tenda kami.
Setelah selesai masak, kami makan bersama sambil memperkenalkan diri masing-masing. Sebenarnya agak lumayan malu karena mayoritas banyak yang baru dikenal hehee. Setelah makan selesai kami semua diskusi bersama tentang organisasi mahasiswa Islam yang ada. Diskusi ringan sambil makan dan ngemil. Sekitar jam 22.30 beberapa orang lain baru datang menyusul, sekitar 7 orang, finally sambil diskusi jalan akhwatnya masak mie lagi untuk kloter kedua haha.. saya jadi bahagia bisa masak bareng digunung wkk
Karena sudah jam 11 malam, akhirnya para akhwat izin duluan tidur karena cukup lelah, para ikhwan nya masih berdiskusi dan begadang. Sebenarnya saya ingin sekali buang air kecil tapi karena toiletnya cukup seram ditengah hutan akhirnya saya tahan untuk besok pagi. Sebelum tidur kami diberi pemberitahuan bahwa jam 3 pagi kami semua akan dibangunkan untuk sholat tahajud bersama. Malam tersebut terasa cukup menyeramkan bagi saya, saya banyak melihat binatang-binatang yang sebelumnya tidak pernah saya temui, saya juga mendengar langsung suara burung kakak tua ditengah malam tetapi disamping itu malam tersebut juga sangat indah bagi saya karena bintang-bintang yang bertaburan dimalam hari sangat mempesona.
Sekitar jam 2 lewat saya terbangun karena ada suara rombongan dari luar yang tiba-tiba berkemah dan bernyanyi dengan suara yang keras. Hal tersebut cukup mengganggu tidur saya. Saya pun malas untuk keluar, akhirnya saya hanya berdiam diri didalam tenda sambil menanti jam 3. Ka Bela pun terbangun juga. Setelah tidak tahan lagi menahan kencing akhirnya sekitar jam 3 lewat saya meminta bantuan ka bela untuk menemani saya ke toilet. Untungnya pada saat itu salah satu ikhwan sudah bangun dan menemani kami menuju toilet yang cukup menyeramkan haha. ketika bertanya diwarung ternyata air di toilet habis akhirnya saya mengambil air mineral. Sesampainya di wc yang hanya beralaskan spanduk untuk pintunya saya cukup terkejut karena banyak binatang didalamnya. Ada siput, ada kumbang, ada semut-semut besar di area kakusnya. Rasanya ingin menangis namun saya memberanikan diri dan bersegera keluar dari wc tersebut haha.. akhirnya lega juga.

Setelah semuanya bangun, kami semua sholat tahajud bersama 8 rakaat dan sholat witir 3 rakaat sekitar jam 4 lewat, setelah itu amal yaumi, sambil menanti shubuh. Setelah waktu sholat shubuh salah satu dari ikhwannya mengumandangkan adzan sangat nyaring dan ini membuat orang-orang yang ribut disebelah tenda kami menjadi diam (alhamdulillah yah), kami pun sholat sunnah sebelum shubuh dan lanjut berjamaah sholat shubuh.
Setelah selesai ibadah, kami semua bergegas berkumpul menikmati sunrise yang masyaAllah indahnya dan finally mulai kelihatan pemandangan bukit matang kaladan yang luar biasa. Setelah selesai semua ihkwannya berkumpul untuk games. Karena akhwatnya Cuma ber empat dan kami malu kalau ikut games, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut games dan hanya menyiapkan sarapan roti untuk ikhwan nya (duuhhh istriable banget kan yaa wkwkw). Setelah games ada penanaman bibit pohon, again akhwatnya memasak mie instan yang tersisa+sarden (jadi tukang masak digunung ceritanya haha) sambil menunggu para ikhwan yang asyik berkeliling bukit untuk menanam bibit pohon, saya asyik foto-foto heehehee
Finally, semua beres, penanaman bibit pohon selesai makan-makan beres tenda pun siap untuk dirobohkan. Semua bergegas membereskan barang-barang yang ada. Oh iya ternyata semua baru ingat, ada satu agenda yang terlewati yaitu penukaran kado haha..
Semuanya pun mengumpulkan kado dan masing-masing bertukar kado secara acak. Setiap yang mendapatkan kado wajib membukanya dan menebak apa tujuan dari kado tersebut dan membacakan pesan yang ada didalamnya. Haha
Kebetulan saya mendapatkan sebuah kalkulator, ketika giliran saya, saya cukup malu menyampaikan tujuan dr pemberian kado tersebut saya menebak bahwa mungkin seseorang yang memberikan kado ini bertujuan untuk mengingatkan saya agar hemat haha dan saya pun membacakan sebuah tulisan yang ada didalamnya
“manfaatkan barang ini untuk keperluan sehari-hari. Namun, ada yang tidak bisa dihitung dengan barang ini, apa ?? persahabatan dan jiwa kekeluargaan. #salamkenal”
Semuanya pada berteriak karena kata-kata tersebut haha, walau sampai sekarang saya masih belum tau siapa pemilik dari kado tersebut.
Setelah selesai, kami semua foto bersama dan finally turun bukit yang cukup curam again dan kembali kerumah masing-masing.
It was unforgettable moment, pertama kalinya camping, pertama kalinya hiking bersama 21 orang, dan saya sangattttttttttttt bahagia bisa berkumpul dengan mereka yang sholeh dan sholehah :D saya pun mendapatkan pelajaran bahwa sekuat apapun wanita tidak akan bisa mengalahkan kekuatan seorang lelaki dalam mendaki gunung haha
Terima Kasih KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang telah menyelenggarakan agenda tersebut sehingga menjadi pengalaman berkesan bagi saya.














Rabu, 15 Maret 2017

Perjalanan ke Desa Gudang Hirang



Minggu, 12 Maret 2017
Pagi yang gelap di iringi dengan sejuknya mentari pagi, kami (anggota fkip mengajar) bergegas untuk berangkat ke suatu desa bersama-sama. 5 perempuan dan 2 laki-laki menggunakan motor pribadi. Tujuan awal berangkat pagi adalah ke tempat wisata pasar terapung Lok Baintan sekaligus survei ke salah satu desa untuk program kerja Fkip Mengabdi.
Perjalanan yang cukup jauh sekitar 1 jam dari Banjarmasin. setengah perjalanan, akses jalan menuju Lok Baintan cukup baik, namun setelah melewati simpang 4 sungai tabuk akses jalan mulai sedikit bergelombang dan licin walau tidak terlalu parah.  Sampai lah kami disebuah dermaga kecil di desa lok baintan. Di dermaga kecil tersebut hanya ada 1 buah kelotok (perahu kecil khas Kalimantan Selatan) yang tersisa. Kami datang agak kesiaangan sekitar jam 7 pagi. Pasar terapung lok baintan mulai ada setelah sholat shubuh. Akhirnya kami pun menyewa kelotok tersebut dengan biaya 100 ribu sepuasnya. Karena ada 7 orang kami pun patungan sebesar 15ribu perorang. Berangkatlah ke pasar terapung lok baintan. Perjalanan dari dermaga ke lokasi pasar ditempuh sekitar 15 menit. Oh iya biaya ini cukup murah dibandingkan berangkat langsung dari kota Banjarmasin yang jarak tempuhnya sekitar 1 jam setengah dengan biaya sewa kelotok paling murah 450 ribu.
Sesampainya di Lok Baintan saya cukup kagum karena pasar ini lebih bagus dari yang satunya hehe. Pedagangnya cukup banyak, sungainya cukup bersih dan pedagangnya ramah-ramah. Gelombang arusnya cukup besar sehingga membuat saya berteriak lebay hahaaa maklum tidak bisa berenang J dan salah satu hal yang membedakan pasar lok baintan dengan pasar terapung lainnya adalah disini disediakan ojek jukung. Jadi pengunjung yang mau ikut berjualan bisa naik ke jukung pedagang sambil mengayuh jukung dan berjualan di sungai. Tidak ada tarif pasti, kalian bisa kasih seikhlasnya atau hanya dengan membeli dagangan mereka.
Setelah berwisata ria di pasar terapung Lok Baintan, kami kembali ke dermaga dan melanjutkan perjalanan ke Desa Gudang Hirang yang tidak jauh dari Desa Lok Baintan. Akses jalan kesana mulai sedikit tidak mulus, banyak bebatuan dan jalanan yang becek. Sampai lah kami di daerah Sungai Madang. Sebuah desa yang berada didalam desa. Desa sungai madang ada didalam wilayah desa gudang hirang kecamatan sungai tabuk, makanya saya sebut ada desa didalam desa. Sebuah desa yang terkenal penghasil jeruk madang yang manis dan besar. Sesampainya kami di desa, kami langsung berkunjung ke rumah seorang kepala sekolah yang sudah menjadi kepala sekolah selama puluhan tahun di MI Raudhatul Jannah. Sebuah sekolah agama yang terletak bersebelahan rumah kepala sekolahnya, Bapak Husni.
Disana kami berkunjung kerumah beliau sekaligus memberitahukan maksud kedatangan kami disana untuk mengabdi di desa sungai madang ini selama seminggu pada bulan Juli nanti. Awalnya kami takut jika ada sebuah penolakan, karena sekolah tersebut hanya mengajarkan pelajaran agama sedangkan kami nanti akan mengajarkan materi umum. Setelah kami jelaskan kegiatan kami nanti bahwa kami akan mengajar mata pelajaran umum dan pelajaran keterampilan, bapak kepala sekolah tersebut dengan lapang dada mengizinkan kami untuk menetap disana selama seminggu. Kebetulan di kampung tersebut ada sebuah rumah kosong, jadi kemungkinan besar kami akan tinggal disana dan laki-lakinya akan tinggal dimesjid. Salah satu yang khas dari desa ini adalah dimana toiletnya berada di atas sungai dan didesa ini tidak memiliki fasiltas air bersih. Semua aktivitas sehari-hari hanya menggunakan air sungai. Untungnya ada wc mesjid yang lumayan tertutup, sehingga nanti memudahkan kami terutama bagi yang perempuan.
Bapak Husni menyatakan bahwa mayoritas penduduk disana adalah behuma atau bertani. Mereka mengandalkan sawah dan kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fasilitas pendidikan disana pun masih sangat memprihatinkan. Tidak ada toilet, tidak memiliki lapangan, bangunan masih banyak yang rusak, dan kursi meja yang seadanya. Insyaallah semoga kedatangan FKIP Mengajar nanti bisa sedikit memperbaiki keadaan sekolah dan memberikan motivasi bagi anak-anak sungai madang untuk menempuh pendidikan yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini InsyaAllah akan dilaksanakan pada bulan Juli saat liburan semester nanti.
Setelah mendapatkan izin dari kepala sekolah, kami menanyakan rumah pembakal/kepala desa untuk meminta izin melakukan kegiatan di Desa Gudang Hirang. Beliau memberikan petunjuk bahwa jika ingin ke rumah pembakal maka kami akan melalui alses jalan yang sangat parah dan cukup membahayakan.
Karena kami tidak ingin bolak balik alias sekaligus saja kunjungan pada hari itu, maka kami pun nekat untuk berpamitan kepada bapak Husni dan melanjutkan perjalanan kami ke rumah pembakal.
Awal perjalanan masih biasa-biasa saja. Jalanan mulus, sejuk dan kanan kiri terlihat pemandangan sawah yang sangat indah, namun ketika perjalanan mulai menjauh kami terkejut ketika melihat jalan yang bergelombang, becek, licin dan bercampur lumpur. Awalnya saya cukup khawatir untuk melalui jalan tersebut karna jalanan yang tidak mulus, banyak lubang jalan yang tak terduga serta jalanan yang digenangi air dan lumpur membuat hati saya takut dan gemetaran. Hanya ada 2 pilihan, melewati jalan yang berlumpur becek atau melewati jalan yang tergenang air. Bagaikan nuah simalakama hahaa akhirnya motor didepan saya memilih untuk melewati jalan yang berlumpur dan licin. Ternyata ban motor teman saya sulit untuk berputar di area lumpur alhasil cipratan lumpur diban motor berhambur ke belakang sehingga menodai pakaian,kerudung, hingga terkena di wajah saya. Aaaaaaa pada saat itu saya tidak karuan rasa lagi, wajah penuh cipratan lumpur, baju becek, sepatu basah dll. Dengan segala usaha yang keras akhirnya kami semua bisa melalui jalan yang rusak tersebut sepanjang kira-kira 800m. Setelah keluar dari desa kami berkunjung kerumah pembakal desa gudang hirang. Karena badan saya yang sangat kotor dan satu-satunya yang terkena lumpur , akhirnya saya memutuskan untuk tidak masuk kedalam hanya menunggu diluar.
Setelah berkunjung kerumah pembakal untuk minta izin, akhirnya kami kembali ke Banjarmasin. Berangkat jam 6 pagi dan balik sekitar jam 12 siang. Setelah sampai dirumah saya langsung mandi dan tidur hahahaaa.... 









It was a good challenge, it was an unforgettable experience. Desa gudang hirang taught me how to be strong and how to survive in every condition.
-Zulfa-





Fkip Mengajar



AGEN FKIP MENGAJAR 2016
Pada awal tahun 2016 ketika saya kuliah di di Aula FKIP 2, saya melihat sebuah brosur yang terpajang di papan pengumuman, yaitu Dibuka Pendaftaran Agen Fkip Mengajar. Fkip mengajar adalah salah satu program kerja dari BEM Fkip Unlam di bidang pendidikan. Disana tertulis bahwa kegiatan dari fkip mengajar adalah mengajar di sekolah bawang. Dimana sekolah bawang ini adalah sekolah fillial yang kebanyakan dari muridnya adalah anak-anak yang kurang mampu dan sekolah sambil bekerja.
Saat itu saya masih duduk di semester 4. Dari SMP hingga SMA saya selalu aktif di kegiatan sekolah. Saat SMP pun saya pernah menjabat sebagai ketua osis selama 2 periode. Ketika SMA saya lebih banyak mengembangkan diri saya di komunitas daripada organisasi sehingga saya memutuskan tidak mengikuti osis saat masih SMA.
Ketika memasuki tahun ke 2 kuliah, saya mulai gerah karena bosan dengan status “mahasiswa kupu-kupu” alias mahasiswa kuliah pulang kuliah pulang. Ketika membaca brosur tersebut saya pun langsung mendaftar. Saya mulai mengisi formulir dan mengikuti tes wawancara. Ketika diwawancara saya agak sedikit gugup, karena belum memiliki publik speaking yang bagus. Saya hanya menjelaskan betapa saya sangat tertarik dengan dunia pendidikan dan sosial. Salah satu motivasi saya dalam memilih kuliah keguruan pun salah satunya adalah profesi yang mengarahkan kita pada amal jariyah dan melatih kita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.
Tibalah pengumuman, finally....... Alhamdulillah saya diterima menjadi agen fkip mengajar dari ratusan mahasiswa yang mendaftar. Saya sangat bahagia. Saya sangat bersemangat karena akhirnya saya memiliki kesibukan diluar kuliah, karena prinsip saya adalah “lebih baik sibuk daripada nganggur”. Prinsip itu selalu saya pegang, tentunya makna sibuk disini adalah sibuk yang bermanfaat bukan hanya menghabiskan waktu.
Sebelum terjun mengajar, kami dibekali beberapa materi pengembangan diri tentang cara mengajar, publik speaking, motivasi dll
Ketika itu mahasiswa yang diterima sekitar 50an, kami dibagi menjadi 8 kelompok. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan 1 hari di hari sabtu untuk mengajar dan menghandle kelas. Untuk minggu berikutnya bisa saja datang untuk menjadi volunteer.

Ketika hari pertama, saya ikut ke sekolah bawang sebagai volunteer. Baru masuk ke dalam kelas, mata saya sudah mulai menjatuhkan tetesan air mata. Baru kali ini saya terjun langsung ke sekolah yang memang kurang dalam segi fasilitas. Sekolah bawang ternyata memiliki nama asli SDN Filial mawar 2. Sekolahnya terletak didalam pasar lima Banjarmasin. Bukan seperti sekolah pada umunya. Sekolah ini hanya seperti sebuah kelas dan memiliki satu sekat pemisah antara siswa SD dan SMP. Anak-anak yang bersekolah disana pun tidak memakai seragam sekolah seperti anak pada umunya. Mereka memakai baju bebas dan tidak memakai sepatu. Kelas nya pun digabung, tidak ada pemisahan antara kelas 1,2,3 dan seterusnya. Ketika saya disana saya lebih cenderung berinteraksi dengan siswa SMP. Saya iseng menanyakan kegiatan mereka diluar sekolah dan background mereka. Ternyata kebanyakan dari siswa disana adalah kuli bawang. Setelah pulang sekolah mereka bekerja sebagai tukang angkut bawang, bagi siswa perempuan, mereka bekerja menjual gorengan. saya jadi lumayan paham kenapa sekolah tersebut dijuluki sebagai sekolah bawang.

Sejak itu saya sangat bersyukur, karena alhamdulillah hingga sekarang saya bisa menikmati pendidikan hingga jenjang kuliah secara gratis. Masih banyak saudara-saudara kita yang masih bisa belum menikmati nikmatkan sebuah proses belajar.

Selain mengajar, ketika 17 Agustus 2017 kami mengadakan lomba sekaligus untuk mempererat keakraban kami dengan anak-anak sekolah bawang, pada saat itu kami tidak memiliki dana dan akhirnya kami memutuskan untuk patungan karena waktunya yang sangat mepet. Pada saat itu kami menggunakan aula yang tidak terpakai di asrama salah satu anggota kami. Mereka pun diangkut memakan taksi kuning menuju aula. Mereka sangat bersemangat. Ketika itu lomba yang dilombakan antara lain lomba mewarnai, maka kerupuk, estapet sedotan dll. Kegiatan pada hari itu sangat seru sekaligus mengharukan ketika melihat senyum canda tawa anak-anak sekolah bawang. 







Sejak itu saya saya sangat senang dengan kegiatan Agen Fkip mengajar. Saya lumayan aktif di Fkip Mengajar karena pada saat itu fkip mengajar adalah satu-satu nya kegiatan diluar kampus yang saya ikuti. Mungkin karena partisipasi saya di fkip mengajar,kak Ihsan ketua BEM fkip Unlam pada saat itu menunjuk saya dan 2 teman anggota lainnya untuk mengikuti lomba debat pendidikan di Bandung. Cerita selanjutnya bisa dilihat di blog saya sebelumnya tentang lomba ini.
Setelah setahun kepengurusan kak Ihsan di BEM, semua anggota fkip mengajar merasa kebingungan. Apakah fkip mengajar hanya samapai disini saya? Apakah fkip mengajar hanya sebuah program kerja yang tidak berkelanjutan? Setelah kami rapat, akhirnya kami menemukan solusi dimana kami mengusulkan kepada Dekan Fkip bahwa Fkip Mengajar ini menjadi sebuah UKM di lingkungan FKIP sehingga berkelanjutan.
Ternyata tidak mudah untuk membentuk UKM di lingkungan fakultas. Kami semua bersusah payah meyakinkan bahwa UKM ini akan sangat bermanfaat apalagi untuk mahasiswa keguruan.
Finally, setelah usaha,kerja sama dan doa kami, akhirnya Wakil Dekan bagian kemahasiswaan menyetujui adanya UKM baru di lingkungan Fkip Unlam yaitu UKM Fkip Mengajar.
Setelah mendapatkan persetujuan dari wadek kemahasiswaan, kami bersiap untuk mengadakan peresmian UKM ini. Kami pun membentuk konsep seminar dan workshop sekaligus promosi dan perekrutan anggota baru.
Akhirnya kami mendapatkan tanggal Sabtu, 17 Desember 2016 untuk mengadakan seminar dan workshop. Seminar Motivasi Pendidikan dengan tema “Menggali Inspirasi Dan Potensi Bersama Fkip Mengajar Untuk Banua” dengan pembicara Bu Atiek, Pak Nasrullah dan bersama para pengajar muda Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Hulu Sungai Selatan, kak Darwin, kak Dikun dan Kak Dika.
Kuota peserta membludak dan overload. Kami sangat senang karena antusias mahasiswa Fkip sangat tinggi dalam mengikuti Seminar dan Workshop Motivasi Pendidikan. Setelah peresmian UKM Fkip Mengajar, kami membuka perekrutan anggota baru setelah selesai acara. Panitia memberikan formulir kepada para peserta yang ingin bergabung dengan Fkip Menagajar karena salah satu syarat mengikuti UKM ini adalah dengan mengikuti seminar tersebut.  Karena jumlah peserta yang kami batasi dan overload, banyak dari mahasiswa yang menginginkan untuk ikut Fkip Mengajar akhirnya panitia membuka gelombang ke2 pendaftaran UKM Fkip Mengajar. Para mahasiswa yang ingin mengikuti UKM ini diwajibkan untuk membuat essay, seleksi wawancara dan menyumbang buku.

Setelah mengikuti berbagai tahap gelombang pertama dan kedua, akhirnya terpilihlah 44 anggota baru dari ratusan yang medaftar. Karena keterbatasan jumlah anggota maka kami sangat meminta maaf kepada teman-teman yang masih belum beruntung mengikuti UKM ini.
Setelah terbentuk UKM Fkip Mengajar maka dibentuklah susunan kepengurusan dan departemen yang baru. UKM Fkip Mengajar memiliki 3 departemen yaitu departemen humas, departemen pengembangan diri, departemen pengabdian masyarakat. Entah kena angin apa wkwk akhirnya saya dipilih untuk menjadi kepala departemen pengabdian masyarakat. Awalnya saya ingin menolak karena saya sama sekali buta organisasi dan tidak memiliki pengalaman berorganisasi selama kuliah. Himpunan mahasiswa tingkat prodi saja saya tidak ikuti, tetapi kesempatan hanya datang satu sekali dengan lapang dada akhirnya saya terima amanah itu walaupun saya masih belum bisa membayangkan apa saja yang akan saya lakukan nanti, tapi saya terus belajar dengan teman-teman yang memang sudah berpengalaman  dalam berorganisasi.  Saya pun mulai menyusun program kerja. Program kerja yang saya susun ada 2 yaitu Fkip Mengajar dan Fkip Mengabdi.  Untuk program kerja Fkip mengajar, kegiatannya adalah mengajar selama 8 kali pertemuan di Sekolah Bawang karena sekolah bawang satu-satunya sekolah fillial di Banjarmasin setahu kami. Bukan hanya mengajar ilmu akademik biasa, tetapi saya mewajibkan setiap anggota untuk memberikan ilmu keterampilan yang bermanfaat setiap kali pertemuan seperti membuat kerajinan tangan. Kemudian program kerja kedua adalah Fkip Mengabdi, fkip mengabdi ini adalah sebuah pengabdian masyarakat yang InsyaAllah akan dilaksanakan di daerah Sungai Tabuk selama seminggu karena kami melihat banyak keterbatasan yang kami punya terutama dalam segi biaya dan pendamping kegiatan maka saya memutuskan untuk di daerah yang memang tidak terlalu jauh dari Banjarmasi dan hanya selama seminggu. Semoga program kerja ini akan terlaksana dan akan memberi kesan yang mendalam kepada anggota fkip mengajar.
Harapan saya untuk Fkip Mengajar adalah semoga fkip mengajar menghasilkan anggota yang peduli terhadap pendidikan dan berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat didaerah yang jauh dari fasilitas yang memadai di bidang pendidikan.