FKIP
MENGAJAR GOES TO HARATAI DAN DESA LOKLAHUNG
Another Happiness,
Pada tanggal 14-16 April 2017 UKM Fkip Mengajar mengadakan kegiatan di desa
Loklahung dan dusun kadayang Haratai 3. Kalau bisa dikatakan sih sebenarnya ini
adalah kegiatan dadakan. Idenya sih sudah lama, namun persiapannya hanya 7 hari
karena kami memiliki agenda yang berdekatan yaitu workshop sekaligus pengukuhan
anggota baru. Awalnya saya cukup kurang yakin agenda ini akan benar-benar
terlaksana karena mengingat proposal yang baru disebar pada H-6 padahal agenda
ini memerlukan banyak biaya terutama transportasi untuk mengangkut 30 orang
lebih. Finally pada detik-detik terakhir saya pasrahkan kepada Allah whether
this event will be held or not then Allah answer my Doa and finally we got
money and lets gooooooooo!!!!!!
Pada agenda tersebut anggota fkip mengajar dibagi 2 tim. 1 tim mengajar di
SDN Loklahung dan Tim lainnya barangkat ke Dusun Kadayang Haratai 3 untuk
peresmian Taman Baca Dusun Kadayang Haratai 3 dimana peresmian taman baca ini
merupakan kerja sama UKM Fkip Mengajar bersama berbagai komunitas seperti CAC
Banjarmasin, Kelas Inspirasi Banjarmasin,Orpala Linggis Kandangan,Nusantara
Sehat, serta pengajar muda Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Haratai 3. Kebetulan
saya ditunjuk untuk ikut tim ke haratai 3.
Pada awal kedatangan kami langsung menuju SDN Loklahung. Kami menginap
disekolah karena lebih aman dan sekaligus mengajar disekolah tersebut. Kami mendapatkan
kemudahan berkegiatan disana karena
bantuan kak Anita pengajar muda Indonesia Mengajar yang ditempatkan di desa
Loklahung. Kami sampai sekitar jam 4 sore kemudian masuk ke kelas untuk membereskan
barang-barang bawaan setelah itu kami langung menuju Air terjun riam barajang. hampir semua anggota fkip mengajar mandi sore disana, saya hanya bisa menikmati
pemandangannya saja hehe
Pada malam harinya kami semua briefing untuk persiapan besok. Para anggota
fkip mengajar yang akan mengajar keterampilan besok berlatih sesuai rancangan
perencanaan pembelajaran yang mereka buat. Keterampilan yang akan mereka bagi
besok adalah keterampilan dari sedotan, kardus bekas,koran bekas,stick ice
cream,kertas origami dan flanel. Sedangkan tim yang akan menuju haratai 3 briefing tentang rundown
kegiatan disana. Ada peresmian secara langsung dari camat loksado, manajemen
perpustakaan dan makan bersama warga dusun kadayang.
Hari kedua semua anggota bersiap-siap dan antri mandi :D maklum wc sekolah
hanya ada 2 hehe .Ketika pagi hari kami melakukan senam bersama sambil menunggu
murid-murid SDN Loklahung datang, ketika murid-muridnya mulai berdatangan kami
pun mengajak mereka senam bersama dilapangan sekolah sebelum masuk ke kelas
masing-masing.
Ketika sudah jam 8, bel sekolah dibunyikan dan semua masuk kelas. Tim haratai
3 menuju puskesmas loksado dengan membawa buku-buku dan perlengkapan lainnya. Semua
berkumpul diloksado dan berangkat bersama-sama.
Awalnya saya masih belum sepenuh hati untuk mau ikut ke haratai 3 karena
banyak spoiler yang mengatakan
jalanannya seram lah, bahaya lah, tinggi lah dll. Saya cukup takut dengan
ketinggian dan ketika melihat di youtube memang perjalanannya cukup menantang haha.
H-1 pun saya sebenarnya ingin memutuskan untuk tidak ikut tapi untungnya hati
saya mengatakan kalau ini adalah moment yang berharga, ini akan menjadi moment
terindah dalam hidup. Saya berusaha untuk menyemangati diri sendiri (jombs) dan
selalu memberikan sugesti positif kepada diri sendiri haha.
So, perjalanan dimulai. Saya nebeng dengan adik di Fkip mengajar karena
mengingat jalannya akan cukup berbahaya (katanya). Awal perjalanan cukup biasa-biasa
aja, jalanan lumayan mulus. Ditengah-tengah road sudah mulai cukup naik turun
gunung di akhir-akhir agak mulai terjal sehingga beberapa kali saya harus turun
dan jalan kaki supaya aman. Dan tak
terasa kurang lebih sejam sampailah di dusun kadayang haratai 3. Saya cukup
terkejut ternyata jalannya tidak seseram yang saya bayangkan. Jalanannya memang
cukup terjal tetapi menurut saya tidak telalu menyeramkan,, hmm mungkin ini
hasil dari sugesti positif yang saya lakukan wkk
Sesampainya di Haratai 3 entah kenapa saya merasa tenang, merasa semua
beban hilang, merasa bahagia, mungkin melihat si dia *eh wkwkw
Desa nya cukup nyaman,aman,tenang, dan terdengar derasnya air mengalir yang
menggambarkan betapa masih naturalnya desa ini. Setibanya saya disana saya
langsung menuju teras rumah warga yang akan menjadi taman baca disana. FYI
wanita nya hanya saya dan Winda (anggota fkip mengajar baru) yang menuju
kesana. Jadi yang akan menyampaikan materi manajemen perpustakaan nanti si
Winda. Saya mulai merapikan buku-buku ke lemari yang sudah ada di teras rumah
baca, para lelaki mulai memasang spanduk dll kami bekerja sama antar komunitas
yang ada. Setelah semuanya selesai mulailah acara peresmian. Ada sambutan-sambutan,
materi manajemen perpustakaan dll. Ketika yang lain sibuk acara, saya sibuk berbincang dengan ibu warga sekitar desa haratai 3 kemudian saya
bertanya apakah didesa ini ada yang bisa simpai (kerajinan gelang,cincin khas
dayak) ternyata ada dan ibu tersebut langsung memanggil orang yang bisa simpai
didesa. Saya langsung bilang ke orang tersebut kalau saya mau bikin simpai dan
nanti akan saya bayar. Untung nya pada saat tersebut bahannya masih ada walau
sedikit. Akhirnya saya langsung dibikinkan gelang simpai, langsung dibuatkan
ditangan saya. Saya sangat senang sekali karena sudah sangat lama menginginkan
gelang khas dayak ini dan kebetulan warnanya hitam pas sesuai yang saya inginkan. Awalnya
saya juga mau cincin tapi karena ada teman yang mau disimpai juga dan dikarenakan
bahannya sedikit akhirnya saya mengalah jadi hanya gelang saja. Ternyata setelah
selesai pembuatan gelang si amang yang ngebuatin gelannya tidak mau dibayar
alias free. Saya sudah memaksa tapi hati amangnya sangat baik dan sama sekali
tidak mau dibayar. Saya sangat kagum sama warga desa haratai 3 semuanya sangat
baik, apalagi dalam hal menyambut tamu walau kami berbeda suku,ras dan agama
mereka menyambut kami dengan sangan baik dan antusias.
Setelah selesai acara, semua warga desa beserta teman-teman dari komunitas
peresmian taman baca makan siang bersama di salah satu rumah warga disana.
kebetulan pada saat itu warga disana mahumbal yaitu memasak dengan memakai
bambu, menu yang disajikan ada nasi yang berbentuk lontong (dimasak behumbal
seperti lemang), sayur pakis atau sejenis keladi, ayam masak kuning dan daging
kijang. Moment tersebut sangat menyenangkan hati, moment tersebut tidak akan
pernah saya temui dikota. Keramahan,gotong royong, penerimaan dengan lapang dada
warga disana membuat saya jatuh cinta dengan desa, saya benar-benar merasakan
senangnya hidup didesa walau minim fasilitas namun ketenangan sangat terasa
disini.
Setelah makan-makan ternyata hujan pun datang dengan deras, dalam hati saya
berucap “mungkin ini pertanda bahwa saya harus lebih lama disini hehe”.
Saya masih merasa tidak enak karena
mendapatkan gelang simpai secara gratis, saya harus membalas kebaikan mereka. Akhirnya
karena saya bisa ngehenna dan kebetulan saya membawa henna, finally
saya putuskan untuk ngehenna ibu yang berbincang dengan saya sejak awal karena
henna hanya untuk perempuan (motif aslinya). Ibu tersebut terlihat cukup
bahagia dan senang saya pun ikut senang. Sambil ngehenna sambil saya
tanya-tanya tentang kehidupan mereka disini. Saya tanya bagaimana kalau ada
warga desa disini yang sakit mengingat akses menuju ke bawah sangat jauh dan
berbahaya, ibu tersebut menjawab kalau ada warga yang sakit biasanya hanya
diobati melalui tanaman-tanaman di hutan (tradisional) terus saya tanya lagi
bagaimana kalau ada yang melahirkan bu? Kata ibu nya biasanya ya melahirkan
sendiri, kemaren juga ada yang baru melahirkan dan suaminya yang membantu
proses persalinan. Wow saya cukup kagum sekaligus tertawa melihat ekspresi ibu
yang bercerita tersebut :D luar biasa sekali warga disana ya buuuuu :D
Setelah selesai, hujan pun reda. Teman-teman lain sudah mulai bersiap untuk
kembali turun ke loksado. Sebelum pulang saya ingin sekali pergi berkunjung ke
SDN Haratai 3 yang tidak jauh dari rumah warga. Karena yang lain sibuk
mempersiapkan kepulangan, akhirnya saya ditemani anak desa haratai 3 yaitu Iwus
yang juga murid SDN Haratai 3. Iwus merupakan anak tunarungu, dia menemani saya
sampai ke sekolah, dia menggandeng tangan saya saat melewati jalanan yang
menanjak (jadi baper), untungnya komunikasi kami berdua sangat lancar karena
saya juga terbiasa berkomunikasi dengan anak tunarungu. Saya memberikan Iwus
sebuah pensil dan penghapus karena hanya itu yang saya punya sebagai bentuk
terima kasih sudah menemani saya kesekolah sekaligus jadi tukang foto disini
hehe... ini foto Iwus :D
sekitar jam 2 siang kami berpamitan dan akhirnya kembali ke desa
loklahung, setelah hujan deras jalanan pun cukup licin dan ditengah jalan kami
pun mendapat kendala salah satu bagian dari standar motor lepas (entahlah apa
itu namanya) untungnya masih bisa diatasi dan sesampainya dibawah langsung kami
kebengkel.
Hmmm setelah balik ke loklahung saya memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Karena badan sudah mulai terasa lelah setelah melalui perjalanan yang berkelok-kelok
dan naik turun gunung :D
Pada malam harinya kami mengadakan evaluasi tentang 2 kegiatan kami hari
itu ditemani dengan hangatnya api unggun. Selain anggota fkip mengajar kami
juga ditemani kakak pengajar muda Indonesia mengajar dan Nusantara sehat pada
malam itu.
Semua anggota terlihat cukup senang dengan kegiatan pada hari itu, mereka
merasakan pengalaman yang baru dan menyenangkan yaa termasuk saya heheheee
Setelah evaluasi kami semua masuk ke kelas dan beristirahat persiapan untuk
kepulangan besok. Karena saya panitia yang tertua disana, jadi saya yang
bertanggung jawab untuk para wanitanya. Saya harus memastikan bahwa semua
adik-adik berada dikelas dan tidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya kami bersiap-siap untuk kembali ke Banjarmasin. Sebelum pulang
kami mengadakan games,senam pagi dan bersih-bersih lapangan sekolah.. sekitar
jam 11 Yonif datang dan finally kita semua kembali ke Banjarmasin. Hati cukup
sedih entah kenapa 3 hari didesa cukup berkesan bagi saya dan serasa ingin
menetap disana hehehe. Semenjak kegiatan itu saya semakin jatuh cinta dengan
desa, saya menyiapkan niat untuk mengabdi didesa setelah lulus kuliah nanti..
semoga bisa kembali lagi kesana ya..
Terima kasih untuk semua pihak yang membantu kelancaran agenda fkip
mengajar disini.
Terima kasih kepada semua warga desa loklahung dan haratai 3 yang menyambut
kami dengan ramah.
See you next time :’)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar