Semenjak demisioner dari
organisasi, aku jarang sekali berkegiatan diluar. Kuliah pun sudah habis dan
tinggal menyusun skripsi. Aku merasa berada di titik sangat-sangat tidak
produktif karena terbiasa sibuk setiap hari nya. Sejak awal 2018 aku memang
fokus menyelesaikan skripsi dan mengembangkan bisnis henna ku, hampir 5 bulan
aku mengerjakan skripsi dan akhirnya aku menemukan fakta bahwa aku tidak bisa
mengambil data disemester ini karena anak-anak disekolah hendak UN sedangkan
penelitianku memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan. Aku cukup terpukul dan
sering menangis beberapa hari ini. aku tau cara untuk kembali bahagia adalah
dengan liburan. Ya, aku memang senang berpetualang, berkelana ketempat baru,
jalan-jalan, untuk menghilangkan stres. Adik-adik di fkip mengajarpun mengajak
aku untuk mengikuti kegiatan pengabdian di desa pantai langsat HSS. Tanpa berpikir
panjang aku pung mengiyakan untuk mengikuti kegiatan tersebut.kebetulan pada
saat itu kak ifit dari kelas inspirasi juga ingin jalan-jalan ke HSS, jadi aku
ajak saja untuk join di agenda ini. kegiatan pengabdian ini diadakan di sdn
riam talo 2 dan sdn hulu banyu pada hari Jumat-Minggu 13-15 April 2018 sekolah
ini adalah sekolah pengabdian ka Ale dari Indonesia Mengajar selama 1 tahun. Beliau
lah yang membantu serta memfasilitasi selama kami berkegiatan disana.
Hari pertama aku berangkat
dengan 28 anak lainnya naik yonif pada jam 7.30 kami berangkat dari meeting
point di gedung serba guna ULM. Karna bertepatan dengan hari Jumat maka kami
singgah di Kandangan untuk istirahat dan sholat jumat untuk laki-lakinya. Kemudian
kami melanjutkan perjalanan dan sampai di riam talo kira-kira jam 3 siang. Kami
bergegas membereskan barang bawaan kami dan berjalan kaki menuju kedalam desa. Tiba-tiba
hujan deras menghampiri sebagian dari kami basah kuyup sebagian lainnya
menggunakan jas hujan. Sampai dirumah warga, kami langsung istirahat sejenak
dan bersiap untuk sholat ashar. Ketika sore hari sebagian dari kami ada yang
mencek kesehatan warga dan sebagian lainnya mempersiapkan memasang banner
disekolah termasuk aku. Setelah sholat ashar aku berjalan-jalan disekitar desa
sembari mendekati anak-anak. Tak kusangka anak2 begitu ramah dan mudah menerima
orang baru. Saat itu aku berkeliling sekolah di SDN Riam Talo 2 menyelusuri
bangunan sekolah dan masuk ke beberapa kelas karna pada saat itu kelas-kelas
tidak terkunci. Aku melihat banyak buku yang berserakan diatas meja dan
serontak anak-anak mengambil buku tersebut dan menunjukan kepadaku bagian
materi bernyanyi pada buku tersebut. Akhirnya kami pun bernyanyi bersama, melihat
situasi anak-anak yang semangat belajar pada saat itu, aku pu mencoba
memanfaatkan keadaan. Saat itu aku langsung mengajarkan mereka bahasa inggris
dengan nyanyian, akhirnya kelas pun jadi ramai padahal sudah sore dan
teman-teman diluar masih sibuk memasang banner kegiatan didepan sekolah.
Hari kedua semua anak-anak
fkip mengajar bergegas untuk mengajar di sekolah yang sudah dibagi sesuai
kelompok masing2. Pada saat itu aku tidak terlibat langsung karena peran ku
disini hanya mendampingi bukan sebagai anggota organisasi ini lagi. Aku hanya
mengawas di SDN Riam Talo 2 karena jaraknya lebih dekat dengan rumah. Setekah
siang hari semua nya istirahat dan bersiap sholat zuhur, mayoritas dari kami
ada yang tidur siang karena kelelahan. Pada sore harinya kami melakukan
wawancara sekalian sosialisasi pendidikan ke tempat warga dan pada malam
harinya kami melakukan diskusi internal tentang apa saja yang sudah didapat
selama 2 hari didesa ditemani dengan api unggun didepan sekolah. Pada jam 11
malam kami kembali kerumah untuk berisitirahat. Salah satu teman kami yaitu
Rere tiba-tiba sesak nafas dan semua badannya kejang, akhirnya kami
mengevakuasi rere ke musholla dan membiarkan teman2 yang lain untuk istirahat. Awalnya
aku mengira rere kesurupan, tapi aku positif thinking dan aku melihat dia hanya
kelelahan. Hampir setengah jam di musholla rere belum sadar juga, teman-teman
yang lain yang mendampingi rere di musholla sudah berusaha memijat, mengusap
berbagai macam freshcare atau minyak kayu putih namun badan rere tetap saja
kejang. Jujur aku agak panik saat itu karena takut terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan. Karena aku merasa tidak ada perkembangan, Akhirnya aku berinisiatif
untuk mengobati rere dengan bacaan Alqur’an. Aku mulai membacakan surah ayat
kursi, alfatihah 4 dan ayat di almatsurat kemudian aku tiupkan kebagian tubuh
rere yang kejang dan alhamdulillah sebuah keajaiban tangannya melemah dan
kembali normal. Melihat perkembangan tersebut akhirnya aku membacakan alquran
dan ku tiupkan ke seluruh tubuhnya mulai dari tangan dan kaki yg kejang, leher
hingga kepala sambil ku pijat. Alhamdulillah tidak lama kemudian badannya
kembali normal dan rere tidur nyenyak. Setelah beberapa menit rere bangun dan
kembali sadar. Akhirnya kami memberinya air hangat dan membiarkannya kembali
tidur dengan nyenyak. Kamipun memutuskan untuk tidur di musholla menemani rere.
Hufftttt semenjak kejadian itu aku merasa Alquran lah obat yang paling mujarab,
dan tiba-tiba aku tertarik untuk belajar rukyah heheheh....
Hari terakhir di desa,
kami bergegas membereskan barang-barang bawaan, dan pamitan dengan warga desa dan
menuju desa loklahung untuk refreshing ke air terjun nya.
Jam 12 siang semua
rombongan kembali pulang ke Banjarmasin, sementara aku dan kak ifit tetap
tinggal di loksado karena ingin liburan sekalian mengikuti kegiatan di SD
haratai 3 tepat keesokan harinya, hari senin.
Aku dan ka ifit nginap di
mess ka gino relawan dari nusantara sehat.
Pada sore itu loksado diguyur hujan deras, aku berdoa semoga teman-teman
yang lain yg sedang menuju banjarmasin pulang dengan selamat mengingat jalanan
loksado yang sangat curam.
Keesokan harinya Senin 16
April 2018 aku menuju haratai 3 bersama ka Endah, relawan Indonesia mengajar
yang ditempatkan disana. Pada saat itu aku sangat bahagia karna setelah setahun
lamanya akhirnya aku bisa kembali ke desa ini lagi. Jalanannya yang menantang,
curam, dan lumayan mengerikan tidak membuatku jera untuk berkunjung kesana. Sampai
disana aku disambut dengan warga desa yang sangat ramah. Kali ini aku singgah
dirumah mama vira, aku langsung mencari mama ritno, seorang ibu-ibu yang pernah
aku henna tahun kemarin, dan aku memiliki moment tersendiri bersama mama ritno
tahun lalu hihiiii. Setelah makan pagi bersama tidak lama kemudian mama ritno
singgah kerumah dan akhirnya temu kangen deh sama beliau. Langsung aku tawarin
henna deh dan akhirnya beliau mau padahal udah siap-siap mau memetik banih ke
gunung,hhehe...
Sambil ngehenna beliau
sambil ketawa ketiwi deh kami berdua mengingat momen-momen tahun kemarin wkwk Cuma
kami berdua aja yang tauuu hihiiiii...
setelah bercanda ria dan selesai
ngehenna, aku pamitan ke ibu-ibu di teras rumah tempat kami singgah untuk
menuju ke sekolah. Akhirnya kami semua menuju sekolah untuk agenda BEKANTAN
(bermain, berkawan dan bekegiatan). Sampailah di sdn haratai 3. Sekolah sd
negeri yang berada dipelosok hulu sungai selatan. Sampai disana kegiatan kami bermain, kami
dibagi berkelompok dan aku bersama kelompok ku bermain domikado, dan juga main
abc ada 5, setelah itu siapa yang kalah akan mendapatkan tantangan-tantangan
seperti mencari 10 sampah plastik, bilang terima kasih ke semua guru, kompak ke
kakak-kakaknya dll. Pada hari itu semua anak-anak senang sekalian kenalan
denganku lebih dekat hehe.. pada hari itu hujan lebat menemani kegiatan kamii,,
duhhh jadi inget persis kenangan tahun kemarin saat berkunjung kesini juga
diguyur hujan, hufttt... setelah selesai berkegiatan bersama anak-anak, kami
pun makan bersama anak-anak dan warga desa, makan nasi yang sudah di proses
dengan cara mahumbal dan lauk pauk sederhana namun kebersamaannya membuat
makanan saat itu menjadi sangat nikmat sekali..
aku merasa memiliki keluarga
baru disana, warga-warganya sangat ramah sekali walaupun banyak perbedaan
diantara kami.oh ya setelah makan aku ngehenna semua anak2 cewe disekolah ini loh termasuk beberapa warga desa juga hihihi hitung2 sebagai kenangan disini lahh..
Pada sore harinya kami langsung turun keloksado, aku dan ka ifit
mengambil barang di tempat ka gino dan singgah untuk sholat di mess kakak2
Indonesia mengajar. Setelah magrib kami semua langsung menuju kandangan
menginap di SKB tempat dinasnya kakak2 PM. Besok paginya aku pamit dengan
kakak2 PM semua dan sangat berterima kasih karna sudah memfasilitasi kami untuk
bergabung di kegiatan mereka. Pagi itu aku langsung ke barabai sekalian
jalan-jalan lagi heheh... alhamdulillah yaa.. ternyata jalan-jalan membuat ku
lupa akan revisi hihiiiii gapapa lahhh yang penting kan bahagia, jangan lupa
bahagia sobatt.......













