efect bunga berjatuhan

Sabtu, 22 April 2017

Perjalanan ke Desa Loklahung dan Haratai 3


FKIP MENGAJAR GOES TO HARATAI DAN DESA LOKLAHUNG
Another Happiness,
Pada tanggal 14-16 April 2017 UKM Fkip Mengajar mengadakan kegiatan di desa Loklahung dan dusun kadayang Haratai 3. Kalau bisa dikatakan sih sebenarnya ini adalah kegiatan dadakan. Idenya sih sudah lama, namun persiapannya hanya 7 hari karena kami memiliki agenda yang berdekatan yaitu workshop sekaligus pengukuhan anggota baru. Awalnya saya cukup kurang yakin agenda ini akan benar-benar terlaksana karena mengingat proposal yang baru disebar pada H-6 padahal agenda ini memerlukan banyak biaya terutama transportasi untuk mengangkut 30 orang lebih. Finally pada detik-detik terakhir saya pasrahkan kepada Allah whether this event will be held or not then Allah answer my Doa and finally we got money and lets gooooooooo!!!!!!


Pada agenda tersebut anggota fkip mengajar dibagi 2 tim. 1 tim mengajar di SDN Loklahung dan Tim lainnya barangkat ke Dusun Kadayang Haratai 3 untuk peresmian Taman Baca Dusun Kadayang Haratai 3 dimana peresmian taman baca ini merupakan kerja sama UKM Fkip Mengajar bersama berbagai komunitas seperti CAC Banjarmasin, Kelas Inspirasi Banjarmasin,Orpala Linggis Kandangan,Nusantara Sehat, serta pengajar muda Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Haratai 3. Kebetulan saya ditunjuk untuk ikut tim ke haratai 3.

Pada awal kedatangan kami langsung menuju SDN Loklahung. Kami menginap disekolah karena lebih aman dan sekaligus mengajar disekolah tersebut. Kami mendapatkan kemudahan  berkegiatan disana karena bantuan kak Anita pengajar muda Indonesia Mengajar yang ditempatkan di desa Loklahung. Kami sampai sekitar jam 4 sore kemudian masuk ke kelas untuk membereskan barang-barang bawaan setelah itu kami langung menuju Air terjun riam barajang. hampir semua anggota fkip mengajar mandi sore disana,  saya hanya bisa menikmati pemandangannya saja hehe


Pada malam harinya kami semua briefing untuk persiapan besok. Para anggota fkip mengajar yang akan mengajar keterampilan besok berlatih sesuai rancangan perencanaan pembelajaran yang mereka buat. Keterampilan yang akan mereka bagi besok adalah keterampilan dari sedotan, kardus bekas,koran bekas,stick ice cream,kertas origami dan flanel. Sedangkan tim yang akan  menuju haratai 3 briefing tentang rundown kegiatan disana. Ada peresmian secara langsung dari camat loksado, manajemen perpustakaan dan makan bersama warga dusun kadayang.



Hari kedua semua anggota bersiap-siap dan antri mandi :D maklum wc sekolah hanya ada 2 hehe .Ketika pagi hari kami melakukan senam bersama sambil menunggu murid-murid SDN Loklahung datang, ketika murid-muridnya mulai berdatangan kami pun mengajak mereka senam bersama dilapangan sekolah sebelum masuk ke kelas masing-masing.
Ketika sudah jam 8, bel sekolah dibunyikan dan semua masuk kelas. Tim haratai 3 menuju puskesmas loksado dengan membawa buku-buku dan perlengkapan lainnya. Semua berkumpul diloksado dan berangkat bersama-sama.
Awalnya saya masih belum sepenuh hati untuk mau ikut ke haratai 3 karena banyak spoiler  yang mengatakan jalanannya seram lah, bahaya lah, tinggi lah dll. Saya cukup takut dengan ketinggian dan ketika melihat di youtube memang perjalanannya cukup menantang haha. H-1 pun saya sebenarnya ingin memutuskan untuk tidak ikut tapi untungnya hati saya mengatakan kalau ini adalah moment yang berharga, ini akan menjadi moment terindah dalam hidup. Saya berusaha untuk menyemangati diri sendiri (jombs) dan selalu memberikan sugesti positif kepada diri sendiri haha.
So, perjalanan dimulai. Saya nebeng dengan adik di Fkip mengajar karena mengingat jalannya akan cukup berbahaya (katanya). Awal perjalanan cukup biasa-biasa aja, jalanan lumayan mulus. Ditengah-tengah road sudah mulai cukup naik turun gunung di akhir-akhir agak mulai terjal sehingga beberapa kali saya harus turun dan  jalan kaki supaya aman. Dan tak terasa kurang lebih sejam sampailah di dusun kadayang haratai 3. Saya cukup terkejut ternyata jalannya tidak seseram yang saya bayangkan. Jalanannya memang cukup terjal tetapi menurut saya tidak telalu menyeramkan,, hmm mungkin ini hasil dari sugesti positif yang saya lakukan wkk
Sesampainya di Haratai 3 entah kenapa saya merasa tenang, merasa semua beban hilang, merasa bahagia, mungkin melihat si dia *eh wkwkw
Desa nya cukup nyaman,aman,tenang, dan terdengar derasnya air mengalir yang menggambarkan betapa masih naturalnya desa ini. Setibanya saya disana saya langsung menuju teras rumah warga yang akan menjadi taman baca disana. FYI wanita nya hanya saya dan Winda (anggota fkip mengajar baru) yang menuju kesana. Jadi yang akan menyampaikan materi manajemen perpustakaan nanti si Winda. Saya mulai merapikan buku-buku ke lemari yang sudah ada di teras rumah baca, para lelaki mulai memasang spanduk dll kami bekerja sama antar komunitas yang ada. Setelah semuanya selesai mulailah acara peresmian. Ada sambutan-sambutan, materi manajemen perpustakaan dll. Ketika yang lain sibuk acara, saya sibuk berbincang dengan ibu warga sekitar desa haratai 3 kemudian saya bertanya apakah didesa ini ada yang bisa simpai (kerajinan gelang,cincin khas dayak) ternyata ada dan ibu tersebut langsung memanggil orang yang bisa simpai didesa. Saya langsung bilang ke orang tersebut kalau saya mau bikin simpai dan nanti akan saya bayar. Untung nya pada saat tersebut bahannya masih ada walau sedikit. Akhirnya saya langsung dibikinkan gelang simpai, langsung dibuatkan ditangan saya. Saya sangat senang sekali karena sudah sangat lama menginginkan gelang khas dayak ini dan kebetulan warnanya hitam pas sesuai yang saya inginkan. Awalnya saya juga mau cincin tapi karena ada teman yang mau disimpai juga dan dikarenakan bahannya sedikit akhirnya saya mengalah jadi hanya gelang saja. Ternyata setelah selesai pembuatan gelang si amang yang ngebuatin gelannya tidak mau dibayar alias free. Saya sudah memaksa tapi hati amangnya sangat baik dan sama sekali tidak mau dibayar. Saya sangat kagum sama warga desa haratai 3 semuanya sangat baik, apalagi dalam hal menyambut tamu walau kami berbeda suku,ras dan agama mereka menyambut kami dengan sangan baik dan antusias.
Setelah selesai acara, semua warga desa beserta teman-teman dari komunitas peresmian taman baca makan siang bersama di salah satu rumah warga disana. kebetulan pada saat itu warga disana mahumbal yaitu memasak dengan memakai bambu, menu yang disajikan ada nasi yang berbentuk lontong (dimasak behumbal seperti lemang), sayur pakis atau sejenis keladi, ayam masak kuning dan daging kijang. Moment tersebut sangat menyenangkan hati, moment tersebut tidak akan pernah saya temui dikota. Keramahan,gotong royong, penerimaan dengan lapang dada warga disana membuat saya jatuh cinta dengan desa, saya benar-benar merasakan senangnya hidup didesa walau minim fasilitas namun ketenangan sangat terasa disini.




Setelah makan-makan ternyata hujan pun datang dengan deras, dalam hati saya berucap “mungkin ini pertanda bahwa saya harus lebih lama disini hehe”.
Saya masih merasa tidak enak  karena mendapatkan gelang simpai secara gratis, saya harus membalas kebaikan mereka. Akhirnya karena saya bisa ngehenna dan kebetulan saya membawa henna, finally saya putuskan untuk ngehenna ibu yang berbincang dengan saya sejak awal karena henna hanya untuk perempuan (motif aslinya). Ibu tersebut terlihat cukup bahagia dan senang saya pun ikut senang. Sambil ngehenna sambil saya tanya-tanya tentang kehidupan mereka disini. Saya tanya bagaimana kalau ada warga desa disini yang sakit mengingat akses menuju ke bawah sangat jauh dan berbahaya, ibu tersebut menjawab kalau ada warga yang sakit biasanya hanya diobati melalui tanaman-tanaman di hutan (tradisional) terus saya tanya lagi bagaimana kalau ada yang melahirkan bu? Kata ibu nya biasanya ya melahirkan sendiri, kemaren juga ada yang baru melahirkan dan suaminya yang membantu proses persalinan. Wow saya cukup kagum sekaligus tertawa melihat ekspresi ibu yang bercerita tersebut :D luar biasa sekali warga disana ya buuuuu :D

Setelah selesai, hujan pun reda. Teman-teman lain sudah mulai bersiap untuk kembali turun ke loksado. Sebelum pulang saya ingin sekali pergi berkunjung ke SDN Haratai 3 yang tidak jauh dari rumah warga. Karena yang lain sibuk mempersiapkan kepulangan, akhirnya saya ditemani anak desa haratai 3 yaitu Iwus yang juga murid SDN Haratai 3. Iwus merupakan anak tunarungu, dia menemani saya sampai ke sekolah, dia menggandeng tangan saya saat melewati jalanan yang menanjak (jadi baper), untungnya komunikasi kami berdua sangat lancar karena saya juga terbiasa berkomunikasi dengan anak tunarungu. Saya memberikan Iwus sebuah pensil dan penghapus karena hanya itu yang saya punya sebagai bentuk terima kasih sudah menemani saya kesekolah sekaligus jadi tukang foto disini hehe... ini foto Iwus :D



sekitar jam 2 siang kami berpamitan dan akhirnya kembali ke desa loklahung, setelah hujan deras jalanan pun cukup licin dan ditengah jalan kami pun mendapat kendala salah satu bagian dari standar motor lepas (entahlah apa itu namanya) untungnya masih bisa diatasi dan sesampainya dibawah langsung kami kebengkel.
Hmmm setelah balik ke loklahung saya memutuskan untuk beristirahat sejenak. Karena badan sudah mulai terasa lelah setelah melalui perjalanan yang berkelok-kelok dan naik turun gunung :D

Pada malam harinya kami mengadakan evaluasi tentang 2 kegiatan kami hari itu ditemani dengan hangatnya api unggun. Selain anggota fkip mengajar kami juga ditemani kakak pengajar muda Indonesia mengajar dan Nusantara sehat pada malam itu.
Semua anggota terlihat cukup senang dengan kegiatan pada hari itu,  mereka merasakan pengalaman yang baru dan menyenangkan yaa termasuk saya heheheee

Setelah evaluasi kami semua masuk ke kelas dan beristirahat persiapan untuk kepulangan besok. Karena saya panitia yang tertua disana, jadi saya yang bertanggung jawab untuk para wanitanya. Saya harus memastikan bahwa semua adik-adik berada dikelas dan tidur dengan nyenyak.  

Keesokan harinya kami bersiap-siap untuk kembali ke Banjarmasin. Sebelum pulang kami mengadakan games,senam pagi dan bersih-bersih lapangan sekolah.. sekitar jam 11 Yonif datang dan finally kita semua kembali ke Banjarmasin. Hati cukup sedih entah kenapa 3 hari didesa cukup berkesan bagi saya dan serasa ingin menetap disana hehehe. Semenjak kegiatan itu saya semakin jatuh cinta dengan desa, saya menyiapkan niat untuk mengabdi didesa setelah lulus kuliah nanti.. semoga bisa kembali lagi kesana ya..

Terima kasih untuk semua pihak yang membantu kelancaran agenda fkip mengajar disini.
Terima kasih kepada semua warga desa loklahung dan haratai 3 yang menyambut kami dengan ramah.

See you next time :’)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar